Kegunaan Ganja untuk Pengobatan

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

1

0

Trending
Untitled design (12)_1656817950

Kegunaan Ganja untuk Pengobatan Pengunaanya harus dengan Pengawasan & Distribusi Ketat

SIAPBELAJAR.COM - Ganja medis menjadi perbincangan hangat belakangan ini, karena setelah tersiar kabar bahwa seorang ibu dari seorang anak dengan cerebral palsy mendesak pemerintah untuk segera melegalkan ganja medis.

Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D., menjelaskan bahwa ganja dapat digunakan untuk terapi atau pengobatan karena mengandung beberapa fitokimia yang aktif secara farmakologis. Ganja mengandung senyawa cannabinoid yang tersusun dari berbagai senyawa lain. Yang utama adalah psikoaktif tetrahydrocannabinol (THC).

Kemudian senyawa lain adalah cannabidiol (CBD), yang secara farmakologis aktif tetapi tidak psikoaktif. Zullies mengatakan CBD memiliki satu efek, salah satunya adalah anti-kejang.

“Psikoaktif artinya bisa memengaruhi psikis yang menyebabkan ketergantungan dan efeknya kearah mental,” jelasnya, Kamis (30/6).

Senyawa lain adalah cannabidiol (CBD), yang secara farmakologis aktif tetapi tidak psikoaktif. Zullies mengatakan CBD memiliki satu efek, salah satunya adalah anti-kejang.

Pengembangan CBD

CBD telah dikembangkan sebagai obat dan disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) di Amerika. Misalnya epidiolex yang mengandung 100 mg/mL CBD dalam sirup. Obat ini diindikasikan untuk terapi tambahan pada kejang yang dijumpai pada penyakit Lennox-Gastaut Syndrome (LGS) atau Dravet syndrome (DS), yang sudah tidak berespons terhadap obat lain.

“Di kasus yang viral untuk penyakit Cerebral Palsy, maka gejala kejang itulah yang akan dicoba diatasi dengan ganja,” ucapnya.

Zullies menjelaskan CBD  memang telah teruji klinis dapat mengatasi kejang.  Kendati begitu untuk terapi antikejang yang dibutuhkan adalah CBD-nya, bukan keseluruhan dari tanaman ganja. Sebab, ganja jika masih dalam bentuk tanaman maka masih akan bercampur dengan THC. Kondisi ini akan menimbulkan berbagai efek samping pada mental.

“Dikatakan ganja medis, istilah medis ini mengacu pada suatu terapi yang terukur dan dosis tertentu. Kalau ganja biasa dipakai, missal dengan diseduh itu kan ukurannya tidak terstandarisasi, tapi saat dibuat dalam bentuk obat bisa disebut ganja medis,”paparnya.

Ganja Bukan Satu-satunya Obat

Guru Besar Fakultas Farmasi UGM ini menuturkan jika ganja bukanlah satu-satunya obat untuk mengatasi penyakit termasuk cerebral palsy.  Namun, masih ada obat lain yang dapat digunakan untuk mengatasi kejang.

“Ganja bisa jadi alternatif namun bukan pilihan pertama karena ada aspek lain yang harus dipertimbangkan. Namun jika sudah jadi senyawa murni seperti CBD, terukur dosisinya dan diawasi pengobatannya oleh dokter yang kompeten itu tidak masalah,”tegasnya.

Legalisasi Medis

Terkait legalisasi ganja medis, diungkapkan bahwa obat yang berasal dari ganja seperti Epidiolex bisa menjadi legal ketika didaftarkan ke badan otoritas obat seperti BPOM dan disetujui untuk dapat digunakan sebagai terapi.

“Menurut saya, semestinya bukan melegalisasi tanaman ganja-nya karena potensi untuk penyalahgunaannya sangat besar. Siapa yang akan mengontrol takarannya, cara penggunaannya, dan lainnya walaupun alasannya adalah untuk terapi,” urainya.

Pengunaanya Harus dengan Pengawasan & Distribusi Ketat

Untuk penggunaan ganja medis ini dapat melihat dari obat-obatan golongan morfin yang juga berasal dari tanaman opium dan menjadi obat legal selama diresepkan dokter. Selain itu, penggunaanya sesuai indikasi seperti nyeri kanker yang sudah tidak respons lagi terhadap analgesik lain dengan pengawasan distribusi yang ketat.

“Tanamannya yakni opium tetap masuk dalam narkotika golongan 1 karena berpotensi penyalahgunaan yang besar, begitupun dengan ganja. Oleh sebab itu, semestinya yang dilegalkan bukan tanaman ganjanya, tetapi obat yang diturunkan dari ganja dan telah teruji klinis dengan evaluasi yang komperehensif akan risiko dan manfaatnya,” pungkasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1664336721506_1664336799

Saintek

UGM Jadi Kampus Terbaik di Program Kreatifitas Mahasiswa 2022

SIAPBELAJAR.COM - Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi perguruan tinggi terbaik pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai peraih pendanaan dan insentif PKM terbanyak tahun 2022.Dikutip dari la
1664122207203_1664122241

Trending

Prilly Latuconsina Bakal Jadi Dosen Tamu di UGM Pekan Depan

SIAPBELAJAR.COM- Prilly Latuconsina dijadwalkan menjadi dosen tamu di Universitas Gadjah Mada (UGM) pekan depan.Artis 25 tahun itu tergabung dalam program praktisi mengajar Kementerian Pendidikan, Keb
1664164379941_1664164488

Trending

Mahasiswa UGM Ciptakan G-Ber, Robot Pendeteksi Kekeroposan Pohon

SIAPBELAJAR.COM - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan prototipe alat pendeteksi kekeroposan pada pohon yang diberi nama G-Ber.Alat ini dikembangkan dengan memanfaatka
1663428764488_1663428967

Saintek

Tongkat Pintar untuk Lansia dan Penyandang Tunanetra dari UGM

SIAPBELAJAR.COM- Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan tongkat pintar bagi lansia dan penyandang tunanetra. Tongkat yang dinamai In-SWALST (IoT Based Smart Walking Stick for Real Time
1662434166035_1662434306

Trending

Meta Luncurkan Akademi Pembelajaran Virtual di Indonesia

SIAPBELAJAR.COM - Meta (Facebook) telah meluncurkan Meta Immersive Learning Academy (MILA) atau Akademi Pembelajaran Virtual.MILA adalah sebuah program edukasi yang akan memfasilitasi para kreator di