SIAPBELAJAR.COM - Organisasi kesehatan dunia (WHO), memutuskan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global setelah menyebar di 75 negara dan mengakibatkan setidaknya 5 orang meninggal dunia.
Direktur jenderal WHO Thedros Adhanom Gebreyesus mencatat, hingga bulan lalu wabah cacar monyet telah menyebar lebih dari 16 ribu kasus yang dilaporkan 75 negara di dunia.
Terlepas dari itu, Ghebreyesus juga mengatakan wabah ini sudah menjalar ke seluruh dunia dengan cepat dan butuh perhatian internasional.
Namun, hanya sedikit yang diketahui soal mode transmisi baru.
"Penilaian WHO yakni bahwa risiko cacar monyet berkembang secara global dan di semua wilayah, kecuali di kawasan Eropa, di mana kami menilai risikonya tinggi,"ungkap Ghebreyesus.
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang masih berkerabat dengan smallpox atau cacar. Vaksin cacar yang pernah diberikan dalam upaya mengeradikasi cacar pada 1970-an diyakini memberikan kekebalan pada kelompok yang pernah menerimanya. Dibandingkan COVID-19 yang muncul ketika belum ada vaksinnya sama sekali, maka risiko cacar monyet untuk menjadi pandemi dinilai lebih kecil.
"Umumnya, pandemi itu adalah penyakit yang memang terjadi karena hampir semua manusia di dunia belum memiliki kekebalan," kata Dicky Budiman, epidemiolog dari Grffith University Australia.
Sebuah penyakit yang dinyatakan sebagai PHEIC memang tidak serta-merta berhubungan dengan risiko berkembang menjadi pandemi. Namun yang pasti, penetapan status PHEIC untuk cacar monyet memang ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
"Secara data saat ini tampaknya masih cukup jauh (untuk menjadi pandemi). Dengan dasar sebagian besar penduduk dunia sudah memiliki kekebalan dari vaksinasi smallpox khususnya penduduk dunia kelahiran di bawah 1970-an," jelas Dicky.
Apa itu cacar monyet?
Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan virus dan umumnya menyebar di antara binatang seperti tikus di Afrika tengah dan barat, tetapi terkadang meloncat juga ke manusia dan menyebabkan wabah. Pertama kali diidentifikasi pada monyet di laboratorium pada 1958 dan kasus pertama cacar monyet ditemukan pada 1970.
Penularan cacar monyet
WHO menyebut cacar monyet dapat ditularkan melalui paparan droplet pernapasan yang terhirup, melalui kontak kulit dengan kulit pada luka atau lesi, maupun kontak dengan material yang terkontaminasi virus. Beberapa kalangan menyebutnya airborne atau menyebar di udara, namun yang pasti WHO sejauh ini tidak menggunakan istilah tersebut.
Saat ini, cacar monyet tidak dikelompokkan sebagai infeksi menular seksual. Namun dalam banyak kasus, menular melalui kontak kulit ke kulit saat berhubungan seks.
Gejala cacar monyet
Ada beberapa gejala cacar monyet yang dilaporkan, di antaranya:
-Demam
-sakit kepala
-nyeri otot
-nyeri punggung
-letih
-Ruam juga dapat menyertai, terutama pada wajah dan beberapa bagian tubuh lain seperti area genital.
Apakah cacar monyet mematikan?
Cacar monyet umumnya ringan, sebagian besar kasus pulih dalam beberapa pekan tanpa perawatan. Di Afrika, risiko kematian mencapai 1 dari 10, namun diyakini karena strain yang berbeda yakni strain Congo. Sementara strain Afrika Barat memiliki risiko kematian 1 dari 100 kasus.
Trending
Trending
Trending
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib