Unpad Dukung Aturan Baru Masuk PTN 2023

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1663491409124_1663491482

Universitas Padjadjaran (Unpad) mendukung dan menyambut baik adanya perubahan aturan masuk perguruan tinggi negeri yang diumumka

SIAPBELAJAR.COM - Universitas Padjadjaran (Unpad) mendukung dan menyambut baik adanya perubahan aturan masuk perguruan tinggi negeri yang diumumkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Anwar Makarim.

Salah satu perubahan itu adalah menhapus materi akademik dan menggantinya dengan sepenuhnya tes potensi skolastik. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Arief S. Kartasasmita mengungkapkan ada tiga alasan Unpad mendukung perubahan tersebut.

"Pertama, Unpad sudah lama menerapkan tes potensi skolastik untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru lewat jalur mandiri," ujarnya 

Tes potensi skolastik merupakan tes penerimaan mahasiswa baru untuk mengukur kemampuan kognitif yang mencakup penalaran umum dan kemampuan pemahaman. Menurut Arief, berdasarkan penilaian, mahasiswa yang masuk Unpad melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) maupun jalur mandiri memiliki kualitas yang seimbang.

Artinya, tes skolastik, kata dia, memang cukup andal untuk digunakan menyeleksi mahasiswa baru. Arief mengatakan tes potensi skolastiklebih efektif menyeleksi berdasarkan potensi calon mahasiswa baru yang sebenarnya. Sebab, seleksi tidak terbatas hanya pada mata pelajaran tertentu.

Inklusif dan Adil

Dengan adanya perubahan aturan ini, Arief juga mengatakan seleksi masuk perguruan tinggi bisa lebih inklusif dan adil.

“Misalnya, ada anak-anak yang sesungguhnya cerdas, tetapi karena ada masalah akses ke sekolah yang bagus atau tidak dapat mengikuti bimbingan belajar intensif, nilai akademik yang didapat tampak rendah, sehingga tidak dapat bersaing dengan anak-anak yang memiliki banyak akses untuk mendapatkan nilai akademik tinggi,” paparnya.

Alasan kedua, lanjut Arief, Unpad menyadari bahwa ada potensi masalah saat adaptasi mahasiswa baru di tingkat awal perkuliahan. Hal ini terjadi karena mahasiswa harus mempelajari hal-hal yang semasa sekolah mungkin tidak menjadi perhatian utama mereka. Mengatasi problematika ini, Unpad sudah siap dengan menerapkan sistem belajar hybrid dan kesempatan untuk belajar dalam skema Kampus Merdeka.

Pada sistem ini, mahasiswa memiliki akses penuh untuk mempelajari apapun yang dirasa perlu di luar kelas. Dalam skema Kampus Merdeka, mahasiswa dapat mengambil mata kuliah apa pun yang mereka perlukan untuk memperdalam bidang yang studi yang telah dipilih.

Alasan terakhir, Arief berpendapat bahwa saat ini pengkotakan seleksi berdasarkan mata pelajaran tertentu di bidang sains atau sosiohumaniora sudah tidak relevan. Dengan sistem yang baru, Arief mengatakan, semua calon mahasiswa memiliki kesempatan sama untuk masuk ke bidang studi apapun, dengan talenta yang terseleksi lebih mendasar.

Arief berharap Unpad ke depan akan memiliki mahasiswa yang benar-benar memiliki talenta dan kecerdasan, bukan hanya andal pada mata pelajaran tertentu. “Dulu, mahasiswa Kedokteran mungkin hanya andal dalam mata pelajaran Biologi atau Matematika, tetapi sangat lemah di bidang sosial budaya atau komunikasi. Dengan sistem sekarang, mahasiswa akan terjaring berdasarkan potensi dasar di semua aspek kehidupan,” kata Arief.

Pada prinsipnya, Arief mengatakan perubahan ini tentu menjadi tantangan bagi Unpad untuk melakukan penyesuaian. Namun, berdasarkan pengalaman yang telah diperoleh saat melaksanakan ujian mandiri, Unpad menyambut baik perubahan kebijakan tersebut.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682467957492_1682468114

Saintek

Kemendikbudristek Bawa Delegasi Hasil dari Program Merdeka Belajar

SIAPBELAJAR.COM - Pada Hannover Messe kali ini Kemendikbudristek membawa delegasi dari berbagai satuan pendidikan yang merupakan hasil dari program Merdeka Belajar. Khusus pada bidang vokasi, Kemendik
1680047949267_1680048246

Saintek

Penilaian Mandiri Keterbukaan Informasi Terhadap PTN

SIAPBELAJAR. COM -- Sebanyak 26 satuan kerja di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mampu meraih kualifikasi Informatif dalam hal menampilkan informasi publik
1677210962839_1677210985

Saintek

Kemendikbudristek Dorong Percepatan Penyaluran Dana BOSP Tahun 2023

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen
1675288693075_1675288710

Saintek

Inovasi Kabupaten Lombok Tengah dalam Transformasi Pembelajaran Menuju Pendidikan Berkualitas

SIAPBELAJAR.COM -  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong transformasi pembelajaran di Indonesia. Salah satu upaya transformasi terse
1674218827251_1674218856

Saintek

Calon Mahasiswa KIP Kuliah Akan Didampingi 5.133 Relawan

SIAPBELAJAR.COM- Sebanyak 5.133 relawan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka tahun 2023 resmi akan melakukan tugasnya hingga Agustus mendatang. Lebih dari lima ribu relawan ini akan melakukan s