SIAPBELAJAR.COM - Dalam rangka penuntasan Stunting di Kota Tasikmalaya BKKBN bersama anggota Komisi lX pada hari selasa kemarin (9/8/2022) menggelar sosialisasi dengan masyarakat bertempat di rumah makan Sambel Hejo di Jalan Letnan Harun Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi lX DPR RI Fraksi PPP Hj. Nurhayati, Sekda Kota Tasikmalaya Drs. H Ivan Dicksan Hasanudin M.Si, PLT Sekertaris Dinas PPKBP3A Dr. Sarwono, Kepala Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya Dra. Hj Nunung Kartini M.Pd, Kordinator Lapangan, BKKBN Provinsi Jawa Barat Angela Sri Melani Winyarti, S.E, M.M, Danramil, Kapolsek setempat dan 270 ibu hamil.
Kolaborasi
Disampaikan Nurhayati, sebagai mitra kerja BKKBN komisi lX DPR RI, dirinya akan fokus terhadap penurunan stunting terutama di Jawa Barat daerah yang sudah membesarkannya salah satunya Tasikmalaya yang sampai saat ini angka stuntingnya masih banyak.
Dalam hal ini BKKBN, dikatakan Nurhayati, mesti berkolaborasi dengan TNI dan Polri untuk pengawasan dalam upaya penurunan angka stunting, karena personil kedua instansi ini pergerakannya masif ke pelosok negeri
"Jadi kita harapkan dengan adanya bantuan dari TNI dan Polri kasus angka stunting di Indonesia bisa cepat turun terutama di Tasikmalaya dan saat ini pemerintah lebih fokus kepada pencegahan" harapnya.
Dikatakan Nurhayati, hal-hal krusial yang harus disampaikan kepada masyarakat, bahwa pernikahan dini menjadi salah satu penyebab stunting.
"Karena usia belum layak untuk menikah, organ reproduksi ibu yang melahirkan itu rawan melahirkan bayi yang berpotensi stunting” ucapnya.
Terus Dilakukan
Sementara Sekda Kota Tasikmalaya lfan Dicksan Hasanudin mengatakan, Evektivitas penurunan stunting perlu didukung oleh program yang dilaksanakan secara holistik dan terintegrasi secara berkualitas melalui sinergitas dan sinkronisasi antar sektor terkait mengingat pengaruhnya terhadap pembangunan yang signifikan.
"Sebagai bukti kuat pemerintah dalam program percepatan penurunan stunting sudah tertuang pada peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting" ujarnya.
1454 angka prevalensi stunting tingkat provinsi tahun 2021 sebesar 24,576 sedangkan angka prevalensi stunting Kota Tasikmalaya sebesar 14.81 %. Dengan angka ibu hamil kurang energi kronis sebanyak 270 dan angka balita stunting sebanyak 6.263.
Progam yang Disosialisasikan
Sebagai garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting, BKKBN meluncurkan beberapa program yang diperuntukan untuk wilayah kabupaten dan kota mulai dari pembentukan tim pendamping keluarga yang bertugas mendampingi calon pengantin, Ibu hamil, dan fasilitas program lainnya.
Keluarga berencana pemberdayaan perempuan dan perindungan anak Kota Tasikmalaya sudah menjalankan program percepatan penurunan stunting dengan langkah sebagai berikut
1. Pengumpulan data beresiko stunting bersumber dari pendataan keluarga tahun 2021dengan hasil keluarga beresiko stuntinh sebanyak 76.782 orang.
2. Penerbitan SK Tim percepatan penurunan Stunting Tingkat Kota Nomor : 476/KEP.323.DPPBKBP3A/2022
Tanggal 20 April 2022 yang ditandatangani oleh Walikota Tasikmalaya .
3. Penerbitan SK Lokus Stunting Nomor 050.13/Kep.402DPPKBP3A/2022. Tanggal 30 bulan April 2022 sebanyak 20 lofus.
4. Pementukan tim pendampung keluarga TPK tahun 2021 sebanyak 552 tim atau 1.656 orang.
5. Pendamping calon pengantin oleh tim pendamping (TPK) sebanyak dua kali kunjungan
6. Pendamping ibu hamil Keluarga Energi sebanyak 8 kali kunjungan
7. Pendampingan ibu pasca melahirkan sebanyak 2 kali kunjungan.
8. Fasilitasi Kit siap nikah anti stunting bagi 105 keompok PIK R ( sumber dana DAK )tahun 2022 dan pembinaan terhadap Poktan dan POKJA Tribina
9. Pemberian pulsa sebesar 100.000 terhadap tim pendamping keluarga selama 9 bulan
Trending
Trending
Keluarga
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib