Perguruan Tinggi Berperan Cetak Wirausaha

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1653620180630_1653620211

Cetak Wirausaha

Jumlah wirausahawan di Indonesia masih rendah. Berdasarkan data 2019, peringkat wirausaha di Indonesia menempati urutan ke 94 dari 137 negara dengan jumlah mencapai 3,5% dari jumlah penduduk rasio.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Aris Junaidi, mengatakan, diperlukan upaya konkret untuk meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia.

Untuk itu Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud menginisiasi Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PKMI). Program itu diharapkan dapat membangun kesadaran, motivasi serta kepercayaan diri pada mahasiswa dalam berwirausaha sehingga dapat membentuk lulusan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Peringkat wirausaha di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara lain, sehingga perguruan tinggi memiliki peran penting mendorong meningkatkan jumlah wirausaha muda di Indonesia,” tuturnya.

Aris menambahkan lulusan perguruan tinggi harus disiapkan untuk menciptakan lapangan kerja bukan meluluskan para pencari kerja. Mahasiswa sebagai bagian generasi Z dikenal memiliki kemampuan serta keahlian lebih melalui berbagi ide kreatif dan inovatif yang dapat berkontribusi serta berperan dalam membangun perekonomian bangsa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Di samping itu, lanjut Aris, untuk mendorong munculnya wirausaha muda di perguruan tinggi dengan diselenggarakannya PKMI yang di dalamnya terdiri dari Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI), Akselerasi Bisnis Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) dan Pendamping Wirausaha Mahasiswa Indonesia (PWMI).

Program ini diharapkan dapat mampu mengembangkan kewirausahaan mahasiswa Indonesia dan menghasilkan karya kreatif dan inovatif, dalam membuka peluang usaha yang berguna bagi mahasiswa setelah menyelesaikan program studinya serta mendukung visi misi pemerintah yang tercantum dalam rencana strategi Kemendikbud untuk pengembangan wirausahawan baru dalam mewujudkan kemandirian bangsa.

Adapun pelaksanaan KBMI dan ASMI, Ditjen Dikti memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi untuk mengikuti program tersebut dengan mengajukan usulan usaha yang akan diseleksi untuk menjadi peserta mulai dari tanggal 8 Februari – 26 Maret 2021 melalui tautan https://sim-pkmi.kemdikbud.go.id. Usulan usaha yang memenuhi syarat dan lolos penilaian akan mendapatkan bantuan dana pengembangan wirausaha dan pendampingan dari CEO Academy. (kemdikbud)

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690947206782_1690946649

Share and Care

INFO KIP KULIAH

Mediana.id - Info KIP Kuliah: Program Bantuan Biaya Pendidikan Tinggi dari PemerintahAnda lulusan SMA atau sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi terkendala biaya
1686334724035_1686334810

Saintek

Kemendikbudristek Dorong Inovasi dan Kolaborasi Digital untuk Merdeka Belajar

Mediana.id- Jakarta, 9 Juni 2023 - Kemendikbudristek meluncurkan program PembaTIK dan Kihajar STEM tahun 2023 sebagai wadah bagi guru dan siswa di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan kreativit
1661859650885_1661859689

Trending

PGRI Tolak Penghapusan Pasal Tunjangan Profesi di RUU Sisdiknas

SIAPBELAJAR.COM - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta supaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk tidak terburu-buru dalam pembahasan Rancanga
1661742649694_1661742671

Saintek

8 Siswa Terbaik Wakili Indonesia dalam Ajang International 2022

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengirimkan delapan Pelajar Indonesia terpilih pada ajang In
1661742321192_1661742349

Saintek

Pengamat Tanggapi Usulan Jalur Mandiri Dihapus

SIAPBELAJAR.COM - Buntut kasus suap jalur mandiri yang melibatkan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani, penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur mandiri dianggap menjadi celah terjadi korupsi. Men