Ridwan Kamil Apresiasi Digitalisasi Pasar Tradisional Sukatani Depok

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1664376136863_1664376189

Ridwan Kamil saat mengunjungi Pasar Sukatani yang berada di Depok

SIAPBELAJAR.COM- Program digitalisasi Pasar Sukatani di Kota Depok sudah diterapkan dengan pola pembayaran nontunai melalui QRIS. Hal ini mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Pasar Sukatani keren, warganya sudah bayar pakai QRIS, belanja tidak harus selalu pakai tunai. Jadi ini contoh pasar yang luar biasa," kata Ridwan Kamil ketika melakukan monitoring ke Pasar Sukatani Depok pasca kenaikan harga bahan bakar minyak, Rabu (28/9/2022).

Menurut Gubernur, digitalisasi saat ini merupakan kebutuhan, termasuk di pasar tradisional. 

Secara bertahap pasar tradisional di seluruh Jabar bertansformasi menerapkan teknologi digital.

"Zaman sekarang kalau tidak digital ketinggalan. Memang masih ada yang pakai tunai, tapi dua sampai tiga tahun mendatang akan pindah ke digital secara maksimal, termasuk pasar tradisional di Jabar bertahap semua akan digitalisasi," tutur Emil.

Pasar Sukatani memiliki 218 kios/ los dengan 154 pedagang tipe IV. Komoditas yang dikelola UPT Pasar Sukatani Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok ini antara lain sembako, sayuran, buah-buahan, makanan siap saji, pakaian, perhiasan, kue, perabot, daging dengan komoditas unggulan ikan tambakan.

Pasar yang meraih juara 1 Lomba Inovasi Pasar Rakyat se-Kota Depok inipun menjadi pasar rujukan dari Kementerian Perdagangan terkait inovasi pengelolaan pasar.

Hasil monitoring bahan kebutuhan pokok, kenaikan terjadi pada sejumlah bahan pokok, namun harganya masih di bawah 10 persen.

Gubernur menilai kenaikan tersebut masih terbilang normal, sehingga tidak begitu memberatkan pembeli.

"Kenaikan maksimal hanya 10 persen, jadi ini masih tolerable," ujarnya.

Kang Emil menuturkan, kecilnya kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh inflasi Kota Depok di angka 4,5 persen. Angka tersebut mengindikasikan harga-harga masih terjangkau.

"Saya cek inflasi di Depok bagus, 4,5 persen. Artinya kalau di bawah 5 persen harga-harga masih terjangkau," ujar Emil.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776007153684_1776007167

Ekonomi

PHK Capai 8.389 Orang hingga Maret 2026, Jawa Barat Tertinggi

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan melalui Kementerian Ketenagakerjaan merilis data terbaru terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) nasional hingga Maret 2026. Tercatat sebanyak 8.389 tenaga kerja t
1690559099584_1690559114

Share and Care

Wisata Puncak Bintan dan Patahan Lembang di Jawa Barat

Mediana.id - Patahan Lembang atau Sesar Lembang adalah sebuah patahan geser aktif yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Patahan ini memanjang dari Padalarang hin
1686406633862_1686406686

Ekonomi

Magang OPOP 2023 Dibuka Secara Virtual Wakil Gubernur Jabar: Bangun Jaringan yang Kuat

Mediana.id - Program One Pesantren One Product (OPOP) 2023 kembali membuka pelatihan dan magang bagi pesantren-pesantren di Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan secara virtual dan diikuti oleh 2.174 pes
1686383955061_1686384356

Share and Care

SEP Gandeng Water.org dan Danone Dalam Program Sanitasi dan Air di Lingkungan Pesantren Jawa Barat

Mediana.id- Bandung - Serikat Ekonomi Pesantren (SEP), Water.org,  Danone dan BPRS HIK Parahyangan mengumumkan kerjasama dalam program sanitasi dan air di lingkungan pondok pesa
1677030546846_1677030847

Trending

GCC Tasikmalaya untuk Anak Muda Kreatif

SIAPBELAJAR.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  meresmikan Gedung Creative Center (GCC) Tasikmalaya di Jalan Lingkar Dadaha komplek Olah Raga Dadaha Kelurahan Nagarawagi Kecamatan Cihideung,