Stok Bensin Sri Lanka Hampir Habis

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1657013264430_1657013277

Stok Bensin Sri Lanka Hampir Habis

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Energi Sri Lanka telah mengeluarkan peringatan keras atas stok bahan bakar negara karena sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam lebih dari 70 tahun.

Pada hari Minggu, Kanchana Wijesekera mengatakan bahwa negaranya hanya memiliki cukup bensin yang tersisa kurang dari sehari di bawah permintaan reguler.

Dia juga mengatakan bahwa pengiriman bensin berikutnya tidak lebih dari dua minggu.

Penangguhan

Pekan lalu, Sri Lanka menangguhkan penjualan bensin dan solar untuk kendaraan yang tidak penting karena kesulitan membayar impor seperti bahan bakar, makanan dan obat-obatan.

Wijesekera mengatakan kepada wartawan bahwa negaranya memiliki 12.774 ton solar dan 4.061 ton bensin yang tersisa dalam cadangannya.

Pekan lalu Sri Lanka melarang penjualan bahan bakar untuk kendaraan pribadi selama dua minggu.

Baca juga: Siswa Internasional Kembali ke Prancis Setelah Pandemi

"Pengiriman bensin berikutnya diharapkan antara 22 dan 23 Juli" kata dia.

Tidak Memiliki Cukup Uang

Pengiriman solar diperkirakan akan tiba pada akhir pekan, namun Wijesekera memperingatkan bahwa negara tidak memiliki cukup uang untuk membayar impor bahan bakar dan minyak mentah yang direncanakan.

Dia mengatakan bank sentral Sri Lanka hanya dapat memasok $125 juta atau sekitar Rp1,87 triliun untuk pembelian bahan bakar, jauh lebih sedikit dari $587 juta atau sekitar Rp8,7 triliun yang dibutuhkan untuk pengiriman terjadwalnya.

Krisis Ekonomi Terburuk

Negara kepulauan dengan jumlah penduduk 22 juta orang itu menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948 karena kekurangan mata uang asing untuk membayar impor barang-barang penting.

Kekurangan akut bahan bakar, makanan dan obat-obatan telah mendorong biaya hidup ke rekor tertinggi di Sri Lanka, di mana banyak orang bergantung pada kendaraan bermotor untuk mata pencaharian mereka. Hal tersebut juga memicu protes jalanan yang diwarnai dengan kekerasan.

Pemerintah menyalahkan pandemi Covid-19 yang memengaruhi perdagangan turis Sri Lanka salah satu penghasil mata uang asing terbesarnya. Namun banyak ahli mengatakan bukan pandemi Covid-19 yang harus disalahkan, melainkan salah urus ekonomi negaranya. Bagaimana pendapatmu Sobat Siapbelajar.com?

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1666254254612_1666254293

Trending

Vivo Resmi Jual BBM Setara Pertalite Rp12.600 per Liter

SIAPBELAJAR.COM - PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) resmi menjual bahan bakar minyak (BBM) Kamis 920/10) dengan research octane number (RON) 90, yakni Revvo 90 dengan harga Rp12.600 per liter. BBM ini m
1664852802656_1664852918

Trending

Harga BBM PERTAMAX Turun Shell BP Vivo Ikut-Ikutan

SIAPBELAJAR.COM - Harga BBM Pertamina, Shell, BP dan VIVO kompak turun. Per hari Sabtu, 1 Oktober 2022, harga baru BBM terpampang di masing-masing SPBU.Untuk Pertamina, harga BBM yang turun adalah Per
1664718800600_1664718861

Trending

BBM Pertamax Turun Harga

SIAPBELAJAR.COM - PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga BBM Pertamax mulai 1 Oktober 2022. BBM Pertamax turun harga. Harga baru hanya berlaku di Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Banten,
1664799446673_1664799460

Trending

Dirjen Anggaran Sampaikan Update Penyaluran BLT BBM

SIAPBELAJAR.COM - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyampaikan update penyaluran bantuan sosial kebijakan Bantuan Langsung Tunai Pengalihan Subsidi Bahan Bakar Minyak
1664536979842_1664537033

Trending

Kabar Baik BBM Pertalite Bisa Turun lagi di Rp.7.650/ltr

SIAPBELAJAR.COM -  Para ahli mencermati turunnya harga minyak mentah dunia yang terjadi belakangan ini. Dengan turunnya harga minyak mentah dunia itu, dinilai bisa mempengaruhi turunnya harga Bah