SIAPBELAJAR.COM- Aktris dan penyanyi muda Maudy Ayunda mengatakan bahwa di era transformasi digital ini, rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi adalah sifat penting yang harus dimiliki kaum muda untuk berkontribusi menciptakan perubahan.
Menurutnya anak muda saat ini harus punya sifat rasa ingin tahu yang tinggi. Bahkan, dari pengalaman Maudy pribadi, ia melihat banyak sekali versi-versi teknologi baru yang membuat dunia berubah dengan pesat.
"Jadi, kita harus selalu merasa ingin tahu dan tetap update dengan apa yang terjadi dan selalu coba untuk peduli,” ujarnya saat menjadi pembicara di acara Youth 20 (Y-20) di Hotel Kempinski, Jakarta.
Literasi Digital Harus Diajarkan di Sekolah
Karena rasa ingin tahu yang tinggi di era transformasi digital akan membuat anak muda selalu waspada. Apalagi, transformasi digital ibarat pisau bermata dua.
Di satu sisi bisa menjadi platform positif dengan jangkauan luas, tapi di sisi lain, transformasi digital juga bisa berdampak buruk pada produktivitas dan kesehatan mental.
Maudy mengatakan, sejauh ini, banyak diskusi membahas transformasi digital yang sebagian besar mengarah pada peluang-peluang bagi anak muda.
"Bagi saya, transformasi digital juga membawa ancaman. Karena itu, kita pastikan literasi digital agar diajarkan di sekolah-sekolah,” tuturnya.
Pembahasan tentang transformasi digital tidak hanya tentang manfaat positif dari internet, tetapi juga tentang kemampuan kaum muda untuk menilai dan melindungi diri mereka sendiri, kesehatan mental mereka, dan kemampuan mereka untuk menghadapi berbagai kemajuan digital.
Baca juga: Di Balik Kecerdasan Maudy Ayunda
Butuh Keterampilan Melindungi Diri Sendiri
Maudy menawarkan beberapa ide. Pertama, masuk ke sekolah dan ke kurikulum. Jadi, ada dasar pengetahuan tentang kesehatan digital atau mental digital dan ini bisa mengajarkan anak-anak muda untuk mengevaluasi apa yang mereka temukan di media sosial atau kehidupan digital mereka.
"Ini sekaligus menjadi semacam keterampilan atau kebijakan digital tentang kapan untuk online dan kapan untuk tidak online,” papar Maudy.
Menurut penuturannya, baru-baru ini, para pengguna sosial media disediakan akses untuk menghapus sejumlah algoritma di platform yang mereka gunakan untuk menghindari konten-konten tertentu yang tidak ingin ditonton.
“Jadi, keterampilan seperti ini yang diperlukan bagi anak muda untuk melindungi diri dan mental mereka sendiri,” imbuhnya.
Di samping itu, pemerintah dan insitusi juga penting untuk menyuarakan kekhawatiran yang ada tentang manfaat dan ancaman dari transformasi digital supaya dapat ditirukan oleh para agen perubahan seperti guru dan orangtua di rumah agar menjadi semacam mekanisme protektif untuk melindungi anak muda yang beranjak dewasa.
”Dengan begitu, anak muda jadi bijaksana dalam memanfaatkan digitalisasi,” tutup Maudy.
Saintek
Saintek
Saintek
Trending
Trending
06 February 2024 - 19:51 wib
24 June 2023 - 10:37 wib
22 June 2023 - 07:26 wib
16 June 2023 - 10:54 wib
22 April 2023 - 14:27 wib