SIAPBELAJAR.COM - Asosiasi
Nasional Jerman untuk Urusan Kemahasiswaan (DSW) mengatakan bahwa permintaan
tempat tinggal mahasiswa di Jerman terus tinggi, namun tingkat pasokan untuk mahasiswa
dengan tempat asrama yang disubsidi negara masih kurang dari 10%.
Dalam laporan yang bernama
“Housing for students. Statistical
overview 2022” atau “Perumahan untuk mahasiswa. Tinjauan statistik 2022”,
asosiasi dari 57 organisasi layanan mahasiswa Jerman menunjukkan bahwa terdapat
239.000 tempat bagi mahasiswa secara nasional yang disubsidi oleh negara
bagian, di mana lebih dari 196.000 tempat merupakan serikat mahasiswa.
DSW mengatakan bahwa
penyediaan kamar mahasiswa yang disubsidi oleh negara tidak sejalan dengan
jumlah tempat belajar yang juga didukung oleh negara.
Pihaknya pun menyoroti
bahwa persentase mahasiswa di akomodasi bersubsidi tetap kurang dari 10%, yang artinya
berada di 9,52%.
“Pasar perumahan di
kota-kota universitas sedang genting hingga mencapai titik puncaknya. Perumahan
tetap menjadi sentral isu sosial di zaman kita. Harga gas, listrik, pemanas dan
makanan melonjak tinggi. Oleh karena itu, perumahan yang terjangkau bagi mahasiswa
sangat dibutuhkan daripada sebelumnya. Asrama mahasiswa harus diperluas,” kata
CEO DSW, Matthias Anbuhl.
Dukungan Politik
Data menunjukkan bahwa
lebih dari 14.000 tempat diharapkan akan dibangun di asrama untuk memenuhi
tingginya permintaan mahasiswa akan perumahan yang terjangkau. Oleh karena itu,
Anbuhl mengatakan bahwa dalam hal ini diperlukan adanya dukungan politik.
Dalam sebuah pernyataan
yang diunggah di situs asosiasi, Anbuhl mengatakan bahwa total dana sebesar €2,6
miliar atau setara Rp 43 triliun dalam dukungan federal dan negara bagian harus
diberikan pada tahun 2027 untuk menutupi pembangunan 25.000 ruang hidup
tambahan serta renovasi dan modernisasi, juga untuk renovasi ruang digital
asrama serikat mahasiswa.
“Kami dengan tegas
menyambut langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah federal, seperti Aliansi
untuk Perumahan Terjangkau yang juga telah kami ikuti. Hal yang sama berlaku
untuk program “Junges Wohnen”, di
mana pemerintah federal ingin menciptakan perumahan yang lebih terjangkau bagi mahasiswa
mulai awal tahun 2023 dengan 500 juta euro dari anggaran federal,” kata Anbuhl.
Kesulitan Membayar Perumahan
Dalam beberapa bulan
terakhir, sebuah penelitian menemukan bahwa mahasiswa di Jerman mengalami
kesulitan dalam membayar perumahan bersama karena harga sewa yang tinggi serta
meminta pemerintah federal untuk meningkatkan tingkat persyaratan Undang-Undang
Bantuan Pelatihan Federal (BAföG) dan membantu mahasiswa membayar akomodasi di
negara tersebut.
Penurunan Jumlah Mahasiswa
Meskipun permintaan
untuk akomodasi mahasiswa tetap tinggi, namun tahun ini Jerman mengalami
penurunan pertama dalam jumlah mahasiswa sejak tahun akademik 2007/2008.
Menurut data Destatis,
jumlah mahasiswa yang mendaftar di universitas Jerman pada musim dingin tahun 2022/2023
turun 1,0% dibandingkan tahun sebelumnya.
Saintek
Saintek
Saintek
Seniraga
Seniraga
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib