Popcorn lung dinamakan demikian karena pertama kali ditemukan pada pekerja pabrik popcorn yang terpapar zat kimia bernama diacetyl. Zat ini digunakan untuk memberikan rasa dan aroma mentega pada popcorn. Ternyata, zat ini juga ditemukan dalam beberapa cairan vape, terutama yang beraroma buah-buahan.
Meskipun belum ada kasus pasti popcorn lung akibat vape, namun penelitian menunjukkan bahwa paparan diacetyl dari vape dapat menyebabkan kerusakan paru-paru. Selain itu, vape juga mengandung zat-zat lain yang berpotensi merusak paru-paru, seperti vitamin E acetate, formaldehida, asetaldehida, dan logam berat.
Gejala popcorn lung
Gejala popcorn lung dapat berkembang secara bertahap atau mendadak. Gejala-gejala tersebut antara lain:
- Batuk kering yang tidak kunjung sembuh
- Sesak napas, terutama saat beraktivitas
- Mengi atau suara napas berbunyi
- Nyeri dada atau perut
- Demam
- Berat badan menurun
- Kelelahan
Gejala popcorn lung dapat menyerupai gejala penyakit paru-paru lainnya, seperti asma, bronkitis, atau pneumonia. Oleh karena itu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, terutama jika Anda memiliki riwayat penggunaan vape.
Diagnosis dan pengobatan popcorn lung
Untuk mendiagnosis popcorn lung, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, tes fungsi paru-paru, rontgen dada, CT scan, atau biopsi paru-paru. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan dan paparan zat kimia Anda.
Pengobatan popcorn lung bertujuan untuk mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan paru-paru lebih lanjut. Pengobatan yang mungkin diberikan dokter antara lain:
- Obat antiinflamasi, seperti kortikosteroid oral atau inhalasi
- Obat imunosupresan, seperti siklofosfamid atau azatioprin
- Obat bronkodilator, seperti albuterol atau ipratropium
- Oksigen terapi untuk membantu pernapasan
- Transplantasi paru-paru untuk kasus yang sangat parah
Selain pengobatan medis, Anda juga harus menghindari paparan zat-zat yang dapat memperburuk kondisi paru-paru Anda, seperti asap rokok, debu, polusi udara, atau zat kimia berbahaya. Jika Anda menggunakan vape, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut secepatnya.