Krisis Pangan Mengintai, Bagaimana Antisipasi Pemerintah?

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1655779551951_1655779563

Presiden menginstruksikan agar harga komoditas pangan terjangkau oleh masyarakat bawah

SIAPBELAJAR.COM – Krisis pangan dan energi melanda beberapa negara di dunia. Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk mewaspadai situasi dunia yang tidak dalam kondisi normal serta mengantisipasi terjadinya krisis.

Saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP), di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/06/2022), Presiden menyebutkan, krisis energi, pangan, dan krisis keuangan sudah mulai melanda beberapa negara.

“Ada kurang lebih 60 negara yang dalam proses menghadapi tekanan karena utang, sehingga menekan ekonominya, tidak ada devisa, dan masuk pada yang namanya krisis ekonomi, krisis keuangan negara itu,” tuturnya.

Baca jugaGubernur Anies: Jadikan Budaya Bersepeda ke Sekolah

Untuk itu, Presiden meminta jajarannya proaktif menyampaikan perkembangan situasi global saat ini kepada masyarakat, termasuk krisis yang memicu kenaikan harga komoditas pangan dan energi. Rakyat harus tahu, kalau dibandingkan negara lain, posisi Indonesia saat ini masih pada kondisi yang sangat baik.

Dalam kesempatan tersebut Presiden mengingatkan jajarannya untuk melakukan penghematan, sekaligus mencegah ternyata terjadinya kebocoran pada dua sektor tersebut.

“Mana yang bisa diefisiensikan, mana yang bisa dihemat, kemudian mana kebocoran-kebocoran yang bisa dicegah, semuanya harus dilakukan posisi-posisi seperti ini,” tandasnya.

Jangan Bergantung Subsidi

Pertamina dan PLN yang merupakan Badan Usaha Milik Negara diingatkan untuk melakukan efisiensi, dan tidak hanya bergantung dari subsidi pemerintah.

“Terkait dengan krisis energi, baik itu yang namanya BBM, gas, solar, pertalite, pertamax, listrik, jangan sampai terlalu mengharapkan, utamanya Pertamina, terutama juga PLN, terlalu mengharapkan dan kelihatan sekali hanya mengharapkan subsidinya di Kementerian Keuangan. Mestinya di sana juga ada upaya-upaya efisiensi. Jadi dua-duanya berjalan,” papar Presiden.

Hal lain yang diingatkan adalah harga komoditas pangan dan energi di masyarakat bawah harus tetap stabil dan terjangkau, termasuk minyak goreng. Presiden menginstruksikan agar harga komoditas pangan terjangkau oleh masyarakat bawah.

“Walaupun beban fiskal kita berat, pemerintah sudah berkomitmen untuk terus memberikan subsidi kepada masyarakat bawah, baik yang berkaitan dengan BBM, pertalite, dan solar, yang berkaitan dengan gas dan listrik. Ini yang terus harus kita jaga,” ujarnya. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690340331780_1690340447

Seniraga

FIFA Minta Rumput JIS Diganti, Ini Alasannya

Mediana.id - Jakarta International Stadium (JIS) merupakan stadion terbaru di Indonesia yang menjadi salah satu venue penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023. Namun, stadion ini mendapat kritik dari Fed
1658644409940_1658644602

Keluarga

Tips Menghilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya

SIAPBELAJAR.COM - Sayuran yang satu ini mungkin belum seberapa familiar bagi sebagian orang, akan tetapi bagi para pecinta sayuran wajib hukumnya makan sayur daun pepaya. Selain rasanya enak bila dio
16;9 (8)_1657582893

Ekonomi

Indonesia Konsumsi Mie 12,64 Miliar Bungkus Per Tahun, Tiongkok & Hong Kong 46,35 Miliar

SIAPBELAJAR.COM - World Instant Noodles Association pada 2020 menempatkan Indonesia sebagai negara kedua terbanyak di dunia dalam hal konsumsi mie. Tak kurang 12,64 miliar bungkus dalam setahun diko
1655779551951_1655779563

Ekonomi

Krisis Pangan Mengintai, Bagaimana Antisipasi Pemerintah?

SIAPBELAJAR.COM – Krisis pangan dan energi melanda beberapa negara di dunia. Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk mewaspadai situasi dunia yang tidak dalam kondisi normal serta m