SIAPBELAJAR.COM - Presiden
Amerika Serikat, Joe Biden mengumumkan pembatalan sebesar $10,000 atau
sekitar Rp 148,7 juta dalam utang mahasiswa federal untuk jutaan peminjam,
menepati janji yang dia buat selama kampanye presiden.
Dalam siaran pers yang
dikeluarkan pada 24 Agustus, Gedung Putih menjelaskan bahwa rencana Biden
adalah rencana tiga bagian yang diharapkan dapat membantu keluarga pekerja di
Amerika ketika mereka mencoba untuk pulih dari dampak pandemi Covid-19.
Di bawah rencana yang diumumkan, Departemen Pendidikan akan membatalkan hingga $10,000 atau sekitar Rp 148,7 juta kepada peminjam yang belum menerima Hibah Pell.
Bagi
mereka yang telah menerima Hibah Pell untuk membayar kuliah mereka, Departemen
akan membatalkan utang pinjaman siswa hingga $20,000 atau sekitar Rp 297 juta.
Hibah Pell atau Grants Pell
merupakan hibah langsung yang diberikan kepada mahasiswa sarjana dengan kebutuhan
keuangan luar biasa yang tidak perlu dilunasi.
Agar memenuhi syarat
untuk bantuan tersebut, pendapatan peminjam individu harus kurang dari $125,000
atau sekitar Rp 1,8 miliar dan $250,000 atau sekitar Rp 3,7 miliar untuk
pasangan yang sudah menikah.
“Penerima Hibah Pell lebih
dari 60% dari populasi peminjam. Departemen Pendidikan memperkirakan bahwa sekitar
27 juta peminjam akan memenuhi syarat untuk menerima bantuan hingga $20,000 atau
sekitar Rp 297 juta, untuk membantu para peminjam ini memenuhi potensi ekonomi
mereka dan menghindari kerugian ekonomi dari pandemi Covid-19,” bunyi
pernyataan Gedung Putih.
Perpanjangan Jeda Pembayaran Pinjaman Mahasiswa
Federal
Selain itu, Presiden Biden mengumumkan bahwa Departemen Pendidikan akan memperpanjang jeda pembayaran
pinjaman mahasiswa federal untuk terakhir kalinya hingga 31 Desember 2022.
Berdasarkan rencana
tersebut, siswa tanggungan akan memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan
berdasarkan pendapatan orang tua mereka daripada pendapatan mereka.
Presiden Biden
mengatakan bahwa sebanyak 95% peminjam, atau sekitar 43 juta orang akan
mendapat manfaat dari rencananya. Data menunjukkan bahwa lebih dari 60%
populasi peminjam adalah penerima Hibah Pell.
Di antara peminjam yang
tidak lagi belajar, 90% dari bantuan akan dialokasikan kepada mereka yang
berpenghasilan di bawah $75,000 atau sekitar Rp 1,1 miliar per tahun.
Alokasi Bantuan
Menurut Departemen, sebanyak
21% peminjam yang memenuhi syarat untuk bantuan berusia 25 tahun ke bawah, kemudian
sebanyak 44% berusia antara 26 dan 39 tahun serta lebih dari sepertiga peminjam
berusia 40 tahun ke atas, termasuk 5% warga lanjut usia.
“Departemen Pendidikan
akan bekerja dengan cepat dan efisien untuk mengatur proses pendaftaran/permohonan
sederhana bagi peminjam untuk mengklaim keringanan. Pendaftaran/permohonan akan
tersedia paling lambat ketika jeda pembayaran pinjaman mahasiswa federal
berakhir pada akhir tahun,” kata Gedung Putih.
Hampir delapan juta
peminjam mungkin secara otomatis akan memenuhi syarat untuk mendapatkan
keringanan, karena Departemen telah memiliki informasi tentang pendapatan
mereka.
Trending
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib