Luar Biasa! 30 Ton Sampah Organik Setiap Hari Disulap Menjadi Maggot

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1654484751201_1654485260

Maggot sebagai salah satu solusi dalam mengolah sampah organik yang menumpuk

SIAPBELAJAR.COM - Tumpukkan sampah organik terletak di depan rumah warga Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Setiap harinya, sekitar 30 ton sampah organik terangkut dan siap dicacah menjadi bubur sampah untuk santapan maggot.

Maggot merupakan salah satu jenis pakan ikan berprotein tinggi. Pakan tersebut berbentuk seperti larva yang memakan sampah organik dan diolah menjadi protein yang tersimpan dalam tubuhnya.

Maggot dapat dibudidayakan, di mana pembudidayaan magot selain berdampak memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat, juga mampu memberikan sisi edukatif dengan mengedukasi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Sehingga jumlah timbunan sampah di Tempat Pembuangan Sementara atau TPS bisa berkurang. Arky Gilang Wahab adalah seorang pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah, yang berhasil melihat peluang ini, dan membudidayakan maggot sebagai salah satu solusi dalam mengolah sampah organik yang menumpuk melalui program Sistem Konversi Limbah Organik untuk Menciptakan Ketahanan Pangan.

“Program membudidayakan maggot yang kami jalankan, mampu mengelola hampir 30 ton sampah organik setiap hari. Setelah diproses oleh maggot, sampah yang tidak dapat diurai hanya tersisa 20%, kemudian berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA),” jelas penerima apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021 bidang lingkungan pada acara Inspiranation with 13th SATU Indonesia Awards 2022 melalui YouTube Channel SATU Indonesia.

Arky menceritakan upayanya dalam mencari alternatif solusi yang praktis dan realistis untuk permasalahan sampah yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Semangat Jaga Bumi Inspiranation with 13th SATU Indonesia Awards 2022, dilaksanakan secara virtual pada (3/6) dengan mengangkat tema Semangat Jaga Bumi, bersama Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan sekaligus juri 13th SATU Indonesia Awards 2022 Ir. Tri Mumpuni, dan Public Figure & Travel Enthusiast Adinda Thomas, yang dipandu oleh Rizky Kinos.

“Menjaga bumi adalah bagaimana kita mengintegrasikan hidup sehari-hari dalam tindakan yang tidak merusak lingkungan, dan menjaga keberlanjutan hidup umat manusia. Melalui program SATU Indonesia Awards, saya berharap generasi muda tidak hanya menumbuhkan rasa peduli lingkungan dan menjaga bumi kita untuk diri sendiri, tetapi dapat mencetuskan inovasi yang mampu memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkap Tri Mumpuni dalam keterangan pers rilis yang diterima Siapbelajar.com.

Sebagai Public Figure & Travel Enthusiast Adinda Thomas juga berpendapat bahwa menjaga bumi bukan hal yang mudah, ini adalah langkah yang besar.

“Gerakan yang dilakukan Arky merupakan langkah yang inspiratif dan mampu membuat generasi muda dapat tergerak untuk mau memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Budidaya Maggot

Pemuda kelahiran Banyumas, Arky, sejak 2018 telah mempelajari lebih dalam pemanfaatan maggot, untuk membantu pemerintah dan lingkungan sekitar tempat asalnya yang sering mengalami gangguan dalam beraktivitas, karena bau tumpukan sampah yang tidak sedap.

Proses budidaya maggot dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah organik, kemudian diolah menjadi bubur sampah melalui mesin pencacah sampah.

Setelah beberapa waktu, maggot yang siap panen akan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama akan dijual ke petani ikan, dan yang kedua akan dikeringkan untuk kemudian dijadikan pakan ternak.

Selain itu, maggot juga mengubah dan memproses bubur sampah menjadi pupuk organik. Pupuk lantas dijual kepada petani setempat.

Pupuk organik hasil dari pengolahan maggot dan maggot itu sendiri juga berperan dalam bidang pertanian dan peternakan karena kandungan proteinnya yang lebih banyak daripada pupuk kimia dan pelet ternak biasa.

Program tersebut juga bermitra dengan lebih dari 130 pembudidaya maggot yang mengolah lebih dari 8.000 hunian, dan 72 instansi.

Hal ini berhasil membuka lapangan kerja bagi penduduk sekitar, baik di bidang pengolahan bubur sampah maupun penjualan maggot. Upaya tersebut yang membuat Arky terpilih menjadi penerima apresiasi 12thSATU Indonesia Awards 2021 bidang lingkungan.

Pada tahun ini, SATU Indonesia Awards kembali menjaring anak muda di seluruh penjuru Indonesia yang tak kenal lelah memberikan manfaat bagi sekitarnya. Apresiasi diberikan kepada lima anak bangsa atas setiap perjuangan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Teknologi serta satu kategori kelompok yang mewakili kelima bidang tersebut.

Penerima apresiasi tingkat nasional akan mendapatkan dana bantuan kegiatan sebesar Rp65 juta serta pembinaan kegiatan. Selain itu, Astra juga memberikan apresiasi di tingkat provinsi.    

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1699261029525_1699261043

Saintek

Pengelolaan Sampah Organik dengan Maggot: Solusi Ramah Lingkungan dan Menguntungkan

Mediana.id -  Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan, sayuran, buah, daun, dan bahan-bahan alami lainnya. Sampah organik merupakan jenis sampah yang paling banyak d
1663328801146_1663329063

Share and Care

Astra Dukung Revitalisasi Teras Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB

SIAPBELAJAR.COM - Dalam upaya meningkatkan kualitas talenta pemuda di institusi pendidikan dalam negeri, Astra dukung revitalisasi prasarana teras Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut
1661211621791_1661211722

Saintek

Inilah Pemenang Astranauts 2022, Kompetisi Inovasi Digital dan Teknologi untuk Mahasiswa & Startup

SIAPBELAJAR.COM - Selama 65 tahun berkiprah di Indonesia, inovasi menjadi budaya yang melekat dalam setiap langkah perjalanan bisnis Astra. Pada Senin (22/8), Astra melalui Astranauts memberikan apres
1659740517522_1659740601

Ekonomi

Wow! Ada Claw Machine di Stasiun MRT Setiabudi Astra, Jakarta.

SIAPBELAJAR.COM - Mewarnai rangkaian perjalanan perayaan HUT ke-65 Astra, kolaborasi bersama dengan Arkiv menjadi sebuah karya yang ditunggu-tunggu. Beragam ekspresi yang menggambarkan perasaan senan
1659571663043_1659571815

Ekonomi

Es Gak Beres, Wirausaha Muda Kreatif & Inspiratif

SIAPBELAJAR.COM -  Adalah Yudi Efrinaldi, perintis Es Gak Beres yang Sangat Beres di Kabupaten Asahan Sumatra Utara. Ia mengawali usahanya dengan berjualan menggunakan gerobak kecil di pinggir ja