4 Kelompok Negara Resiko Tularkan Cacar Monyet Versi WHO

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
Orange Adventure Cycling Holiday Vlog YouTube Thumbnail (6)_1658743060

Ilustrasi : Penderita Cacar monyet atau monkeypox

SIAPBELAJAR.COM - Cacar monyet atau monkeypox resmi ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penetapan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Tedros mengatakan, mewabahnya cacar monyet di lebih dari 75 negara merupakan situasi luar biasa yang memenuhi syarat sebagai keadaan darurat global.

"Untuk semua alasan ini, saya telah memutuskan bahwa wabah monkeypox global merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," tulis akun Twitter resmi @WHO mengutip ucapan Tedros.

Cacar monyet adalah infeksi virus monkeypox, yaitu virus yang termasuk dalam kelompok Orthopoxvirus.

Virus ini awalnya menular dari hewan ke manusia melalui cakaran atau gigitan hewan, seperti tupai, monyet atau tikus, yang terinfeksi virus monkeypox,  juga dapat terjadi lewat kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.dan ditandai dengan bintil bernanah di kulit .

Muncul Pertama Kali di Kongo

Cacar monyet atau monkeypox pertama kali muncul di negara Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. Cacar monyet menyebar antarmanusia melalui percikan liur yang masuk melalui mata, mulut, hidung, atau luka di kulit. Penularan juga bisa terjadi melalui benda yang terkontaminasi, seperti pakaian penderita.Namun,penularan antarmanusia membutuhkan kontak yang lama.

Meluasnya penyebaran cacar monyet, membuat WHO membagi negara berdasarkan empat kelompok risiko penularan.

Pembagian tersebut disertai dengan rekomendasi WHO sebagai upaya memutus rantai penularan cacar monyet. Berikut pembagian empat kelompok negara risiko penularan cacar monyet oleh WHO:

1. Kelompok pertama

Kelompok pertama adalah negara yang belum melaporkan kasus cacar monyet atau belum melaporkan kasus lebih dari 21 hari.

Kelompok ini termasuk pula negara yang belum pernah terpapar cacar monyet hingga saat ini.

2. Kelompok kedua

Kelompok kedua adalah negara yang telah melaporkan kasus penularan cacar monyet dari manusia ke manusia.

Kepada kelompok ini, WHO memberikan sejumlah rekomendasi untuk menghentikan penularan, termasuk melindungi kelompok yang rentan.

"Untuk melibatkan dan melindungi masyarakat yang terkena dampak, mengintensifkan pengawasan dan upaya kesehatan masyarakat," ujar Tedros.

Negara yang masuk kelompok ini juga diarahkan memperkuat manajemen klinis, serta pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit maupun klinik.

WHO juga merekomendasikan untuk mempercepat penelitian terkait penggunaan vaksin, terapi, serta cara lain guna menghentikan penyebaran. Bukan hanya itu, rekomendasi WHO pun termasuk pengaturan perjalanan internasional. "Dan rekomendasi perjalanan internasional," tutur Tedros.

3. Kelompok ketiga

Kelompok ketiga, yakni negara-negara yang melaporkan penularan cacar monyet bukan hanya dari manusia ke manusia. Melainkan, juga penularan dari hewan kepada manusia.

4. Kelompok keempat

KelompoK terakhir risiko penularan cacar monyet, adalah negara-negara yang memiliki kemampuan dan kapasitas untuk memproduksi vaksin.

Negara ini juga dinilai memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai macam terapi dalam rangka memerangi penularan cacar monyet yang semakin mengkhawatirkan.

Penularan dan gejala cacar monyet

Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit yang disebabkan virus monkeypox(MPXV).

Virus ini menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan hewan ataupun manusia yang terinfeksi. Selain itu, juga bisa menular melalui benda yang terkontaminasi virus.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), virus monkeypox masuk ke daam tubuh melalui kulit yang terluka atau terbuka, saluran pernapasan, dan selaput lendir baik mata, hidung, atau mulut.

Antar manusia, cacar monyet tidak mudah menular.

Penularan dari manusia ke manusia ini dapat melalui kontak erat dengan droplet, cairan tubuh, atau lesi orang yang terinfeksi.

Beberapa bagian yang patut diwaspadai dari orang terinfeksi cacar monyet, antara lain ruam, cairan tubuh termasuk nanah dan darah dari lesi kulit, serta koreng.

Selain itu, penularan cacar monyet antarmanusia juga dapat melalui kontak tak langsung dengan benda yang telah terkontaminasi. Benda tersebut seperti pakaian, tempat tidur, handuk, dan peralatan makan yang rawan menjadi media penularan.

Adapun menurut Kemenkes, masa inkubasi cacar monyet biasanya berlangsung selama 6-13 hari. Namun, ada pula yang berlangsung 5-21 hari.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1680960704026_1680960725

Trending

WHO Desak China Beberkan Informasi Asal Usul Covid

SIAPBELAJAR.COM - WHO mendesak China bagikan informasi asal usul Covid-19. WHO menegaskan sampai itu dilakukan China maka semua kemungkinan atau hipotesis mengenai asal usul Covid-19 masih terbuka."Ta
1676301860658_1676301879

Trending

WHO Beri Peringatan Flu Burung

SIAPBELAJAR.COM - World Health Organization (WHO) mengeluarkan peringatan risiko flu burung (H5N1) menjadi pandemi. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan kekhawatiran kasus fl
1665199835757_1665199849

Trending

WHO Waspadai Sirup Obat Batuk Buatan India

SIAPBELAJAR.COM - Peringatan global telah dikeluarkan untuk empat sirup obat batuk setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan mereka dapat dikaitkan dengan kematian 66 anak di Gambia.Si
1663646967872_1663646989

Trending

Peringatan Terkait Kasus Cacar Monyet di China

SIAPBELAJAR.COM - Seorang pejabat tinggi kesehatan China telah memperingatkan penduduk setempat agar tidak menyentuh orang asing, sehari setelah China mencatat infeksi cacar monyet pertamanya.Dalam
1662475109806_1662475132

Trending

Varian baru Cacar Monyet Muncul di Inggris

SIAPBELAJAR.COM - Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) melaporkan kemunculan varian baru dari cacar monyet atau Monkeypox pada Kamis (1/9). Diketahui bahwa pasien tersebut baru saja berpergian dar