Toyota Menarik Kembali Mobil Listrik yang Diproduksinya karena Masalah Roda yang Mungkin Lepas
SIAPBELAJAR.COM - Toyota menarik 2.700 kembali mobil listrik pertama yang diproduksinya secara massal, karena khawatir roda mereka mungkin lepas.
Seorang juru bicara mengatakan bahwa baut pada
roda bZ4X dapat mengendur ke titik di mana roda dapat terlepas dari
kendaraan setelah penggunaan jarak tempuh rendah.
Produsen mobil Subaru rekanan Toyota juga mengatakan, bahwa untuk alasan yang sama akan menarik kembali 403 mobil listrik yang dikembangkan bersama Toyota.
Baca juga: Jadi Dokter dan S2 pada Usia 19 Tahun di Harvard, Ini Cerita Alumnus Unair
Pernyataan Penarikan
Pada hari Jumat, Toyota mengatakan dalam sebuah pernyataan
bahwa mereka telah mengeluarkan imbauan penarikan untuk 2.700 bZ4X SUV di
AS, Eropa, Kanada dan Jepang.
"Jika roda terlepas dari kendaraan saat mengemudi, itu
bisa mengakibatkan hilangnya kendali kendaraan, meningkatkan risiko
kecelakaan" kata juru bicara.
"Tidak ada yang boleh mengemudikan kendaraan ini sampai pemulihan dilakukan" tambah mereka.
Toyota mengatakan telah memberi tahu regulator keselamatan Jepang tentang cacat tersebut pada hari Kamis dan penyebab masalah itu masih dalam penyelidikan.
Pabrikan mobil Jepang lainnya, Subaru juga telah menarik 403 Solterra, mobil listrik pertama yang dikembangkan bersama dengan Toyota, karena kekhawatiran tentang baut yang longgar.
Sebagai Pendatang Baru
Toyota dipandang sebagai pendatang baru di pasar kendaraan
listrik, dibandingkan dengan produsen saingan seperti Tesla, yang meluncurkan
mobil listrik pertamanya 14 tahun lalu.
Toyota meluncurkan bZ4X di Jepang bulan lalu. Mobil tersebut hanya tersedia untuk disewa untuk menghilangkan kekhawatiran pelanggan mengenai kinerja baterai sisa, pemeliharaan dan nilai sisa.
Pemangkasan Produksi
Minggu ini, perusahaan mengatakan akan memangkas jumlah
kendaraan yang rencananya akan diproduksi bulan depan sebesar 50.000 hingga
800.000 karena kekurangan chip komputer dan gangguan pasokan yang disebabkan
oleh pandemi.
Meskipun Toyota saat ini bertujuan untuk memproduksi total
9,7 juta kendaraan di seluruh dunia tahun ini, hal tersebut telah
mengisyaratkan bahwa mungkin Toyota terpaksa akan menurunkan jumlah itu.
Saintek
Saintek
Trending
Trending
Trending
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib