Ilustrasi - Sebelumnya, ijazah sekolah menengah di Indonesia yang diakui Pemerintah Jerman hanya ijazah SMA atau Madrasah Aliyah
SIAPBELAJAR.COM - Ini kabar
gembira bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Bagi yang ingin
kuliah di Jerman, kini pintu terbuka lebar. Pemerintah Jerman telah mengakui
ijazah SMK. Sebelumnya, ijazah sekolah menengah di Indonesia yang diakui Pemerintah
Jerman hanya ijazah SMA atau Madrasah Aliyah.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Berlin, Ardi Marwan, menjelaskan, mulai tahun 2022 peserta didik dari SMK asal Indonesia berkesempatan melanjutkan pendidikan jenjang sarjana atau S-1 di berbagai universitas di Jerman.
Keputusan tersebut dikeluarkan Pemerintah Jerman dalam hal ini oleh The Standing Conference of the Ministers of Education and Cultural Affairs atau KMK. Bukti telah diakuinya ijazah SMK dari Indonesia juga dapat dilihat di situs resmi Anabin, yaitu anabin.kmk.org.
Baca juga: Sudah Diputuskan Pemerintah Tiket Candi Borobudur Tetap
Dengan telah diakuinya
ijazah SMK oleh pemerintah Jerman, diperkirakan jumlah mahasiswa Indonesia yang
studi di Jerman akan mengalami peningkatan yang pesat di tahun-tahun mendatang,
terlebih lagi saat ini Indonesia menghasilkan sekitar 1,5 juta lulusan SMK
setiap tahunnya.
“Para lulusan SMA/MA dari Indonesia yang ingin studi S1 di Jerman disyaratkan untuk mendaftar dan mengikuti program preparatory college atau studienkolleg (STK) selama dua semester di berbagai institusi pendidikan negeri atau swasta di Jerman,” ujar Ardi dalam satu kesempatan.
Adapun syarat mengikuti program STK adalah ijazah SMA/MA dan sertifikat kompetensi bahasa Jerman minimal di level B2.
Menurut Ardi, ada juga institusi yang mempersyaratkan B1 dan C1 namun jumlahnya tidak banyak. “Jadi umumnya level Bahasa Jerman B2 sudah memadai,” tutur Ardi.
Jenis program STK yang diambil bergantung pada program studi S-1 yang menjadi pilihan calon mahasiswa.
Sebagai contoh, untuk program teknik, sains dan matematika, jenis program STK yang diambil adalah T. Berbeda dengan program bisnis, ilmu sosial dan ekonomi, program STK-nya adalah W. Program kedokteran, biologi dan farmasi, mensyaratkan program STK dengan kode M, sementara untuk program humaniora, desain/seni, program STK-nya adalah G. Terakhir, untuk program/jurusan bahasa, program STKnya adalah S.
Usai menempuh studienkolleg selama dua semester, para peserta wajib mengikuti asesmen akhir yang disebut Feststellungsprüfung (FSP). Setelah lulus FSP, maka calon mahasiswa bisa mendaftar dan menempuh studi S-1 di kampus tujuan.
Peraturan Masuk Perguruan Tinggi Indonesia Berbeda dengan Jerman
Hingga kini, diterangkan Atdikbud Ardi, hampir semua universitas negeri di Jerman menerapkan kebijakan no tuition fee kepada seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional.
Sedikit berbeda dengan SMA/MA, calon mahasiswa
yang akan mendaftar dengan ijazah SMK harus sudah menempuh studi di universitas
di Indonesia selama satu tahun baru kemudian mendaftar program STK.
Persyaratan ikut program STK tidak berlaku jika calon mahasiswa pemegang ijazah SMA dan SMK telah menempuh pendidikan program sarjana di Indonesia selama minimal empat semester atau dua tahun.
“Dengan kata lain, mereka langsung dapat mendaftar
pada program sarjana yang menjadi tujuan studinya di Jerman,” ucap Ardi.
Ardi menyebutkan, saat ini terdapat sekitar delapan ribu pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Jerman.
Selain terkenal dengan biaya pendidikan yang murah, Jerman juga menawarkan keindahan alam dan berbagai fasilitas publik inklusif yang dapat diakses seluruh masyarakat.
Mahasiswa yang studi di Jerman juga mendapatkan
kesempatan untuk kerja paruh waktu dan yang paling menarik adalah setelah
menyelesaikan pendidikannya, mereka diberikan kesempatan untuk mencari kerja di
Jerman. ***
Saintek
Ekonomi
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib