Benarkan Calistung Jadi Syarat Masuk SD

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1656658367640_1656658399

Ilustrasi anak sedang belajar calistung

SIAPBELAJAR.COM - Tahun ajaran baru merupakan hal yang menjadi pemikiran setiap orangtua, para orangtua biasanya mulai gelisah terkait pendidikan anak, terlebih jika sang buah hati belum bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Perkembangan anak yang terlihat begitu tertinggal dari teman-temannya membuat orangtua takut anaknya tidak bisa masuk sekolah dasar (SD) yang diidamkan.

Jika ditinjau lebih dalam lagi, ketakutan tersebut tak lepas dari anggapan masyarakat bahwa calistung adalah "tiket" masuk SD. Akibatnya, tak jarang orangtua berbondong-bondong memasukkan anaknya ke tempat les untuk memacu kemampuan calistung.

Bukan Syarat Masuk SD

Sejauh ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tidak mengatur secara eksplisit tentang calistung sebagai syarat masuk SD.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 67 Tahun 2013.

Dosen dan content writer Paudpedia Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Ristek Ifina Trimuliana mengatakan, pemerintah telah menyusun serangkaian program tentang kesiapan anak bersekolah sesuai tahapan perkembangannya.

“Di dalamnya tidak ada satu kalimat pun yang menekankan bahwa calistung adalah hal pokok sebagai syarat masuk SD,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (28/6/2022).

Baca jugaTrend Belajar ke Amerika Serikat Meningkat

Ifina juga menekankan, perkembangan anak usia dini berbeda dengan usia lainnya. Sebab, mereka berada pada masa golden age atau masa emas perkembangan membutuhkan stimulasi yang tepat.

“Yang harus diingat, pembelajaran di satuan PAUD tidak boleh disamakan dengan tingkat SD di kelas tinggi yang memang diharapkan sudah mahir calistung,” tegasnya.

Menurutnya, calistung bagi anak usia dini berada pada tahap “perkenalan”. Oleh karenanya, “mengenalkan” berbeda dengan “mengajarkan”.

Dalam tahap mengenalkan, tidak ada tuntutan anak harus mahir pada saat itu juga. “Yang terpenting, pengenalan harus dilakukan sesuai dengan tahapan usianya. Kuncinya, anak harus gembira saat proses tersebut berjalan,” jelasnya.

Menumbuhkan Kemampuan

Ifina juga menjelaskan, pengenalan merupakan langkah awal untuk memunculkan atau meningkatkan kepekaan terhadap makna, bunyi, ataupun simbol-simbol huruf dan angka. Kemudian, pengenalan berlanjut pada kata-kata yang bermakna dan kecintaan terhadap buku, serta kemampuan menerjemahkan dan menginterpretasikan angka-angka dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dikenal sebagai kemampuan praliterasi dan pranumerasi.

Kemampuan praliterasi mengacu pada kemampuan anak untuk mencari, mengolah, dan menggunakan informasi dalam kehidupannya.

Dengan demikian, calistung adalah bagian dari praliterasi dan pranumerasi yang seharusnya juga disebut sebagai pracalistung.

“Orangtua memiliki peran penting dan peran utama dalam pracalistung ini karena waktu anak jauh lebih banyak di rumah dibandingkan bersama guru,” terangnya.

Ifina juga menyarankan orangtua memberikan pembelajaran yang sesuai dengan prinsip PAUD, yaitu bermain sesuai dengan karakteristik anak dan lingkungan sekitar.

“Artinya, pracalistung justru lebih baik menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan atau benda yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Dia mencontohkan, anak tidak melulu harus diberikan mainan yang mahal, tetapi memanfaatkan potensi alam di sekitar sebagai bahan mainan kesukaan anak, seperti kerang, kerikil, dedaunan, ranting, dan lainnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1680165971505_1680165994

Saintek

Tes Calistung dalam Proses Penerimaan Siswa Baru SD Dihapus

SIAPBELAJAR.COM- Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim kembali meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke-24. Hal penting yang ditekankan Nadiem adalah tes calistung harus dihilangkan pada proses PPDB di j
16;9 (47)_1664164385

Trending

PAUD Jadi Penentu Keberhasilan Pendidikan Indonesia

SIAPBELAJAR.COM - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi penentu utama keberhasilan pengembangan pendidikan, sehingga kompetensi mereka harus ditingkatkan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X D
1663818686840_1663818716

Trending

Kemdikbud Beri Kesejahtraan untuk Guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK dan Madrasah, ini Kata Nadiem

SIAPBELAJAR.COM - Kemdikbudmengungkapkan kabar gembira untuk guruPAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan Madrasah mengenai pemberian kesejahteraan.Kemdikbud menyatakan bahwa pemberian tunjangan untuk guru PAUD,
1663029901617_1663030046

Trending

Guru PAUD dan Pesantren Bakal Dapat Tunjangan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan ratusan ribu pendidik PAUD dan lembaga pendidikan nonformal yang melayani pendidikan
1662345511338_1662346255

Trending

Nadiem Makarim: PAUD akan Masuk Skema Wajib Belajar 13 Tahun

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan masuk dalam skema wajib belajar 13 Tahun, seba