Starbucks Menjajaki Penjualan Bisnis di Inggris

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
16;9 (38)_1658191769

Pelanggan Starbucks sedang menikmati kopi

SIAPBELAJAR.COM - Starbucks dilaporkan sedang menjajaki potensi penjualan bisnisnya di Inggris karena menghadapi persaingan yang semakin ketat dan kebiasaan pelanggan yang berubah.

Meski begitu, laporan media mengatakan bahwa proses penjualan formalnya belum dimulai. Rantai kopi terbesar di dunia ini dirundung kemalangan karena adanya tindakan lockdown di seluruh dunia. 

Pada bulan Mei 2022, perusahaan mengatakan bahwa mereka akan memikirkan untuk fokus pada peningkatan bisnis inti di Amerika Serikat. 

Evaluasi

Dalam laporan media, perusahaan mengatakan bahwa mereka akan terus mengevaluasi opsi strategis untuk operasi internasional milik perusahaan.

Mereka juga mengatakan bahwa perusahaannya telah mengambil penasihat Houlihan Lokey untuk mengeksplorasi opsi yang memungkinkan untuk bisnis mereka.

Persaingan

Seperti banyaknya industri makanan dan minuman yang dibawa pulang, Starbucks terpukul keras oleh langkah-langkah yang dilakukan untuk memperlambat penyebaran Covid-19.

Baca juga: Jakarta International Stadium Diresmikan 24 Juli Mendatang

Seiring dengan para pesaingnya, Starbucks juga menghadapi kenaikan biaya serta harus beradaptasi dengan kebiasaan pelanggan yang berubah karena banyak orang yang beralih ke pekerjaan hybrid dari rumah.

Perusahaan juga menghadapi peningkatan persaingan di Inggris dari rantai kopi saingan termasuk Costa, Pret A Manger dan Tim Hortons. 

Pencarian Kepala Eksekutif

Starbucks mengawasi sekitar 1.000 gerai di Inggris, di mana sekitar 70% adalah waralaba sementara yang sisanya dimiliki oleh perusahaan.

Kelompok tersebut saat ini sedang dalam proses pencarian kepala eksekutif permanen yang baru sementara mantan kepala eksekutif Howard Schultz mengambil alih peran tersebut untuk sementara waktu. 

Meninggalkan Rusia

Pada bulan Mei, Starbucks mengatakan akan meninggalkan Rusia setelah 15 tahun di negara itu karena perang di Ukraina.

Perusahaan mengatakan bahwa mereka akan mundur sepenuhnya dari pasar Rusia, setelah menangguhkan perdagangan di sana pada bulan Maret.

Starbucks memasuki Rusia pada tahun 2007 dan telah berkembang menjadi 130 kedai kopi, yang dimiliki dan dioperasikan oleh pemegang lisensi.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1707224827395_1707224839

Seniraga

Analisa Kekalahan Chelsea vs Wolverhampton: The Blues Tersungkur di Kandang Sendiri

Mediana.id - Chelsea kembali menelan kekalahan memalukan di Liga Inggris. Kali ini, The Blues harus mengakui keunggulan Wolverhampton dengan skor 2-4 di Stadion Stamford Bridge pada Minggu, 4 Februari
1691972809703_1691972822

Seniraga

Chelsea dan Liverpool Berbagi Poin di Stamford Bridge

Mediana.id - Chelsea dan Liverpool harus puas dengan hasil imbang 1-1 dalam laga pekan pertama Liga Inggris 2023-2024 di Stamford Bridge, Minggu (13/8/2023) malam WIB. Kedua tim saling berbalas gol me
1691647763952_1691647776

Seniraga

Elkan Baggott, Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Piala Liga Inggris

Mediana.id - Elkan Baggott, pemain Timnas Indonesia yang bermain di klub Ipswich Town, Inggris, tengah menjadi sorotan media dan publik sepak bola. Pemain berusia 20 tahun ini memiliki peluang untuk m
1687527458489_1687527485

Seniraga

Pergerakan Transfer Pemain Klub Klub Eropa Masih Berlanjut

Newcastle Pecahkan Rekor Transfer untuk Sandro Tonali dari MilanNewcastle United telah mencapai kesepakatan penuh dengan Milan untuk mendatangkan gelandang muda Italia, Sandro Tonali, dengan biaya tra
Transfer Pemain Terbaru (1)_1687063608

Seniraga

Rangkuman Berita Transfer Pekan ini : Klub Klub Besar Eropa Masih Sibuk Berburu Pemain

Mediana.id - Kami telah merangkum informasi dari berbagai aktifitas transfer Klub klub eropa dalam sepekan ini, beberapa transfer pemain telah dikonfirmasi resmi oleh pakar transfer dan jurnalis terna