Surabaya — Kegiatan Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya berhasil menunjukkan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa festival yang mengintegrasikan bursa kerja (job fair) dan pertemuan bisnis (business matching) internasional ini mampu menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja lokal melalui rangkaian kegiatan job fair.
“Alhamdulillah, melalui job fair yang digelar, sebanyak 1.200 lowongan kerja berhasil terisi oleh warga ber-KTP Surabaya. Ini bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha,” ujar Eri.
Selain penyerapan tenaga kerja, SIL Festival 2026 juga mencatat capaian ekspor yang melampaui target. Nilai ekspor produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Surabaya mencapai 2,73 juta dolar AS, jauh di atas target awal sebesar 1 juta dolar AS.
Menurut Eri, capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri lokal Surabaya terus bergerak dan mampu bersaing di pasar global. “Hari ini kita buktikan bahwa industri Surabaya tidak diam. Ekspor yang tercapai bahkan melebihi target yang ditetapkan,” katanya.
Ekspor produk IKM Surabaya dalam festival ini berhasil menjangkau berbagai negara, di antaranya Amerika Serikat, Oman, Hongkong, Singapura, dan Brunei Darussalam. Hal ini menunjukkan semakin terbukanya peluang pasar internasional bagi pelaku usaha lokal.
Tak hanya itu, sebanyak 36 IKM juga berhasil naik kelas dan dinyatakan siap ekspor setelah melalui proses kurasi dan pendampingan intensif. Pemerintah Kota Surabaya memastikan akan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui program pelatihan dan mentoring berkelanjutan.
Eri menegaskan bahwa peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi adalah sebagai fasilitator yang mendorong pertumbuhan pelaku usaha. “Pemerintah tidak harus selalu berada di depan, tetapi memastikan sistem berjalan dan pelaku usaha bisa berkembang,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Surabaya akan memperkuat program pelatihan vokasi serta pendampingan ekspor, termasuk melibatkan pelaku IKM yang telah sukses sebagai mentor bagi pelaku usaha lainnya. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.
SIL Festival 2026 dinilai menjadi salah satu model pengembangan ekonomi daerah berbasis kolaborasi lintas sektor, yang tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya saing produk lokal di pasar global.