SIAPBELAJAR.COM - Menurut
email antara Kementerian Pendidikan dan Penelitian Federal (BMBF) dan Deutsches Studentenwerk (DSW) yang
merupakan Asosiasi Nasional Jerman untuk Urusan Kemahasiswaan, terdapat penundaan
yang tidak perlu dalam memberikan bantuan darurat Covid-19 kepada mahasiswa di
seluruh Jerman yang menghadapi kesulitan keuangan di tengah pandemi.
Ratusan email yang
dipertukarkan antara BMBF dan DSW dari bulan Maret hingga Juli 2020 yang
dilihat oleh majalah mahasiswa Jerman, ZEIT
Campus mengungkapkan bahwa Kementerian Pendidikan menetapkan prioritas yang
salah dan tidak perlu menunda selama berminggu-minggu untuk memberikan bantuan
darurat yang harus diterima mahasiswa.
BMBF mulai memberikan
bantuan keuangan kepada mahasiswa yang membutuhkan selama pandemi Covid-19 pada
Juni 2020.
Sejak saat itu, apa yang disebut sebagai bantuan penghubung sering dikritik. Mahasiswa semakin frustrasi ketika sejumlah besar permohonan bantuan ditolak pada Juni 2020.
Saat
itu, dari 82.000 permohonan bantuan darurat yang diajukan siswa, sebesar 46%
ditolak. Tingkat penolakan pada Juli 2020 adalah sebesar 63% dan hal tersebut
telah membuat banyak pendaftar kebingungan.
“Apakah Anda serius?
Saya memiliki €3 di akun saya, saya belum memiliki pekerjaan sejak Februari dan
saya mengirim laporan bank saya dari Maret hingga tanggal permohonan. Apa
gunanya?” tulis seorang mahasiswa dari Frankfurt am Main di Twitter pada Juni
2020.
Penolakan Proposal Hibah Oleh Kementerian
Menurut laporan ZEIT Campus, pada 20 Maret 2020 DSW
menghubungi Kementerian untuk menyelesaikan masalah mahasiswa yang membutuhkan,
yang kehilangan pekerjaan selama pandemi serta mengusulkan solusi hibah yang
berarti memberikan bantuan hingga €800 atau sekitar Rp 11,9 juta kepada mahasiswa,
namun proposal itu ditolak oleh Kementerian.
Sebaliknya, Kementerian
melanjutkannya dengan model pinjaman, di mana pinjaman tersebut akan dibayar
oleh serikat mahasiswa masing-masing.
Alasan Penggunaan Model Pinjaman Oleh Kementerian
Pada tanggal 30 April,
BMBF memutuskan untuk menerima ide hibah yang diajukan oleh DSW. Ketika ZEIT Campus bertanya kepada Kementerian mengenai
alasan mengapa bantuan itu berlanjut dengan model pinjaman yang begitu lama, dan
pihaknya mengatakan bahwa ide hibah itu lebih rumit.
Kekhawatiran
Kementerian adalah kemungkinan adanya penyalahgunaan hibah, karena mungkin ada
orang yang akan menerima bantuan tanpa membutuhkannya.
“Itulah mengapa tes
yang lebih kompleks diperlukan untuk hibah daripada pinjaman yang bertentangan
dengan upaya BMBF untuk memberikan bantuan dengan cepat,” kata juru bicara
Kementerian.
Jumlah Bantuan yang Diterima oleh Mahasiswa
Sebanyak 109.000 mahasiswa
yang kehilangan pekerjaan, menerima bantuan dari BMBF setidaknya selama satu
bulan selama pandemi. Kementerian memberikan €500 atau sekitar Rp 7,4 juta kepada
mahasiswa yang rekening banknya kurang dari €100 atau sekitar Rp 1,4 juta. Sementara
mereka yang memiliki kurang dari €500 atau sekitar Rp 7,4 juta, menerima €100 atau
sekitar Rp 1,4 juta di rekening mereka.
Saintek
Saintek
Saintek
Seniraga
Seniraga
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib