Strategi Ridwan Kamil Kendalikan Laju Inflasi di Jawa Barat

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1664243126918_1664243201

Strategi Ridwan Kamil Kendalikan Laju Inflasi di Jawa Barat

SIAPBELAJAR.COM – Strategi pengendalian Inflasi di Jawa Barat dilakukan Ridwan Kamil dengan dengan menyediakan anggaran mencapai Rp225 miliar. Angka itu berasal dari gabungan APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 27 pemerintah kota kabupaten.

Rancangan awal untuk anggaran ini sebesar Rp180 miliar. Salah satu penggunaannya untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Yang diberi bantuan BLT itu sangat banyak," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Senin (26/9).

Selain dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten kota, pintu bantuan pun datang dari pemerintah pusat. Yakni Program Keluarga Harapan (PKH), lalu dari dana desa, Kementerian Koperasi khusus menyasar pelaku UMKM.

Maka dari itu, Ridwan Kamil mengaku masih mengatur distribusi bantuan agar tidak terjadi duplikasi penerima.

Sebelum didistribusikan pun, dia ingin memastikan dana yang diberikan tepat sasaran hingga memiliki dampak positif, contohnya terhadap pengendalian harga komoditas sembako.

Untuk itu, Ridwan Kamil sudah meminta Disperindag Jabar melakukan pengecekan pasar terkait dampak kenaikan BBM pada komoditas. Semua bantuan akan didistribusikan hingga Desember 2022.

Penyaluran dimulai usai APBD Perubahan 2022 disahkan bersama dengan dewan. Diprediksi semua dimulai pada tanggal 15 Oktober dengan nominal Rp 600.000.

"Kami sedang mengatur agar dana terkait dampak BBM dari provinsi dan kota kabupaten itu tidak bentrok atau duplikasi. Total Rp 225 miliar kombinasi dari provinsi dan kota kabupaten," jelasnya.

Ridwan Kamil juga membahas intervensi anggaran untuk menekan biaya logistik. Saat ini komoditas pangan di pasaran masih terpantau stabil. Dimana rata-rata per minggu ini kenaikan tidak signifikan hanya dua bahan pangan yang menyentuh kenaikan 10% yakni bawang putih dan cabai rawit.

"Kami akan membayari sebagian ongkos transportasi sehingga harga ke pasar dan pembeli terakhirnya tidak naik terlalu besar," tutupnya

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776007153684_1776007167

Ekonomi

PHK Capai 8.389 Orang hingga Maret 2026, Jawa Barat Tertinggi

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan melalui Kementerian Ketenagakerjaan merilis data terbaru terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) nasional hingga Maret 2026. Tercatat sebanyak 8.389 tenaga kerja t
1690559099584_1690559114

Share and Care

Wisata Puncak Bintan dan Patahan Lembang di Jawa Barat

Mediana.id - Patahan Lembang atau Sesar Lembang adalah sebuah patahan geser aktif yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Patahan ini memanjang dari Padalarang hin
1686406633862_1686406686

Ekonomi

Magang OPOP 2023 Dibuka Secara Virtual Wakil Gubernur Jabar: Bangun Jaringan yang Kuat

Mediana.id - Program One Pesantren One Product (OPOP) 2023 kembali membuka pelatihan dan magang bagi pesantren-pesantren di Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan secara virtual dan diikuti oleh 2.174 pes
1686383955061_1686384356

Share and Care

SEP Gandeng Water.org dan Danone Dalam Program Sanitasi dan Air di Lingkungan Pesantren Jawa Barat

Mediana.id- Bandung - Serikat Ekonomi Pesantren (SEP), Water.org,  Danone dan BPRS HIK Parahyangan mengumumkan kerjasama dalam program sanitasi dan air di lingkungan pondok pesa
1680664723402_1680664738

Ekonomi

Inflasi Terkendali, Pemerintah Tetap Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

SIAPBELAJAR.COM - Memasuki periode Ramadan 2023, inflasi dapat terkendali dengan baik. Laju inflasi Maret 2023 tercatat hanya mencapai 4,97% (yoy), menurun cukup signifikan dari bulan Februari yang te