Dampak Anak Dipaksa Mahir Calistung

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1656658761130_1656658876

Ilustrasi anak prustasi

SIAPBELAJAR.COM - Sesuatu yang dipaksakan memang mempunyai kesan tidak baik begitupun dan proses pendidikan. Dalam Pendidikan dikenal istilah Baca, Tulis, Hitung, atau dikenal dengan istilah Calistung, dampak anak dipaksakan mahir calistung, menurut Dosen dan content writer Paudpedia Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Ristek Ifina Trimuliana, beberapa dampak yang terjadi jika anak usia dini terus dipaksakan agar mahir calistung.

Pertama, anak bisa mogok belajar. Dia menegaskan, sesuatu yang dipaksakan pasti tidak baik bagi anak.

Pasalnya, mereka akan merasa tertekan dan stres dengan tuntutan-tuntutan agar bisa masuk SD. Tekanan dan rasa stres tersebut, lanjut Ifina, akan mereka bawa hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan sehingga bisa saja mengganggu mental emosional anak.

Baca jugaBenarkan Calistung Jadi Syarat Masuk SD

“Inilah salah satu penyebab anak 'mogok belajar' di jenjang pendidikan berikutnya karena masa bermainnya sudah diambil untuk belajar sehingga masa belajarnya akan mereka ambil untuk bermain,” terangnya.

Kedua, memaksa anak mahir calistung bisa menghambat kreativitas. Ifina menyebutkan, setiap anak terlahir unik dengan minat, bakat, gaya belajar, dan potensi yang berbeda-beda.

Ketika waktu anak dihabiskan untuk belajar calistung, di saat yang bersamaan mereka kehilangan kesempatan untuk mengasah potensi yang sebenarnya mereka miliki.

“Mungkin jika kita membiarkan mereka tumbuh sesuai potensinya, bisa saja kelak ia menjadi pelukis yang profesional, pemain bola, penyanyi, dan lainnya,” tuturnya. Minimnya pengetahuan orangtua pun mengorbankan waktu anak-anak untuk belajar sesuatu yang bukan bakatnya dan tidak sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Pola Asuh

Ifina menilai, dalam kondisi ini anak benar-benar sangat dirugikan. Orangtua maupun guru memerlukan pemahaman untuk tidak mengutamakan ambisi agar anak mencapai tujuan tertentu yang justru memperburuk tumbuh kembang anak.

“Memaksakan berarti telah merampas hak bermain anak usia dini. Tindakan ini juga sama halnya dengan kekerasan intelektual kepada anak,” tegasnya.

Dia mengatakan, saat ini sudah banyak pihak yang semakin menyadari permasalahan tersebut, termasuk para mitra Kemendikbud Ristek yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini.

Ifina menyebutkan, stakeholder pendidikan pun berupaya mendorong orangtua dan pendidik PAUD lebih mengedepankan pengasuhan dan pendidikan anak sesuai tahapan usianya, contohnya seperti yang dilakukan Tanoto Foundation melalui program Siapkan Generasi Anak Berprestasi (Sigap).

“Jadi ayah dan bunda tidak perlu terlalu khawatir. Anak akan mempunya kemampuan calistung pada waktunya selama ia mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan tahapan usianya,”

Katanya. Di sisi lain, kata Ifina, kondisi mental emosional anak yang terganggu akibat pemaksaan justru lebih sulit untuk dipulihkan.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1680165971505_1680165994

Saintek

Tes Calistung dalam Proses Penerimaan Siswa Baru SD Dihapus

SIAPBELAJAR.COM- Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim kembali meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke-24. Hal penting yang ditekankan Nadiem adalah tes calistung harus dihilangkan pada proses PPDB di j
16;9 (47)_1664164385

Trending

PAUD Jadi Penentu Keberhasilan Pendidikan Indonesia

SIAPBELAJAR.COM - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi penentu utama keberhasilan pengembangan pendidikan, sehingga kompetensi mereka harus ditingkatkan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X D
1663818686840_1663818716

Trending

Kemdikbud Beri Kesejahtraan untuk Guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK dan Madrasah, ini Kata Nadiem

SIAPBELAJAR.COM - Kemdikbudmengungkapkan kabar gembira untuk guruPAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan Madrasah mengenai pemberian kesejahteraan.Kemdikbud menyatakan bahwa pemberian tunjangan untuk guru PAUD,
1663029901617_1663030046

Trending

Guru PAUD dan Pesantren Bakal Dapat Tunjangan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan ratusan ribu pendidik PAUD dan lembaga pendidikan nonformal yang melayani pendidikan
1662345511338_1662346255

Trending

Nadiem Makarim: PAUD akan Masuk Skema Wajib Belajar 13 Tahun

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan masuk dalam skema wajib belajar 13 Tahun, seba