SIAPBELAJAR.COM - Untuk mengenang kembali jasa para pahlawan tidak ada salahnya jika kita melihat film bertema perjuangan.
Banyak sutrada yang mengabadikan kisah
para pahlawan dalam bentuk film. Berikut 5 rekomendasi film yang cocok ditonton
saat hari kemerdekaan.
1. Jenderal Soedirman
Jenderal Soedirman adalah film biopik Indonesia
tahun 2015 yang menceritakan tentang Jendral Soedirman, pemimpin perang gerilya
yang mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia walaupun menderita penyakit
paru-paru.
Film ini disutradarai oleh Viva Westi dan
dibintangi oleh Adipati Dolken, Ibnu Jamil, Baim Wong dll. Film ini tidak
membahas perjuangan para pahlawan dalam memerdekan Indonesia, tetapi justru
perjuangan mereka pasca kemerdekaan.
Film ini juga berfokus dalam mengisahkan perjuangan Jenderal Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang belum stabil dan kuat pada saat itu. Keadaan NKRI pada saat itu masih lemah dan belum memiliki fondasi kepemerintahan yang kuat.
Belum lagi, masih ada banyak ancaman dari pihak
penjajah Belanda, yang saat itu masih menguasai beberapa wilayah di Indonesia
dan berpotensi untuk kembali menyerang dan menjajah Indonesia.
Saat Itu, Belanda menyatakan secara
sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menyatakan
penghentian gencatan senjata. Meskipun demikian, para pejuang kemerdekaan tidak
tinggal diam.
Mereka terus berjuang melawan Belanda yang akan merebut Indonesia kembali.
2. Kartini
Kartini adalah sebuah film biografi tahun
2017 dari tokoh perjuangan emansipasi wanita Indonesia, Kartini.
Film Kartini disutradai okeh Hanung
Bramantyo turut dimeriahkan oleh Dian Sastrowardoyo, Ayushita, Reza Rahadian,
Christine Hakim, Aditya Wirasti dan lain-lain.
Berlatar belakang budaya Jawa saat itu,
film Kartini menceritakan sosok perempuan bernama Kartini (Dian Sastrowardoyo)
yang tumbuh dan besar di lingkungan keraton.
Film Kartini bercerita tentang perjuangan RA Kartini pada awal 1900 Masehi untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama dalam mendapat pendidikan yang tinggi.
3. Bumi Manusia
Film Bumi Manusia merupakan adaptasi novel karya Pramoedya Ananta yang Toer berjudul sama. Digarap Hanung Bramantyo bersama rumah produksi Falcon Pictures, film Bumi Manusia pertama kali rilis di bioskop pada 15 Agustus 2019.
Film Bumi Manusia menceritakan tentang sosok Minke
(Iqbaal Ramadhan), seorang pribumi Jawa toktok yang bersekolah di HBS.
Padahal di masa itu, yang bisa masuk
sekolah HBS hanyalah orang-orang keturunan Eropa. Namun Minke mendapatkan
privilege tersebut karena ia merupakan bangsawan pribumi yang pandai.
Melihat kondisi di sekitarnya, Minke pun gelisah melihat nasib pribumi lain yang tertindas. Ia pun mencoba untuk memperjuangkan nasib pribumi melalui tulisan.
4. Guru Bangsa
Tjokroaminoto Guru Bangsa: Tjokroaminoto
adalah film yang bergenre drama biografi dan ditayangkan pertama kali pada tahun
2015.
Tokoh Tjokroaminoto pada film ini
diperankan oleh Reza Rahardian, Selain itu, film ini juga menghadirkan aktor
dan aktris senior seperti Didi Petet, Christina Hakim, Egi Fedly, dan Alex
Komang.
Disutradarai oleh Garin Nugroho, film ini
bercerita tentang perjalanan hidup Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau lebih
dikenal dengan H.O.S Tjokroaminoto.
Penonton diajak untuk mengikuti kisah kehidupan yang dialami oleh tokoh Tjokroaminoto semasa ia hidup, terutama selama aktivitas nasionalismenya.
Tjokroaminoto prihatin terhadap kondisi masyarakat
pribumi pada masa dulu. Terutama para buruh dan rakyat pribumi yang tersiksa
karena perlakuan kolonial Belanda dimana para kolonial selalu merendahkan dan
semena-mena terhadap pribumi.
Beranjak dewasa, Ia kemudian memutuskan
untuk hijrah mengikuti kata hatinya dan meninggalkan segala bentuk
kebangsawanannya.
Melalui artikel surat kabar dan pidato skala besar, ia sering mengungkapkan keinginannya untuk melawan kolonialisme Belanda dan melindungi penduduk asli yang tertindas.
5. November 1828
November 1828 adalah sebuah film yang
disutradarai oleh Tegu Kariya. Film ini bercerita tentang penduduk desa Jawa
yang memberontak melawan pemerintahan kolonial Hindia Belanda.
Ketika itu, Pangeran
Diponegoro dan para pengikutnya begitu sengit melawan Belanda. November 1928
berhasil memenangkan 7 penghargaan dari Festival Film Indonesia 1979 untuk
kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik,
Sinematografi Terbaik, Tata Artistik Terbaik, Tata Suara Terbaik, dan Tata
Musik Terbaik.
Keluarga
Trending
06 February 2024 - 19:51 wib
24 June 2023 - 10:37 wib
22 June 2023 - 07:26 wib
16 June 2023 - 10:54 wib
22 April 2023 - 14:27 wib