Mengenal Grup Wagner Pasukan Bayaran Elite yang Dikerahkan Rusia ke Berbagai Konflik

A. Fateeh

Penulis : A. Fateeh
Editor : A. Fateeh

0

0

Trending
1687660379072_1687660392

Tentaran Bayaran Wegner

Mediana.id - Grup Wagner ( bahasa Rusia: Группа Вагнера, translit. Gruppa Vagnera ), juga dikenal sebagai PMC Wagner ( bahasa Rusia: ЧВК «Вагнер», translit. ChVK «Vagner», har. 'Perusahaan Militer Swasta \"Wagner\"'), adalah sebuah organisasi paramiliter Rusia yang digambarkan sebagai perusahaan militer swasta (PMC), jaringan tentara bayaran atau tentara swasta de facto Presiden Rusia Vladimir Putin. Kelompok ini beroperasi di luar hukum di Rusia, di mana perusahaan militer swasta secara resmi terlarang.

Grup Wagner diduga didanai dan dikendalikan oleh badan intelijen militer Rusia, GRU. Kelompok ini menjadi terkenal selama perang Donbas di Ukraina, di mana mereka membantu pasukan separatis pro-Rusia dari Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk. Kontraktornya dilaporkan telah ikut ambil bagian dalam berbagai konflik di seluruh dunia, termasuk perang saudara di Suriah, Libya, Republik Afrika Tengah, dan Mali, seringkali membela pihak pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Rusia.

Grup Wagner dituduh telah melakukan kejahatan perang di daerah tempat mereka dikerahkan, Grup Wagner juga memainkan peran penting dalam invasi Rusia ke Ukraina, seperti membunuh para petinggi Ukraina, dan merekrut narapidana ke pertempuran garis depan.

Bagaimana asal mula Grup Wagner?

Grup Wagner didirikan oleh seorang mantan perwira militer Rusia berusia 51 tahun, Dmitri Utkin. Dia adalah seorang veteran perang Chechnya, mantan perwira pasukan khusus dan Letnan Kolonel GRU. Dia menamakan grup itu dengan nama panggilannya sendiri, yang berasal dari komposer Jerman Richard Wagner.

Grup Wagner pertama kali beraksi saat pencaplokan Crimea oleh Rusia pada 2014. Mereka dianggap sebagai 'pria hijau kecil' yang menduduki wilayah itu tanpa tanda pengenal militer. Sekitar 1.000 tentara bayarannya kemudian mendukung milisi pro-Rusia yang berjuang untuk menguasai wilayah Luhansk dan Donetsk.

Grup Wagner biasanya merekrut veteran tentara yang butuh uang untuk membayar utang. Mereka datang dari daerah pedesaan karena di sana peluang untuk menghasilkan uang sedikit. Mereka juga dilatih dan dipersenjatai oleh Kementerian Pertahanan Rusia (MoD) dan menggunakan instalasi MoD untuk pelatihan.

Siapa yang mendanai Grup Wagner?

Beberapa orang menduga bahwa Grup Wagner didanai dan dikendalikan oleh Yevgeny Prigozhin, seorang oligarka Rusia dan teman dekat Vladimir Putin. Dia dikenal sebagai 'koki Putin' karena dia memiliki rantai restoran yang melayani Kremlin dan acara kenegaraan lainnya.

Prigozhin juga memiliki perusahaan Evro Polis yang menandatangani kontrak dengan pemerintah Suriah untuk mendapatkan hak atas 25 persen dari produksi minyak dan gas di daerah yang direbut kembali dari pemberontak oleh pasukan Suriah yang didukung oleh Grup Wagner.

Prigozhin juga terlibat dalam operasi pengaruh Rusia di berbagai negara, termasuk kampanye media sosial dan propaganda untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS 2016. Dia juga dituduh mendukung kelompok pemberontak di Republik Afrika Tengah dan Libya untuk mengamankan kepentingan ekonomi dan politik Rusia di sana.

Prigozhin sebelumnya sempat membantah keterlibatannya dengan Grup Wagner dan mengatakan bahwa dia tidak memiliki hubungan bisnis dengan militer atau pemerintah Rusia. Namun, banyak bukti yang menunjukkan bahwa dia memiliki hubungan erat dengan Dmitri Utkin dan anggota Grup Wagner lainnya.

Di mana saja Grup Wagner beroperasi?

Grup Wagner telah beroperasi di berbagai konflik di seluruh dunia, termasuk:

- Ukraina: Mereka membantu pasukan separatis pro-Rusia di Donbas sejak 2014. Mereka juga terlibat dalam pertempuran di bandara Donetsk, Debaltseve, dan Ilovaisk. Mereka juga dituduh membunuh para petinggi Ukraina, seperti seorang komandan batalion nasionalis, seorang jurnalis, dan seorang anggota parlemen.

- Suriah: Mereka mendukung pasukan pemerintah Suriah melawan pemberontak dan kelompok jihadis sejak 2015. Mereka juga terlibat dalam pertempuran di Palmira, Deir ez-Zor, Homs, dan Aleppo. Mereka juga dituduh melakukan kejahatan perang, seperti memerkosa dan merampok warga sipil, serta menyiksa dan membunuh para tahanan.

- Sudan: Mereka memberikan pelatihan militer dan keamanan kepada pasukan Sudan sejak 2017. Mereka juga dituduh mendukung kudeta militer yang menggulingkan Presiden Omar al-Bashir pada 2019.

- Republik Afrika Tengah: Mereka memberikan pelatihan militer dan keamanan kepada pasukan Republik Afrika Tengah sejak 2018. Mereka juga dituduh mendukung kelompok pemberontak yang mencoba menggulingkan Presiden Faustin-Archange Touadéra pada 2020.

- Libya: Mereka mendukung Tentara Nasional Libya yang dipimpin oleh Khalifa Haftar melawan Pemerintah Kesepakatan Nasional yang didukung oleh PBB sejak 2019. Mereka juga dituduh menggunakan senjata canggih, seperti pesawat tak berawak dan sistem rudal udara-ke-darat.

- Venezuela: Mereka memberikan pelatihan militer dan keamanan kepada pasukan Venezuela sejak 2019. Mereka juga dituduh mendukung Presiden Nicolás Maduro melawan upaya kudeta yang didukung oleh AS pada 2020.

- Mozambik: Mereka memberikan pelatihan militer dan keamanan kepada pasukan Mozambik sejak 2019. Mereka juga dituduh melawan kelompok jihadis Ansar al-Sunna yang menyerang provinsi Cabo Delgado pada 2020.

- Mali: Mereka memberikan pelatihan militer dan keamanan kepada pasukan Mali sejak 2020. Mereka juga dituduh mendukung kudeta militer yang menggulingkan Presiden Ibrahim Boubacar Keïta pada 2020.

Apa tujuan Grup Wagner?

Grup Wagner memiliki beberapa tujuan yang berkaitan dengan kepentingan Rusia di dunia, seperti:

- Mendukung sekutu Rusia yang menghadapi konflik atau tekanan internasional, seperti Suriah, Venezuela, dan Sudan.

- Mengamankan sumber daya alam dan kontrak bisnis untuk Rusia atau perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Prigozhin, seperti minyak, gas, emas, dan berlian.

- Mengganggu atau melemahkan lawan-lawan Rusia atau pesaing-pesaing geopolitiknya, seperti AS, NATO, Turki, dan Prancis.

- Menunjukkan kekuatan militer Rusia dan kemampuannya untuk mempengaruhi peristi

Mediana.id

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1687660379072_1687660392

Trending

Mengenal Grup Wagner Pasukan Bayaran Elite yang Dikerahkan Rusia ke Berbagai Konflik

Mediana.id - Grup Wagner ( bahasa Rusia: Группа Вагнера, translit. Gruppa Vagnera ), juga dikenal sebagai PMC Wagner ( bahasa Rusia: ЧВК «Вагнер», translit. ChVK «Vagner», ha
1668650997834_1668650987

Saintek

Mahasiswa India yang Studinya Terganggu di Ukraina Dapat Terus Belajar di Rusia

SIAPBELAJAR.COM - Konsul Jenderal Rusia, Oleg Avdeev mengatakan bahwa mahasiswa India yang studinya terganggu setelah invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2020 dipersilakan untuk b
1661919586180_1661919604

Saintek

66 Siswa Rusia Mendapatkan Beasiswa Erasmus+

SIAPBELAJAR.COM - Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM) atau Master Bersama Erasmus Mundus telah memberikan beasiswa kepada 66 siswa Rusia untuk melanjutkan studi master mereka di universitas-universi
1660987977302_1660987991

Trending

Xi Jinping dan Putin Akan Menghadiri KTT G20 di Bali

SIAPBELAJAR.COM - Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Xi Jinping dari China dan Vladimir Putin dari Rusia berencana untuk menghadiri KTT G20 di Bali pada bulan November."Xi Jinping akan datang
1660635460522_1660635472

Saintek

Perubahan Sanksi Terhadap Pelajar Rusia di Estonia

SIAPBELAJAR.COM - Menurut Kementerian Luar Negeri Estonia, pelajar dari Rusia yang sudah belajar di Estonia akan dibebaskan dari larangan visa Schengen, menyusul perubahan sanksi yang dikenakan pad