SIAPBELAJAR.COM- Ratusan siswa Rusia dan Belarusia yang mengejar studi teknik di universitas di Republik Ceko mungkin harus menghentikan studi mereka di lapangan atau beralih mata pelajaran.
Deutsche Welle mengatakan, Keputusan Kementerian Pendidikan dibuat untuk mematuhi sanksi yang dijatuhkan oleh Uni Eropa (UE) sebagai akibat dari tindakan Rusia terhadap Ukraina.
Meskipun demikian, universitas ragu untuk mengambil langkah seperti itu dan memaksa siswa untuk menghentikan studi mereka atau mengubah gelar mereka.
Sanksi Uni Eropa
Wakil Menteri Pendidikan, Radka Wildova mengatakan bahwa sanksi UE melarang menawarkan bantuan teknis kepada Rusia, termasuk bantuan dalam pendidikan tinggi dan dukungan untuk penelitian terapan. Sanksi itu juga melarang orang Rusia mempelajari penerbangan atau sibernetika.
Baca juga: Norwegia Permudah Aturan Penerimaan bagi Pengungsi yang Ingin Menempuh Pendidikan Tinggi
“Kami berusaha menemukan cara untuk mematuhi sanksi dan pada saat yang sama memungkinkan siswa Rusia untuk melanjutkan studi mereka. Kami ingin dengan segala cara untuk menghindari siswa dipaksa kembali ke Rusia karena sanksi, ”kata Kanselir CTU Lucie Orgonikova.
Salah satu universitas yang paling terpengaruh oleh sanksi adalah Universitas Teknik Ceko atau Czech Technical University (CTU) yang terletak di Praha. Hal tersebut karena lembaga menampung ratusan mahasiswa dari Rusia. Dari 17.000 mahasiswa yang terdaftar di universitas, 800 mahasiswa berasal dari Rusia.
Persyaratan
Namun demikian, penyiar internasional Jerman melaporkan bahwa CTU mengizinkan siswa untuk belajar penerbangan dan sibernetika jika mereka mengirim surat resmi yang menyatakan bahwa mereka menjauhkan diri dari agresi Rusia di Ukraina dan setelah itu mengajukan permohonan untuk menerima izin khusus. Dengan demikian, mereka diizinkan untuk melanjutkan belajar di universitas.
Keputusan Sulit
Para pelajar mengatakan bahwa keputusan seperti itu sulit diambil karena mereka takut pihak berwenang di Rusia dapat mengetahui tentang sikap mereka, yang nantinya dapat mempengaruhi mereka dan keluarganya.
Baca juga: RI Ajak G20 Kuatkan Komitmen Pulihkan Dunia Pendidikan
Wakil Menteri Pendidikan Wildova mengatakan bahwa universitas dapat kehilangan kredibilitas internasional jika tidak mematuhi sanksi UE.
Peningkatan Jumlah Siswa Internasional
Data Badan Nasional untuk Pendidikan dan Penelitian Internasional Ceko menunjukkan bahwa negara tersebut mengalami peningkatan jumlah siswa internasional dalam beberapa tahun terakhir, dari 46.351 siswa pada 2019 menjadi 50.121 siswa pada 2020.
Saat itu, Rusia adalah salah satu dari tujuh negara teratas yang mengirim lebih banyak siswa ke Republik Ceko, dengan jumlah yang meningkat lebih dari 20%. Negara lain yang mencatat kenaikan sebesar 20% adalah India dan Iran. Sementara Ukraina, Kazakhstan, dan Belarusia mencatat kenaikan lebih dari 10%.
Dampak Perang Rusia
Akibat perang Rusia di
Ukraina, Komisi Eropa meminta layanannya untuk menghentikan kerja sama dengan
lembaga penelitian dan pendidikan publik Rusia, diantaranya adalah partisipasi
Rusia dalam program pertukaran pelajar Uni Eropa dan Erasmus+.
Demikian pula, untuk
menghukum tindakan Rusia dan menunjukkan dukungan ke Ukraina, lebih dari 850
universitas dan konferensi rektor nasional di 48 negara di Eropa, Asosiasi
Universitas Eropa atau European University Association (EUA) mendesak anggotanya
untuk mengakhiri kerja sama dengan lembaga pemerintah pusat di Rusia.
Share and Care
Share and Care
Share and Care
Trending
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib