Gubernur Anis Bawesan sebut Pendidikan di Jakarta Tidak Merata

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1658029036229_1658029243

Gubernur DKI Jakarta : Anies Baswedan

SIAPBELAJAR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung soal  pemerataan akses pendidikan di Jakarta yang tak merata selama bertahun-tahun.

Hal itu disampaikan Anies saat peluncuran dan bedah buku berjudul 'Anies Baswedan: Gagasan, Narasi, Karya' yang digelar secara virtual.

"Ketika kita bicara pemerataan pendidikan misalnya, selama bertahun-tahun di Jakarta akses pada pendidikan itu tidak merata. Tidak merata artinya bahwa mereka yang memiliki kesempatan untuk dapat sekolah itu berbeda kesempatannya dengan mereka yang dari keluarga miskin," kata Anies.

Anies, yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan pihaknya berupaya mewujudkan pemerataan pendidikan di Jakarta sejak 2019. Dia mengatakan pemerataan akses pendidikan di DKI dimulai dari sistem penerimaan calon peserta didik.

Baca Juga: 5 Kitab Rekomendasi Mempelajari Tasawuf  

Kesetaraan dalam Sistem Rekrutmen

"Selama tiga tahun terakhir mulai 2019, kita mengubah bagaimana sistem rekrutmen SMP, SMA menganut prinsip kesetaraan. Di mana tidak ada lagi rekrutmen yang dipengaruhi oleh status sosiologi ekonomi orang tuanya. Ini barang kali tidak banyak dapat perhatian karena ini sifatnya adalah mikro, lain dengan bangunan fisik," ujarnya.

Anies mencontohkan dulu siswa yang mengisi sekolah-sekolah favorit di tengah Jakarta berasal dari kalangan keluarga berlatar belakang pendidikan tinggi. Namun kini, katanya, sekolah favorit di tengah Jakarta diisi pelajar dari beragam latar belakang keluarga.

"Sesudah dilakukan demokratisasi, pemerataan, siswa baru di sekolah itu proporsional, banyak yang orang tuanya pendidikan SD, SMP, orang tuanya pendidikan SMA dan S1 dan S2. Jadi mendadak sekolah sekolah favorit menjadi eskalator sosial ekonomi, itu dampak tidak bisa dilihat sekarang," ujarnya

"Ini adalah bagian contoh ide untuk diberikan kesetaraan dan kesempatan ide atau gagasan sosial diwujudkan dalam bentuk karya-karya atau kebijakan,"tutupnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682584385184_1682584205

Saintek

Arus Mahasiswa Internasional di Belanda Harus Dikendalikan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf mengatakan bahwa masuknya mahasiswa internasional di Belanda harus dikendalikan untuk mencegah ruang
1682497755135_1682497588

Saintek

Kanada Menjadi Negara Pilihan Utama Bagi Mahasiswa Internasional

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah survei baru dari IDP Connect, pemimpin dalam pemasaran dan perekrutan mahasiswa, telah mengungkapkan bahwa Kanada terus mendominasi sebagai negara yang paling menarik untuk
Pesantren dan Modernisasi_1690340923

Religi

Pesantren: Lembaga Pendidikan Islam yang Bertahan di Tengah Modernitas

Mediana.id - Suara adzan berkumandang dari masjid yang berdiri megah di tengah-tengah kompleks pondok pesantren. Para santri bergegas menuju tempat shalat, meninggalkan kamar-kamar asrama yang sederha
1686334724035_1686334810

Saintek

Kemendikbudristek Dorong Inovasi dan Kolaborasi Digital untuk Merdeka Belajar

Mediana.id- Jakarta, 9 Juni 2023 - Kemendikbudristek meluncurkan program PembaTIK dan Kihajar STEM tahun 2023 sebagai wadah bagi guru dan siswa di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan kreativit
1682769791434_1682769613

Saintek

Bulgaria Menjadi Tuan Rumah Bagi Mahasiswa Internasional pada Tahun Akademik 2022/2023

SIAPBELAJAR.COM - Hampir 18.000 mahasiswa internasional memilih Institusi Pendidikan Tinggi Bulgaria pada tahun akademik 2022/2023. Menurut data yang dirilis oleh National Statistical Institute (NS