China Temukan Virus Baru

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1660211727663_1660212041

Virus Langya

SIAPBELAJAR.COM - Sebanyak 35 orang di China dinyatakan positif terinfeksi virus baru bernama langya pada Selasa (9/8). Virus ini ditemukan pada sampel tenggorokan pasien-pasien tersebut. Mereka mengalami gejala berupa kelelahan, batuk, hilang nafsu makan, nyeri otot, mual, sakit kepala, demam, hingga muntah-muntah. Laporan ini tercantum dalam New England Journal of Medicine (NEJM) yang di terbitkan oleh para ilmuwan China dan Singapura.

Virus Langya ini pun termasuk dalam keluarga Henipavirus, di mana dua spesies telah diidentifikasi sebelumnya, yakni virus Hendra dan virus Nipah.

Efek Virus Langya

Virus Langya ini sering menyebabkan penyakit parah dan fatal pada manusia dan tidak ada vaksin atau perawatan untuk penderitanya.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), henipavirus diklasifikasikan sebagai biosafety Level 4 dengan tingkat kematian kasus antara 40 dan 75 persen.

Tak satu pun dari 35 pasien yang terinfeksi virus Langya baru telah meninggal dan tidak ada yang serius.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di New England Journal of Medicine (NEJM), para ilmuwan di China melaporkan bahwa pasien yang positif virus Langya mengalami gejala demam.

Gejala virus Langya yang paling umum termasuk demam, kelelahan, batuk, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, mual, sakit kepala dan muntah.

Para pasien yang terinfeksi virus Langya ini juga memiliki riwayat kontak dengan hewan. Tapi, hal itu cukup menunjukkan virus mungkin sudah menular antar manusia.

"Tidak ada kontak dekat atau riwayat paparan umum di antara pasien, yang menunjukkan bahwa infeksi pada populasi manusia mungkin sporadis," kata peneliti.

Pelacakan kontak sembilan pasien dengan 15 anggota keluarga kontak dekat mengungkapkan tidak ada transmisi LayV kontak dekat..

Tetapi ukuran sampel kami terlalu kecil untuk menentukan status penularan virus Langya di antara manusia.

Dugaan Virus Langya

Para ilmuwan menduga bahwa tikus adalah pembawa virus Langya yang paling jelas di antara 25 hewan yang diteliti.

Tapi, kasus virus Langya ini sedikit mengingatkan awal mula pandemi virus corona Covid-19. Mulanya, Covid-19 dianggap sebagai penyakit zoonosis yang ternyata menular dari hewan ke manusia dan mewabah ke seluruh dunia.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690340639809_1690340693

Seniraga

Fajar Alfian/Rian Ardianto Lolos ke 16 Besar Japan Open 2023 Usai Taklukkan Wakil China

Mediana.id - Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil melaju ke babak 16 besar Japan Open 2023 setelah mengalahkan wakil China, He Ji Ting/Zhou Hao Dong, pada babak 32 besar, Rabu (26/7/2023).&nbs
1686907458886_1686907469

Seniraga

Moment Messi Dipeluk Fans Saat Argentina Menang 2-0 Atas Australia di Beijing

Mediana.id - Lionel Messi mendapat pelukan dari seorang fans yang masuk ke lapangan dengan mengenakan jersey nomor 10 Argentina pada Kamis saat timnya menang 2-0 atas Australia dalam laga persahabatan
1679650718285_1679650570

Saintek

Inggris Menutup Pintu Bagi Mahasiswa dan Ilmuwan China

SIAPBELAJAR.COM - Inggris melarang lebih dari 1.000 mahasiswa pascasarjana dan ilmuwan China untuk belajar dan bekerja di institusi Inggris pada tahun lalu di tengah ketegangan kerja sama akademik
1675393775079_1675393689

Saintek

Australia Bersiap untuk Kedatangan Ribuan Pelajar dari China

SIAPBELAJAR.COM - Pihak berwenang Australia mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan kedatangan ribuan pelajar dari China menyusul peringatan Kementerian Pendidikan China untuk pelajar yang ter
1669004199057_1669004183

Trending

Panda Raksasa yang Dihadiahkan ke Taiwan Oleh China Mati

SIAPBELAJAR.COM - Kebun Binatang Taipei mengumumkan bahwa seekor panda raksasa yang dihadiahkan oleh China ke Taiwan pada tahun 2008 telah mati setelah periode kesehatan yang buruk.Tuan Tuan dan rek