SIAPBELAJAR.COM - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan. Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting memiliki potensi besar dalam menurunkan stunting melalui intervensi spesifik, yaitu pola asuh.
Peranan seorang bapak di dalam keluarga harus optimal, selain menafkahi keluarga, seorang bapak dapat mendampingi Ibu dalam mendidik dan mengasuh anak.
Demikian diungkapkan Uu Ruzhanul Ulum, saat menerima audiensi nakhoda BKKBN Jawa Barat, Wahidin beserta Kepala Bappeda Jawa Barat Sumasna, Dinas DP3AKB Jawa Barat, Kepala Dinas Sosial, Dodo Suhendar, Baznas Provinsi Jawa Barat, dan Satgas Percepatan Penurunan Stunting Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung pada Selasa, 26 Juli 2022.
Menurut Uu, pola asuh keluarga menjadi salah satu poin kunci dalam mencegah anak stunting. "Figur Bapak di dalam keluarga kerap kali hanya dikaitkan dengan kewajiban mencari nafkah. Adapun peran pendidik dan pengasuh anak dilimpahkan kepada Ibu. Fenomena ini mengakibatkan adanya ketimpangan di dalam pola asuh keluarga," kata dia.
Padahal, peranan ayah sangat penting dalam pendidikan dan pengasuhan keluarga. Demikian halnya dalam upaya pencegahan stunting lebih dari sekedar pencari nafkah, dituntut berperan aktif dalam setiap upaya mewujudkan keluarga berkualitas.
Wilayah Prioritas Butuh Pengananan Cepat
Berdasarkan keterangan Kepala Bappeda Jawa Barat, Sumasna. Saat ini terdapat 11 kabupaten dan kota dengan kemiskinan ekstrim di Jawa Barat.
Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah dapat memberi program padat karya kepada para suami dari keluarga kurang mampu, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Sementara suami bisa lebih berfokus mendampingi istri dalam membesarkan anak.
Hal tersebut diamaini Wahidin, menurutnya 11 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat harus fokus kepada daerah yang memiliki angka gizi buruk pula.
Selain itu, pemerintah dapat memberdayakan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk membantu mengolah dan mendistribusikan bahan pangan kepada lingkungan masyakarat sekitarnya secara tepat.
Uu yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Barat, berharap Jawa Barat dapat menjadi proyek percontohan bagi provinsi lainnya.
Menurutnya, perlu aksi cepat dalam menentukan wilayah prioritas yang membutuhkan penanganan stunting. Setiap pihak yang terlibat harus berbagi peran dan bergerak secara massif, cepat dan tepat.
Bapak Asuh Anak Stunting
Hasto menerangkan berdasarkan data survei yang mereka terima yakni Status Gizi Indonesia 2021 (SSGI), bahwa perkiraan jumlah balita stunting di Indonesia adalah sebanyak 5.706.435 orang, dengan persebaran antarkabupaten/kota yang beragam.
"Untuk mempercepat upaya penurunan prevalensi balita stunting, BKKBN telah merancang program Bapak Asuh Anak Stunting,” ungkap Hasto
Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) merupakan program gotong royong pentahelix, yakni partisipasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media.
Hasto mengajak kepada Bupati/Wali Kota untuk menggelorakan dan menghimbau para mitra potensial untuk menjadi Bapak Asuh Anak Stunting di kabupaten dan kota masing-masing daerah.
"Adapun bentuk bantuan dari mitra tersebut dapat berupa corporate social responsibilty (CSR), dana persembahan, atau bentuk kepedulian lainnya yang diberikan dengan prinsip prinsip keikhlasan, tanpa ikatan dan seluruh prosedur dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Hasto
Gerakan ini diluncurkan pada Juni 2022 oleh Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dengan mengajak seluruh bupati dan wali kota di Indonesia bersama-sama menggelorakan BAAS
Gerakan ini tertuang dalam surat Nomor 560.a /HL.01.01/G2/2022 yang ditandatangi pada 7 Juni 2022.
Hasto menjelaskan, BAAS merupakan aksi gotong-royong dari mitra, yaitu perusahaan pemerintah, swasta, kelompok masyarakat, dan individu untuk mengentaskan stunting dalam bentuk pemberian bantuan dalam rangka menurunkan kasus anak stunting di Indonesia.
Gerakan ini menyasar bayi berusia di bawah lima tahun (Balita) pada keluarga prasejahtera dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
Ekonomi
Saintek
Saintek
Trending
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib