Mediana.id - Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rabies dan dapat mempengaruhi hewan dan manusia. Rabies pada umumnya ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi.
Salah satu hewan yang paling terkenal sebagai penyebar rabies adalah anjing. Ternyata penyakit rabies tidak hanya pada anjing saja, tapi bisa juga menyebar kepada kelelawar, kucing dan kera.
Hewan yang berisiko tinggi untuk menularkan rabies umumnya hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin rabies.
Berikut ini adalah beberapa informasi penting tentang rabies:
1. Gejala: Rabies pada anjing biasanya memiliki dua bentuk gejala, yaitu bentuk "agresif" dan "tidak agresif". Pada bentuk agresif, anjing dapat menunjukkan perilaku tidak biasa seperti agresi, kegelisahan, hiperaktivitas, dan kejang. Pada bentuk tidak agresif, anjing mungkin tampak lemas, depresi, atau memiliki perubahan dalam pola makan dan tidur. Keduanya akhirnya berkembang menjadi gejala sistem saraf pusat yang lebih parah, seperti kesulitan menelan, peningkatan air liur, kelemahan otot, dan gangguan perilaku.
2. Penularan: Rabies biasanya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Virus rabies hadir dalam air liur hewan yang terinfeksi dan dapat masuk ke tubuh anjing melalui luka atau goresan kulit. Rabies juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan lendir atau jaringan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti melalui mata, hidung, atau mulut.
3. Pencegahan: Vaksinasi adalah langkah pencegahan yang paling penting untuk rabies pada anjing. Vaksin rabies diberikan kepada anjing secara rutin sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter hewan. Selain itu, menghindari kontak dengan hewan yang tidak dikenal atau liar juga penting untuk mencegah penularan rabies.
4. Diagnosis: Diagnosis rabies pada anjing umumnya didasarkan pada gejala klinis, riwayat vaksinasi, dan pemeriksaan laboratorium. Tes laboratorium seperti tes imunofluoresensi langsung (direct immunofluorescence assay) atau tes PCR (polymerase chain reaction) dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus rabies.
5. Pengobatan: Sayangnya, tidak ada pengobatan yang efektif untuk rabies setelah gejala muncul. Jika anjing terinfeksi rabies, prognosisnya buruk, dan penyakit ini biasanya berakhir dengan kematian. Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti vaksinasi, untuk melindungi anjing dari rabies.
Jika anda memiliki kekhawatiran terkait penyakit rabies pada hewan anda atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan yang berpengalaman.
Gejala terkena gigitan rabies pada manusia
Gejala awal yang muncul pada manusia setelah terkena gigitan hewan yang terinfeksi rabies mungkin mirip dengan gejala penyakit flu atau demam. Namun, seiring berkembangnya infeksi rabies, gejala akan menjadi lebih parah dan mempengaruhi sistem saraf pusat. Berikut adalah gejala yang dapat muncul setelah terkena gigitan anjing rabies pada manusia:
1. Tahap awal (prodromal):
2. Tahap akut (neurologis):
Jika seseorang mengalami gejala-gejala ini setelah terkena gigitan hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, sangat penting untuk segera mencari perawatan medis darurat.
Rabies pada manusia merupakan kondisi yang serius dan hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Share and Care
Share and Care
Religi
Share and Care
Seniraga
05 April 2026 - 21:06 wib
10 August 2023 - 12:55 wib
10 August 2023 - 10:17 wib
10 August 2023 - 10:13 wib
10 August 2023 - 10:10 wib