TOSS merupakan program lanjutan setelah BPS dalam rangka mengobati serta mencegah timbulnya kasus stunting
SIAPBELAJAR.COM – Pemerintah Kabupaten Garut punya cara
dalam menurunkan angka stunting, yaitu melalui TOSS atau Temukan, Obati,
Sayangi balita Stunting.
Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, daerah yang dipimpinnya
saat ini mengalami angka kemiskinan yang disebabkan pandemi COVID-19. Angkanya mencapai
di 10,6%. Tingginya angka kemiskinan itu di antaranya berpengaruh terhadap kasus
stunting.
Semua potensi yang berhubungan dengan keuangan daerah
difokuskan untuk menangani masalah stunting. Ia mengatakan, pihaknya telah
menganggarkan dana sebesar Rp6 Miliar dari BTT (Belanja Tak Terduga) untuk
penanganan stunting.
“Saya adalah bupati di Jawa Barat satu-satunya yang mempunyai pemikiran anggaran yang pro terhadap kemiskinan dan stunting. Saya berbicara di forum Jawa Barat bahwa hanya Garut yang berani menggeserkan dana BTT (Belanja Tak Terduga) untuk kepentingan pengobatan, pengobatan harus dilakukan oleh negara,” tuturnya dalam Kick Off Program TOSS, di Lapangan Setda Garut, Senin (18/7).
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Semua Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Cibubur
Diharapkan Partisipasi Banyak Pihak Termasuk Agnia
Dalam kesempatan itu, Rudy mengajak para Aparatur Sipil
Negara beserta stakeholder lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam program TOSS,
khususnya program sayangi yang nantinya akan dilakukan. Ia menegaskan, ini
merupakan komitmen dari Pemdakab Garut untuk menyelesaikan masalah stunting berdasarkan
PP Nomor 72 Tahun 2021.
“Tentu hari ini kita juga ingin mau memberikan aspek-aspek
kemanusiaan seperti itu nanti forum Garut sehat, pengusaha – pengusaha, APBD,
ada kalangan-kalangan Agnia lainnya, pengusaha-pengusaha restoran apapun
bersatu padu selesaikan yang 8 ribu orang by name by address nanti kita buat
administrasinya secara baik,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Maskut Farid, menyampaikan, saat ini kondisi stunting di Kabupaten Garut berada di angka 15,6% berdasarkan data penimbangan dan pengukuran balita yang dilaksanakan Bulan Penimbangan Stunting (BPS) pada Juni lalu.
Persoalan Banyak sektor
Ia menuturkan, TOSS merupakan program lanjutan setelah BPS
dalam rangka mengobati balita stunting serta mencegah timbulnya kasus stunting
baru di Kabupaten Garut. “Program - program ini minimal ada 4 kegiatan dari
mulai PMT (Pemberian Makanan Tambahan), kemudian juga lingkungan, kemudian juga
Layanan kesehatan terutama untuk bumil, bulin dan nifas kita perbaiki dan juga
masalah - masalah dengan penyakit balita dan juga penyakit penyertanya
keluarganya,” ujarnya.
dr. Maskud memaparkan, rangkaian dari program TOSS ini sudah
mulai dilakukan terutama pada program Temukan dan Obatin. Ia menyampaikan,
Program “Obatin” ini akan berlangsung selama 6 bulan sampai pada bulan Desember
nanti, dilanjutkan dengan launching Program “Sayangin” 2 – 3 bulan berikutnya.
Ia menjelaskan, stunting merupakan permasalahan yang tidak mudah karena menyangkut beberapa sektor mulai dari lingkungan, ekonomi, pendidikan dan lainnya, tidak seperti penyakit biasa yang diobati kemudian sembuh. Maka dari itu, ia berharap angka stunting di Kabupaten Garut dapat berangsur menurun berada dibawah rata-rata nasional, yaitu 14%.
Share and Care
Trending
Trending
Keluarga
Trending
06 February 2024 - 19:51 wib
24 June 2023 - 10:37 wib
22 June 2023 - 07:26 wib
16 June 2023 - 10:54 wib
22 April 2023 - 14:27 wib