Guru Penggerak Beri Paradigma Baru dalam Mendidik

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1656038253169_1656038309

Dalam kurikulum merdeka, 25 persen waktu pembelajaran dilakukan dengan kegiatan di luar kelas atau proyek

SIAPBELAJAR.COM – Para guru yang telah menjalani pendidikan sembilan bulan dalam program guru penggerak mengaku tersadarkan atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan selama mengajar. Mereka mengaku mendapat paragidma baru dalam mendidik.

Selama ini guru mengajari murid, padahal semestinya menghamba murid, artinya memenuhi keinginan murid dalam belajar. Bukan memaksa murid untuk paham dan dapat nilai tinggi, tapi seharusnya menuntun murid untuk menemukan minat, bakat, dan kompetensinya.

Guru penggerak dari SMP Negeri 7 Makassar, Nasmur, mengatakan, pendidikan guru penggerak menjadikan ia dan rekannya menghamba para murid. Kalimat menghamba pada murid yang ia kutip dari Ki Hadjar Dewantara, artinya guru bukan mengajari murid, tapi lebih kepada memenuhi keinginan murid dalam belajar.

Baca jugaModul Kurikulum Pendidikan Antikorupsi

Nasmur mengatakan, pendidikan guru penggerak dan penerapan kurikulum merdeka di sekolah menjadi dua kebijakan yang selaras dan sejalan. Menjadi guru penggerak dan menggunakan kurikulum merdeka dirasakan Nasmur memberi sudut pandang baru pada anak. Jika biasanya kelas sunyi, sekarang, kata dia, anak-anak berlomba untuk menyampaikan pendapatnya.

“Saya tidak pernah menyangka, anak-anak yang biasanya diam, mengamati, sekarang dengan memerdekakan mereka untuk mencari jawaban atas permasalahan dengan berbagai media, dan menyampaikan dengan media yang sesuai, bisa berbicara dengan sangat baik menyampaikan pemikirannya,” jelas Nasmur dalam satu kesempatan.

Guru Penggerak Ubah Pola Pikir

Syahriani Jarimollah, guru penggerak lain di SMP N 7 Makassar, mengatakan hal yang sama. Menurutnya, program guru penggerak telah mengubah pola pikirnya.

Sembilan bulan pendidikan guru penggerak, membentuknya memahami bagaimana cara memperlakukan murid, teknik membuat anak kembali ke ruang belajar, dan bagaimana membuat orang bergerak bersama tanpa disuruh atau dipaksa.

Program guru penggerak yang diterapkan Ani dan Nasmur di SMP N 7 Makassar salah satunya adalah dengan membawa siswa ke luar ruang kelas. Kegiatan yang disebut outing ini, kata Ani, terbukti mempercepat peningkatan semangat anak untuk kembali belajar setelah dua tahun belajar dari rumah. Anak-anak dibawa untuk mencari ilmu baru di tempat-tempat yang berada di luar sekolah.

Dalam kurikulum merdeka, 25 persen waktu pembelajaran dilakukan dengan kegiatan di luar kelas atau proyek. Anak-anak dapat mengerjakan tugas atau proyek dari gurunya dengan mencari tahu langsung di lapangan. Kegiatan seperti ini, kata Ani, adalah bentuk layanan guru kepada siswa yang diibaratkannya sebagai pelanggan.

Menurut Ani, kebutuhan alat dan sarana dalam pembelajaran selama ini begitu membelenggu guru untuk berkreativitas. Setelah menjadi guru penggerak, pola pikirnya berubah menjadi berbasis aset. Pembelajaran tidak berhenti karena alat dan sarana tidak tersedia, namun setiap aset yang ada di sekitar bisa jadi alat atau sarana pembelajaran. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1677681892088_1677681911

Saintek

Kemenag Segera Gelar Seleksi Akademik Pendidikan Profesi Guru Madrasah

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Agama akan segera menggelar Seleksi Akademik Pendidikan Profesi Guru (PPG) Madrasah. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah M Zain mengatakan, seleksi akan
1676249005371_1676249028

Saintek

Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan V, 7931 Guru Dinyatakan Lulus

SIAPBELAJAR.COM - Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 5 secara resmi ditutup oleh Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebud
1675734982126_1675735002

Saintek

Cerita Inovatif Guru Bikin Aplikasi untuk Permudah Siswa Belajar

SIAPBELAJAR.COM - Pandemi Covid-19 pada 2020 membuat sejumlah pihak, termasuk guru melakukan inovasi dengan berfikir kreatif untuk tetap melakukan proses belajar mengajar.Mengingat proses belajar meng
1669355304142_1669355329

Saintek

Sejarah Hari Guru Nasional 25 November

SIAPBELAJAR.COM - Sejarah Hari Guru Nasional 25 November berawal dari penghormatan pemerintah di era Presiden ke-2 Indonesia Soeharto kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).Penghormatan ini t
1669349373511_1669349473

Saintek

Nasib Guru Honorer dari Gajih Kecil Sampai Terjerat Pinjol

SIAPBELAJAR.COM – Berjuta jasa guru bagi bangsa Indonesia.  Pahlawan tanpa tanda jasa. Begitu julukan yang sering disematkan kepada sosok guru. Karena jasa besar mereka mendidik anak-anak Indon