Rabies: Penyakit Mematikan yang Bisa Dicegah

A. Fateeh

Penulis : A. Fateeh
Editor : A. Fateeh

0

0

Share and Care
1686991193809_1686991264

Bahaya Rabies

Mediana.id - Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang otak dan sistem saraf. Penyakit ini bisa menular ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi rabies, seperti anjing, kucing, kelelawar, atau kera. Jika tidak segera ditangani, rabies bisa menyebabkan kematian.

Rabies merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi ancaman di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, sejak tahun 2008 hingga 2020, terdapat 1.076 kasus rabies pada manusia dengan angka kematian mencapai 99%. Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara merupakan daerah endemis rabies di Indonesia.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala, penanganan, dan pencegahan rabies agar kita bisa terhindar dari penyakit ini.

Gejala Rabies

Gejala rabies bisa bervariasi pada setiap orang. Namun, umumnya gejala ini muncul dalam waktu 30-90 hari setelah terpapar virus rabies. Gejala awal yang bisa muncul antara lain:

  • Demam
  • Menggigil
  • Kesemutan di sekitar luka gigitan atau cakaran
  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Hilang nafsu makan

Gejala awal ini biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga seminggu. Setelah itu, gejala lanjutan bisa muncul, seperti:

  • Gelisah
  • Bingung
  • Halusinasi
  • Agresif
  • Sulit menelan
  • Takut air (hidrofobia)
  • Kejang
  • Koma

Gejala lanjutan ini menandakan bahwa virus rabies sudah menyebar ke otak dan sistem saraf. Pada tahap ini, kemungkinan untuk sembuh sangat kecil dan kematian bisa terjadi dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari.

Penanganan Rabies

Penanganan rabies harus dilakukan secepat mungkin setelah terpapar virus rabies. Jika Anda digigit atau dicakar hewan yang diduga terinfeksi rabies, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Cuci luka gigitan atau cakaran dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit.
  • Oleskan antiseptik yang mengandung alkohol 70% atau povidone iodine ke luka tersebut.
  • Segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Di rumah sakit, dokter akan membersihkan luka Anda dan memberikan suntikan serum anti rabies (SAR) dan vaksin anti rabies (VAR). SAR bertujuan untuk memberikan antibodi sementara untuk melawan virus rabies. VAR bertujuan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi sendiri.

Jumlah dan jadwal pemberian SAR dan VAR akan disesuaikan dengan kondisi Anda. Umumnya, VAR diberikan sebanyak 4 kali dengan jarak waktu 0 hari (hari pertama), 3 hari, 7 hari, dan 14 hari setelah terpapar virus rabies.

Pencegahan Rabies

Rabies adalah penyakit yang bisa dicegah dengan cara-cara berikut:

  • Memberikan vaksinasi rutin pada hewan peliharaan Anda, terutama anjing dan kucing.
  • Menghindari kontak dengan hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak dikenal.
  • Menggunakan sarung tangan jika harus menangani hewan yang sakit atau mati.
  • Melaporkan adanya hewan yang diduga terinfeksi rabies ke dinas kesehatan setempat.
  • Mendapatkan vaksinasi pra-pajanan jika Anda berisiko tinggi terpapar virus rabies, misalnya karena pekerjaan atau hobi.

Rabies adalah penyakit yang sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Namun, penyakit ini bisa dicegah dengan cara memberikan vaksinasi pada hewan peliharaan dan mendapatkan penanganan segera setelah terpapar virus rabies. Jika Anda mengalami gejala rabies, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Mediana.id

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1687149818859_1687149860

Share and Care

Waspada! Kenali Penyakit Rabies

Mediana.id - Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rabies dan dapat mempengaruhi hewan dan manusia. Rabies pada umumnya ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi.&
1686991193809_1686991264

Share and Care

Rabies: Penyakit Mematikan yang Bisa Dicegah

Mediana.id - Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang otak dan sistem saraf. Penyakit ini bisa menular ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi rabies, sep