Anggota Komisi IX DPR RI Turun Gunung Turunkan Stunting di Kota Tasikmalaya

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1660062512683_1660062570

Foto bersama anggota DPR RI Hj. Nurhayati dengan Sekda Kota Tasikmlaya dan 270 Ibu Hamil

SIAPBELAJAR.COM - Dalam rangka penuntasan Stunting di Kota Tasikmalaya BKKBN bersama anggota Komisi lX pada hari selasa kemarin (9/8/2022) menggelar sosialisasi dengan masyarakat bertempat di rumah makan Sambel Hejo di Jalan Letnan Harun Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi lX DPR RI Fraksi PPP  Hj. Nurhayati, Sekda Kota Tasikmalaya Drs. H Ivan Dicksan Hasanudin M.Si, PLT Sekertaris Dinas PPKBP3A Dr. Sarwono, Kepala Dinas PPKBP3A Kota  Tasikmalaya  Dra. Hj Nunung Kartini M.Pd, Kordinator Lapangan, BKKBN Provinsi Jawa Barat Angela Sri Melani Winyarti, S.E, M.M, Danramil, Kapolsek setempat dan 270 ibu hamil.

Kolaborasi

Disampaikan Nurhayati, sebagai mitra kerja BKKBN komisi lX DPR RI, dirinya akan fokus terhadap penurunan stunting terutama di Jawa Barat daerah yang sudah membesarkannya salah satunya Tasikmalaya yang sampai saat ini angka stuntingnya masih banyak.

Dalam hal ini BKKBN, dikatakan Nurhayati, mesti berkolaborasi dengan TNI dan Polri untuk pengawasan dalam upaya penurunan angka stunting, karena personil kedua instansi ini pergerakannya masif ke pelosok negeri

"Jadi kita harapkan dengan adanya bantuan dari TNI dan Polri kasus angka stunting di Indonesia bisa cepat turun terutama di Tasikmalaya dan saat ini pemerintah lebih fokus kepada pencegahan" harapnya.

Dikatakan Nurhayati, hal-hal krusial yang harus disampaikan kepada masyarakat, bahwa pernikahan dini menjadi salah satu penyebab stunting.

"Karena usia belum layak untuk menikah, organ reproduksi ibu yang melahirkan itu rawan melahirkan bayi yang berpotensi stunting” ucapnya.

Terus Dilakukan

Sementara Sekda Kota Tasikmalaya lfan Dicksan Hasanudin mengatakan, Evektivitas penurunan stunting perlu didukung oleh program yang dilaksanakan secara holistik dan terintegrasi secara berkualitas melalui sinergitas dan sinkronisasi antar sektor terkait mengingat pengaruhnya terhadap pembangunan yang signifikan.

"Sebagai bukti kuat pemerintah dalam program percepatan penurunan stunting sudah tertuang pada peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting" ujarnya.

1454 angka prevalensi stunting tingkat provinsi tahun 2021 sebesar 24,576 sedangkan angka prevalensi stunting Kota Tasikmalaya sebesar 14.81 %. Dengan angka ibu hamil kurang energi kronis sebanyak 270 dan angka balita stunting sebanyak 6.263.

Progam yang Disosialisasikan

Sebagai garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting, BKKBN meluncurkan beberapa program yang diperuntukan untuk wilayah kabupaten dan kota mulai dari pembentukan tim pendamping keluarga yang bertugas mendampingi calon pengantin, Ibu hamil, dan fasilitas program lainnya.

Keluarga berencana pemberdayaan perempuan dan perindungan anak Kota Tasikmalaya sudah menjalankan program percepatan penurunan stunting dengan langkah sebagai berikut

1.  Pengumpulan data beresiko stunting bersumber dari pendataan keluarga tahun 2021dengan hasil keluarga beresiko stuntinh sebanyak 76.782 orang.

2.  Penerbitan SK Tim percepatan penurunan Stunting Tingkat Kota Nomor : 476/KEP.323.DPPBKBP3A/2022

Tanggal 20 April 2022 yang ditandatangani oleh Walikota Tasikmalaya .

3.  Penerbitan SK Lokus Stunting Nomor 050.13/Kep.402DPPKBP3A/2022. Tanggal 30 bulan April 2022 sebanyak 20 lofus.

4.  Pementukan tim pendampung keluarga TPK tahun 2021 sebanyak 552 tim atau 1.656 orang.

5.  Pendamping calon pengantin oleh tim pendamping (TPK) sebanyak dua kali kunjungan

6.  Pendamping ibu hamil Keluarga Energi sebanyak 8 kali kunjungan 

7.  Pendampingan ibu pasca melahirkan sebanyak 2 kali kunjungan.

8.  Fasilitasi Kit siap nikah anti stunting bagi 105 keompok PIK R ( sumber dana DAK )tahun 2022 dan pembinaan terhadap Poktan dan POKJA Tribina 

9. Pemberian pulsa sebesar 100.000 terhadap tim pendamping keluarga selama 9 bulan

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1660062512683_1660062570

Trending

Anggota Komisi IX DPR RI Turun Gunung Turunkan Stunting di Kota Tasikmalaya

SIAPBELAJAR.COM - Dalam rangka penuntasan Stunting di Kota Tasikmalaya BKKBN bersama anggota Komisi lX pada hari selasa kemarin (9/8/2022) menggelar sosialisasi dengan masyarakat bertempat di rumah ma
1658927743326_1658927781

Trending

Uu Ruzhanul Ulum: Peran Bapak Penting Turunkan Potensi Stunting

SIAPBELAJAR.COM - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan. Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting memiliki potensi besar dalam menurunkan stunting melalui intervensi spesifik, yaitu pola asuh.
1658293392023_1658293405

Keluarga

TOSS! Melangkah Bersama Turunkan Angka Stunting

SIAPBELAJAR.COM – Pemerintah Kabupaten Garut punya cara dalam menurunkan angka stunting, yaitu melalui TOSS atau Temukan, Obati, Sayangi balita Stunting.Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, dae
1657273787276_1657273804

Trending

Cegah Stunting pada Pertumbuhan Anak

SIAPBELAJAR.COM - Dalam rangka memperingati hari keluarga Nasional (Harganas) ke-29 di medan. BKKBN menggusung acara dengan tema 'Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting'. Presiden Joko Widodo
1657165016344_1657165254

Trending

Walikota Tasikmalaya Targetkan Zero Stunting di 2023

SIAPBELAJAR.COM - Kasus Stunting di Kota Tasikmalaya mencapai 14,84%. Pihak Pemkot Tasikmalaya berupaya memaksimalkan penurunan kasus stunting ditahun 2023 nanti.Stunting adalah kondisi gagal tumbuh p