SIAPBELAJAR.COM - Proyek pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani yang berada di desa
Lantan, Lombok Tengah, NTB telah mendapat izin dari Pemerintah Provinsi NTB dan
Pemerintah Pusat, dan akan segera di realisasikan.
"Mereka
sudah dapat izin, DED (Detail Engineering Design) sudah masuk ke Pemda
NTB," tutur Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(DPMPTSP) Provinsi NTB, Mohammad Rum, Kamis (16/6/2022).
Baca Juga : Indonesia Termasuk Wilayah EndemisDBD
Rencana
pembangunan proyek glamping itu akan menelan biaya awal sebesar Rp 600 miliar.
Pembangunan kereta gantung di Desa Lantan dibiayai oleh investor asal Tiongkok
dengan menggandeng PT Indonesia Lombok Resort.
Pemda NTB
bersama Kementerian Lingkungan Hidup akan mengkaaji analisis mengenai dampak
lingkungan (AMDAL) yang diajukan oleh PT Indonesia Lombok Resort.
"Jadi
kajian AMDAL-nya akan dilakukan selama empat bulan sejak uang mereka masuk
rekening Dubes Tiongkok di Indonesia. AMDAL mulai digarap bulan depan,"
kata Rum.
Proses
pengkajian AMDAL akan dilakukan oleh Pemda NTB bersama PT Indonesia Lombok
Resort selama kurun waktu 3 hingga 4
bulan.
"Kita optimis ya, AMDAL itu lolos. Karena saat ini investor dari Tiongkok akan mengirim uang sebesar Rp 600 miliar dari melalui Duta Besar (Dubes) Tiongkok di Jakarta," kata Rum.
Untuk pencairan uang sebesar Rp 600 miliar sendiri kata Rum perlu dicairkan melalui Dubes Tiongkok di Jakarta.
"Uang sebanyak itu kan harus ada
regulasi sendiri untuk pencairannya. Jadi harus melalui pengetahuan Dubes
Tiongkok di Jakarta," Jelas Rum.
Baca Juga : EPIC: Efek Polusi Udara BisaMemperpendek Umur Manusia
Saat ini pihak investor akan berupaya untuk melengkapi data dan dokumen terkait rencana pembangunan kereta gantung di Desa Lantan yang memiliki panjang 11 km.
Proyek tersebut diluar kawasan dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Lombok, sehingga tidak akan merusak habitat hutan di lokasi tersebut.
Saintek
Ekonomi
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib