SIAPBELAJAR.COM - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Syahril menyampaikan, pemerintah mengadakan 10.000 dosis vaksin penyakit cacar monyet atau monkeypox di Indonesia. "Insya Allah ada sekitar 10.000 vaksin nanti kita adakan," ujar Syahril, dalam konferensi pers, Sabtu (20/8/2022).
Pengadaan puluhan ribu dosis vaksin ini adalah upaya pemerintah memerangi penyakit menular cacar monyet yang sudah terdeteksi 1 kasus di Indonesia. Penjelasan Kemenkes Dikutip dari Kompas.com, Senin (23/8), terkait penerima vaksin cacar monyet, Syahril mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan pada pasien cacar monyet dan orang yang kontak erat dengan pasien tersebut.
"Dan akan kita berikan kepada yang sedang menderita cacar monyet dalam masa inkubasi dan kepada kontak erat," ujar Syahril. Ia menjelaskan, proses pengadaan vaksin cacar monyet akan melalui rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sedang dilakukan uji klinis.
Karena cacar monyet sudah menjadi bencana global, Syahril mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) belum memberikan rekomendasi massal. "Untuk sementara ini WHO belum memberikan rekomendasi vaksinasi massal sebagaimana halnya Covid.
Jadi ada 2 atau 3 negara yang sudah melakukan vaksinasi dan kita juga sudah berproses untuk pengadaan," ucap Syahril.
Selain menyiapkan vaksinasi, Kemenkes menyiapkan pengobatan yang sesuai dengan penyakit cacar monyet.
"Tentu saja pengobatan lain yang standar sudah diberikan kepada rumah sakit dan sudah ada petunjuknya dari P2P (Pencegahan Pengendalian Penyakit) Kemenkes langkah-langkah apa yang harus dilakukan, baik di tingkat puskesmas, rumah sakit dan rumah sakit rujukan," imbuh dia.
Cacar monyet adalah penyakit menular yang disebabkan virus monkeypox. Kasus cacar monyet pertama yang terkonfirmasi di Indonesia adalah seorang laki-laki berusia 27 tahun dari DKI Jakarta.
Gejala Cacar Monyet
Pasien yang mengalami gejala cacar monyet ditandai dengan demam dan pembesaran kelenjar yang diketahui pada 14 Agustus 2022. Syahril mengatakan, saat ini pasien dalam kondisi baik dan tidak mengalami sakit berat.
Meski begitu, pada dasarnya gejala cacar monyet tidak terlalu berat. Namun, masyarakat harus senantiasa waspada tetapi tidak perlu panik.
Selain itu, penting juga untuk mengenali cara penularan cacar monyet, antara lain:
• Menular melalui kontak langsung dengan hewan atau manusia yang terinfeksi
• Menular melalui benda yang terkontaminasi virus monkeypox
• Menular melalui kulit yang terluka atau terbuka, meski tidak terlihat
• Menular melalui saluran pernapasan maupun selaput lendir dari mata, hidung, atau mulut.
Periode Invasi & Erupsi Cacar Monyet
Secara garis besar, gejala cacar monyet terbagi menjadi dua, yakni pada periode masa invasi selama 0-5 hari dan masa erupsi 1-3 hari.
1. Gejala cacar monyet masa invasi
a. Demam tinggi
b. Sakit kepala berat
c. Kelenjar getah bening bengkak
d. Nyeri otot
e. Lemas
2. Gejala cacar monyet masa erupsi
Muncul ruam-ruam pada kulit, terutama di area wajah, kaki, telapak tangan, alat kelamin, serta selaput lendir mata.
Awalnya, ruam ini berupa lesi, bercak, atau bintik kemerahan yang muncul selama 24 jam.
Setelah empat hari, ruam itu akan berkembang menjadi bintik-bintik berisi cairan dan nanah.
Sekitar pada hari kesembilan, ruam akan mengering dan keropeng. Penderita cacar monyet bisa merasakan ruam selama tiga minggu.
Trending
Trending
Trending
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib