SIAPBELAJAR.COM- Pelajar Nigeria yang berhasil meninggalkan Ukraina di tengah perang dan mengejar gelar mereka secara online sekarang berjuang agar kualifikasi mereka diakui di negara asal mereka.
The Medical and Dental Council of Nigeria (MDCN) atau Dewan Medis dan Gigi Nigeria menerbitkan pernyataan di halaman Facebook dan Twitter-nya bahwa sertifikat oleh sekolah kedokteran di Ukraina tidak akan diakui.
Tidak Akan Diterima
Dalam pesan resminya, Dewan Medis Nigeria mengatakan bahwa kualifikasi online tidak akan diterima sampai kembali ke aktivitas normal.
MDCN ingin memberi tahu Masyarakat Umum bahwa Sertifikat Gelar Kedokteran dan Gigi yang dikeluarkan oleh Sekolah Kedokteran dari Ukraina mulai tahun 2022 TIDAK akan dihormati oleh Dewan Medis dan Gigi Nigeria sampai saat kegiatan akademik normal dilanjutkan” tulis pesan tersebut.
Pindah ke Universitas Lain
Dewan menyarankan kepada pelajar yang belajar kedokteran atau kedokteran gigi di lembaga pendidikan tinggi Ukraina untuk pindah ke universitas lain di negara lain yang terakreditasi.
Baca juga: Perpanjangan Beasiswa untuk Pelajar Ukraina
“Mengingat hal di atas, Dewan Medis dan Gigi Nigeria tidak akan menghormati Sertifikat Gelar Medis apa pun yang dikeluarkan pada akhir pelatihan medis online apa pun” tulis MDCN.
Kata Para Pelajar
Pelajar Moses Damilola Fehintola
mengatakan bahwa melarikan diri dari Ukraina dan dapat melanjutkan gelarnya secara
online sangatlah melegakan. Namun, keadaan menjadi berbeda setelah menerima
pesan yang bahwa gelar online-nya tidak akan diakui.
Sedangkan, Fehintola yang
berada di tahun terakhir studinya di Universitas Negeri Sumy Ukraina ketika
perang di Ukraina dimulai, tidak dapat melanjutkan pendidikannya selama
beberapa minggu sampai akhirnya ia pulang.
Kemudian dia mengatakan
kepada British Broadcasting Corporation bahwa dia bahkan menulis kepada
Kementerian Kesehatan untuk meminta ditempatkan di rumah sakit, tetapi direktur
medis menyebutkan bahwa sertifikat dari Ukraina dibatalkan oleh MDCN.
“Saya akan mengatakan ini kepada Nigeria: jika itu yang diinginkan Nigeria, biarlah. Saya akan mencari negara lain untuk berlatih dan itu akan menjadi kerugian Nigeria” katanya.
Sebaran Siswa Internasional
Sebelum agresi Rusia,
Ukraina menampung ribuan siswa internasional setiap tahun. Menurut data dari Erudera,
pada tahun 2019 terdapat sekitar 80.470 mahasiswa internasional yang memilih
Ukraina sebagai tujuan studi mereka. Pada tahun itu, India merupakan sumber
utama siswa internasional di Ukraina. Mereka mengirimkan total 18.429 siswa, diikuti
oleh Maroko dengan total 8.233 siswa.
Nigeria berada di
peringkat kelima dalam daftar. Mereka mengirim 4.379 siswa ke Ukraina pada tahun
2019.
Menurut Kementerian
Pendidikan dan Sains Ukraina, pada tahun 2020, Maroko, Nigeria dan Mesir
mewakili 20% dari semua siswa internasional di Ukraina.
Mayoritas siswa
internasional di Ukraina menempuh studi di bidang Kedokteran, Praktik Medis,
Kedokteran Gigi, Manajemen dan Farmasi. Hampir satu dekade sebelum perang,
jumlah mahasiswa internasional di Ukraina meningkat hampir 50%.
Religi
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib