SIAPBELAJAR.COM - Riuh bunyi gamelan dan sorak sorai ribuan penonton kini
kembali menggema di Taman Budaya Provinsi Bali yang terletak di Jalan Nusa
Indah, Kota Denpasar, sebagai penanda sedang digelarnya Pesta Kesenian Bali.
Pesta kesenian terbesar yang digelar Pemerintah Provinsi Bali sejak Tahun 1978 itu sempat tidak dilaksanakan pada 2020 karena pandemi COVID-19.
Tontonan Gratis yang Beredukasi
Saat ini, wisatawan mancanegara dan domestik, maupun masyarakat Bali, sudah dapat kembali dengan leluasa berpesta menikmati suguhan seni unggulan nan apik itu secara langsung.
Berbagai pergelaran seni unggulan yang disuguhkan para seniman Pulau Dewata dan sejumlah daerah di Pulau Jawa bisa disaksikan secara gratis dalam ajang Pesta Kesenian Bali ke-44 yang dihelat selama satu bulan pada 12 Juni-10 Juli 2022.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian saat membuka PKB ke-44 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi (12/6) pun menyatakan salut dengan langkah berani Bali yang kembali berpesta dengan keseniannya.
Kemeriahan Pesta Kesenian Bali tahun ini telah tampak mulai dari acara peed aya (pawai) yang melibatkan sedikitnya 2.400 seniman pada 12 Juni 2022, dengan disaksikan ribuan penonton. Peserta pawai tak saja melibatkan perwakilan sembilan pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Bali, namun juga datang dari kalangan perguruan tinggi dan sekolah, perbankan hingga kalangan swasta.
Antusis Masyarakat
Dahaga masyarakat Bali akan kesenian itu pun berlanjut terobati dalam pergelaran perdana PKB ke-44 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali. Panggung dengan kapasitas 8.000 penonton itu pun penuh sesak.
Demikian pula dalam setiap pergelaran Gong Kebyar dan Baleganjur, jumlah penonton selalu membeludak, meskipun beberapa kali pentas di ruang terbuka itu harus berpadu dengan kilatan cahaya petir dan tetesan air hujan.
Pesta Kesenian Bali ke-44 itu mengambil tema "Danu Kerthi: Huluning Amreta" yang dimaknai sebagai pemuliaan air sebagai sumber kehidupan. Tahun ini melibatkan 16.150 seniman dan 200 sanggar, sekaa dan komunitas seni.
Materi pokok adalah Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kandarupa (Pameran), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), dan Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni). Tidak hanya diisi seniman dari berbagai daerah di Bali, Pesta Kesenian Bali untuk tahun ini juga diikuti partisipasi luar daerah, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua, Batak, Lombok Sasak dan Betawi
Kali ini juga menampilkan Gong Kebyar Legendaris Mebarung, Gong Kebyar Gladag (Kota Denpasar) tampil bersama Gong Kebyar Pinda Gianyar, Gong Kebyar Perean Kangin (Tabanan) dengan Gong Kebyar Peliatan (Gianyar), dan Gong Kebyar Sibang Gede (Badung) tampil dengan ISI Denpasar.
Untuk lomba, terdiri dari lomba baleganjur tingkat remaja, barong ket, taman penasar, gender wayang, desain dan peragaan busana kerja adat Bali, busana casual, dan busana pengantin modifikasi.
Baca juga: Serbuan Calon Mahasiswa Asing ke UMY
Seiring Bergeliatnya Ekonomi
Sejalan dengan tumbuhnya semangat berkesenian untuk membangkitkan perekonomian masyarakat Bali, maka PKB kali ini disertai dengan Pameran lndustri Kecil dan Menengah (IKM) Bali Bangkit yang dikoordinasikan oleh Dekranasda Provinsi Bali.
Pameran IKM Bali Bangkit menampilkan capaian karya seni kerajinan terbaik, sebagai perwujudan budaya kerakyatan untuk menyejahterakan masyarakat Bali. Pameran yang telah dilaksanakan sejak 2021 itu menampilkan berbagai koleksi kain tenun endek dan tenun songket Bali, busana berbahan endek dan songket, serta baju kebaya.
Ada juga koleksi kain ikat batik dengan menggunakan pewarna alami, beragam bentuk perhiasan emas dan perak, koleksi kerajinan anyaman berbahan bambu, rotan, batok kelapa, lukisan wayang kamasan, berbagai produk furnitur atau mebel yang artistik.
Selain pameran IKM Bali Bangkit juga disajikan pameran seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi. Peserta merupakan seniman Bali terpilih. Kurator memilih seniman melalui pengamatan karya, kunjungan langsung ke studio atau sanggar/komunitas, serta mempertimbangkan capaian kreativitas dan pengalaman pameran.
Pameran karya seni rupa dari berbagai macam gaya, meliputi Gaya Batuan, Pengosekan, Padangtegal, Penestanan, Kerambitan, Nagasepaha, Singapadu, Nyuh Kuning, Ubud, Keliki, Kamasan, Tegallalang, Sukawati, Mas dan Peliatan.
Pesta Kesenian Bali pada 2022 ini semakin istimewa, sebab dua agenda seni tradisi lainnya juga dilaksanakan dalam waktu hampir berbarengan, yakni Bali World Cultural Celebrations (BWCC) yang digelar 12-25 Juni 2022 dan Jantra Tradisi Bali mulai 20 Juni-6 Juli 2022.
Tidak hanya PKB, BWCC dan Jantra Tradisi Bali, wisatawan yang berlibur ke Provinsi Bali juga dapat menikmati tujuh kegiatan budaya unggulan dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022, termasuk PKB 2022 yang berlangsung pada 12 Juni hingga 10 Juli 2022.
Trending
Trending
Trending
Trending
Trending
06 February 2024 - 20:07 wib
14 August 2023 - 07:35 wib
14 August 2023 - 07:27 wib
10 August 2023 - 13:09 wib
09 August 2023 - 11:28 wib