Ilustrasi - Kepunahan bahasa terjadi karena para penuturnya tidak lagi menggunakan bahasa tersebut
SIAPBELAJAR.COM - Indonesia mempunyai
ratusan bahasa daerah yang digunakan masyarakat dari ujung barat sampai ujung timur.
Dari Sabang sampai Merauke ada 718 bahasa daerah yang biasa dipakai dalam
percakapan sehari-hari.
Namun, ada beberapa bahasa daerah
yang terancam punah. Pada 2019, misalnya, ada 11 bahasa daerah yang sudah punah
dan terjadi penurunan tingkat vitalitas bahasa. Ada juga 21 bahasa yang sudah
mengalami kerentanan terancam punah.
Untuk menjaga pelestarian bahasa ibu,
Kemendikbudristek intensif melakukan revitalisasi bahasa daerah. Satu di
antaranya adalah menekankan kepad seluruh pemangku kebijakan untuk melestarikan
bahasa daerah, khususnya bagi para penutur muda agar menjadi penutur aktif,
serta penerapan bahasa daerah dalam muatan lokal (mulok).
Kepala Badan Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) E. Aminudin Aziz mengungkapkan kepunahan bahasa
terjadi karena para penuturnya tidak lagi menggunakan dan/atau mewariskan
bahasa tersebut kepada generasi berikutnya.
“Oleh karena itu, upaya penguatan terhadap bahasa daerah sangat penting bagi generasi muda. Mengutip pernyataan Mendikbudristek bahwa bahasa daerah harus masuk ke dalam kurikulum sebagai mulok dan ini harus jelas (tertulis di dalam kurikulum) di setiap daerah,” tuturnya dalam satu kesempatan.
Terapkan Mulok Menyeluruh
Sementara itu, Kepala Balai
Bahasa Provinsi Jawa Barat, Syarifuddin menegaskan, pihaknya mendukung agar
mulok bahasa daerah dapat diterapkan secara menyeluruh di Jawa Barat. “Dukungan
kami adalah memfasilitasi pelatihan, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,
dan menyiapkan buku bahan ajar untuk penguatan materi dalam pelajaran mulok,”
terangnya.
Menurutnya, saat ini baru ada
sebagian dinas pendidikan kabupaten/kota di Jawa Barat yang memiliki regulasi
yang mengatur kurikulum tentang mulok di wilayahnya. “Untuk peraturan daerah
(provinsi) sudah ada, rekan-rekan guru dan MGMP yang saya lihat terus
berkoordinasi agar implementasi kurikulum mulok di satuan pendidikan dapat
diterapkan,” tandasnya.
Salah satu ikhtiar yang dilakukan
di antaranya menggelar acara Koordinasi Pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah,
melibatkan dinas pendidikan kabupaten/kota se-provinsi Jawa Barat, para
pakar/maestro, dan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda SMP.
“Kami lakukan koordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pemangku kebijakan karena sasaran program ini adalah tunas bahasa Ibu dan mereka berada di bawah naungan sekolah yang kewenangannya ada di dinas pendidikan setempat. Jadi, kami kuatkan dulu konsolidasi di tingkat ini bersama guru MGMP,” terangnya. ***
Trending
Trending
Trending
Ekonomi
Share and Care
06 February 2024 - 20:07 wib
14 August 2023 - 07:35 wib
14 August 2023 - 07:27 wib
10 August 2023 - 13:09 wib
09 August 2023 - 11:28 wib