SIAPBELAJAR.COM - Robot ikan atau Robo-Fish ini dikembangkan
oleh para ilmuan di Universitas Sichuan, China. Robo-fish ini diharapkan dapat
mengurangi polusi di laut, dengan cara berenang dan menyerap mikroplastik di
area sekitar dalam tubuhnya yang lembut dan fleksibel.
Mikroplastik merupakan miliaran partikel plastik kecil yang terfragmentasi dari sampah-sampah plastik besar, seperti botol air, ban mobil, dan kaos sintetis.
Meskipun ukurannya yang kecil, mikroplastik merupakan salah
satu masalah lingkungan terbesar di abad kke-21 dikarenakan cukup sulit untuk
menghilangkannya.
Baca Juga : Dehidrasi Dapat Sebabkan Terjadinya Gagal Ginjal
Tak ada yang tahu persis berapa banyak plastik di lautan
dunia. Angka terbaru yang diterbitkan pada tahun 2015 memperkirakan bahwa
antara 4,8 hingga 12,7 juta ton plastik masuk ke laut setiap tahun
“Sangat penting untuk
mengembangkan robot dengan akurasi tinggi untuk mengumpulkan dan mengambil
sampel polutan mikroplastik yang merugikan dari lingkungan perairan,” ucap Yuyan Wang, salah satu ilmuan Universitas
Sichuan.
Para peneliti di universitas Sicchuan telah berhasil
mengungkap solusi inovatif untuk melacak polutan ini.
Robo-fish kecil nantinya dapat berenang sendiri, menempel
pada mikroplastik yang mengambang bebas, dan memperbaiki dirinya sendiri jika
terpotong atau rusak selama beroperasi.
Ikan robo hanya memiliki panjang 13 mm. Berkat sistem laser ringan di ekornya, ikan ini berenang dan mengepak hampir 30 mm per detik, mirip kecepatan plankton di air bergerak.
Bentuk robotnya pun sebagian terinsipirasi
oleh kehidupan laut. Tubuhnya menggunakan struktur yang mirip dengan bahan
alami yang kuat dan fleksibel, seperti yang ditemukan di permukaan bagian dalam
cangkang induk mutiara (mother of pearl).
Baca juga : Revitalisasi: Aksi Kolektif untuk Laut, Selamat Hari Laut Sedunia 2022
Tubuhnya juga mengandung molekul yang sedikit bermuatan negatif dan dapat menarik bagian mikroplastik bermuatan positif. Itu berarti, robot sangat lengket, jadi tak perlu terlalu dekat untuk bisa menyentuh setiap mikroplastik untuk mengumpulkannya.
Saat ini tim hanya menguji ikan pada
mikroplastik yang mengapung di air. Tes berikutnya adalah melihat apakah robot
dapat menarik platik di area yang menantang seperti dasar laut.
Para ilmuan telah membuktikan konsep robot ikan itu berhasil digunakan, mereka akan mengembangkan kemampuannya untuk menyelam lebih dalam dan membawa lebih banyak mikroplastik keluar dari laut.
Trending
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib