Para Ahli kembangkan Robot Ikan Sebagai Solusi dari Masalah Polusi mikroplastik di laut

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1655987658548_1655987766

Polusi mikroplastik di laut

SIAPBELAJAR.COM - Robot ikan atau Robo-Fish ini dikembangkan oleh para ilmuan di Universitas Sichuan, China. Robo-fish ini diharapkan dapat mengurangi polusi di laut, dengan cara berenang dan menyerap mikroplastik di area sekitar dalam tubuhnya yang lembut dan fleksibel.

Mikroplastik merupakan miliaran partikel plastik kecil yang terfragmentasi dari sampah-sampah plastik besar, seperti botol air, ban mobil, dan kaos sintetis.

Meskipun ukurannya yang kecil, mikroplastik merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar di abad kke-21 dikarenakan cukup sulit untuk menghilangkannya.

Baca Juga : Dehidrasi Dapat Sebabkan Terjadinya Gagal Ginjal 

Tak ada yang tahu persis berapa banyak plastik di lautan dunia. Angka terbaru yang diterbitkan pada tahun 2015 memperkirakan bahwa antara 4,8 hingga 12,7 juta ton plastik masuk ke laut setiap tahun

“Sangat penting untuk mengembangkan robot dengan akurasi tinggi untuk mengumpulkan dan mengambil sampel polutan mikroplastik yang merugikan dari lingkungan perairan,”  ucap Yuyan Wang, salah satu ilmuan Universitas Sichuan.

Para peneliti di universitas Sicchuan telah berhasil mengungkap solusi inovatif untuk melacak polutan ini.

Robo-fish kecil nantinya dapat berenang sendiri, menempel pada mikroplastik yang mengambang bebas, dan memperbaiki dirinya sendiri jika terpotong atau rusak selama beroperasi.

Ikan robo hanya memiliki panjang 13 mm. Berkat sistem laser ringan di ekornya, ikan ini berenang dan mengepak hampir 30 mm per detik, mirip kecepatan plankton di air bergerak.

Bentuk robotnya pun sebagian terinsipirasi oleh kehidupan laut. Tubuhnya menggunakan struktur yang mirip dengan bahan alami yang kuat dan fleksibel, seperti yang ditemukan di permukaan bagian dalam cangkang induk mutiara (mother of pearl).

Baca juga : Revitalisasi: Aksi Kolektif untuk Laut, Selamat Hari Laut Sedunia 2022 

Tubuhnya juga mengandung molekul yang sedikit bermuatan negatif dan dapat menarik bagian mikroplastik bermuatan positif. Itu berarti, robot sangat lengket, jadi tak perlu terlalu dekat untuk bisa menyentuh setiap mikroplastik untuk mengumpulkannya.

Saat ini tim hanya menguji ikan pada mikroplastik yang mengapung di air. Tes berikutnya adalah melihat apakah robot dapat menarik platik di area yang menantang seperti dasar laut.

Para ilmuan telah membuktikan konsep robot ikan itu berhasil digunakan, mereka akan mengembangkan kemampuannya untuk menyelam lebih dalam dan membawa lebih banyak mikroplastik keluar dari laut. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1660388946480_1660389127

Trending

Air Hujan di Yogyakarta Telah Tercemar Mikroplastik

SIAPBELAJAR.COM - Tim PKM-RE Program Studi Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melakukan penelitian terhadap mikroplastik. Dari peneletian tersebut mereka menemukan mikroplastik pada a
1655987658548_1655987766

Saintek

Para Ahli kembangkan Robot Ikan Sebagai Solusi dari Masalah Polusi mikroplastik di laut

SIAPBELAJAR.COM - Robot ikan atau Robo-Fish ini dikembangkan oleh para ilmuan di Universitas Sichuan, China. Robo-fish ini diharapkan dapat mengurangi polusi di laut, dengan cara berenang dan menyer