Ilustrasi - Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan faktor keturunan dai orang tua, padahal faktanya tidak begitu
SIAPBELAJAR.COM – Setiap tanggal 29 Juni diperingati sebagai
Hari Keluarga Nasional (Harganas). Peringatan itu merupakan bagian dari upaya
terus menerus untuk meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap
pentingnya keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.
Peringatan Harganas tahun ini mengusung tema “Ayo
Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting”. Pemerintah
berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Ditargetkan,
prevalensi stunting turun dari 30,8 persen tahun 2018 dan 24,4 persen
di tahun 2021 menjadi 14 persen di tahun 2024.
“Pemerintah akan bekerja keras menurunkan stunting,
karena stunting merupakan salah satu hal yang menghambat pertumbuhan,
kemajuan, kesejahteraan, dan kebahagiaan sebuah bangsa,” ujar Sekretaris
Kabinet Pramono Anung saat
memberi sambutan dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29, Rabu
(29/06/2022).
Pramono menilai, keluarga merupakan fondasi penting dalam
pembangunan sebuah bangsa. “Keluarga bahagia akan melahirkan bangsa yang
bahagia. Keluarga sejahtera akan melahirkan bangsa yang sejahtera,” ucapnya.
Mengenal Stunting
Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami stunting. Itu
adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam
waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Tinggi
badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai
faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak
yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.
Padahal, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.
Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan
stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan
sanitasi dan akses air bersih.
Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap
makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam. Bagi
anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein sangat
dianjurkan, di samping tetap membiasakan mengonsumsi buah dan sayur.
Dalam satu porsi makan, setengah piring diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat. ***
Trending
Trending
Keluarga
Trending
Trending
06 February 2024 - 19:51 wib
24 June 2023 - 10:37 wib
22 June 2023 - 07:26 wib
16 June 2023 - 10:54 wib
22 April 2023 - 14:27 wib