Maudy Ayunda: Pastikan Literasi Digital Diajarkan di Sekolah

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

1

0

Keluarga
1658324462417_1658324481

Maudy Ayunda

SIAPBELAJAR.COM- Aktris dan penyanyi muda Maudy Ayunda mengatakan bahwa di era transformasi digital ini, rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi adalah sifat penting yang harus dimiliki kaum muda untuk berkontribusi menciptakan perubahan.

Menurutnya anak muda saat ini harus punya sifat rasa ingin tahu yang tinggi. Bahkan, dari pengalaman Maudy pribadi, ia melihat banyak sekali versi-versi teknologi baru yang membuat dunia berubah dengan pesat.

"Jadi, kita harus selalu merasa ingin tahu dan tetap update dengan apa yang terjadi dan selalu coba untuk peduli,” ujarnya saat menjadi pembicara di acara Youth 20 (Y-20) di Hotel Kempinski, Jakarta.

Literasi Digital Harus Diajarkan di Sekolah

Karena rasa ingin tahu yang tinggi di era transformasi digital akan membuat anak muda selalu waspada. Apalagi, transformasi digital ibarat pisau bermata dua.

Di satu sisi bisa menjadi platform positif dengan jangkauan luas, tapi di sisi lain, transformasi digital juga bisa berdampak buruk pada produktivitas dan kesehatan mental.

Maudy mengatakan, sejauh ini, banyak diskusi membahas transformasi digital yang sebagian besar mengarah pada peluang-peluang bagi anak muda.

"Bagi saya, transformasi digital juga membawa ancaman. Karena itu, kita pastikan literasi digital agar diajarkan di sekolah-sekolah,” tuturnya.

Pembahasan tentang transformasi digital tidak hanya tentang manfaat positif dari internet, tetapi juga tentang kemampuan kaum muda untuk menilai dan melindungi diri mereka sendiri, kesehatan mental mereka, dan kemampuan mereka untuk menghadapi berbagai kemajuan digital.

Baca juga: Di Balik Kecerdasan Maudy Ayunda

Butuh Keterampilan Melindungi Diri Sendiri

Maudy menawarkan beberapa ide. Pertama, masuk ke sekolah dan ke kurikulum. Jadi, ada dasar pengetahuan tentang kesehatan digital atau mental digital dan ini bisa mengajarkan anak-anak muda untuk mengevaluasi apa yang mereka temukan di media sosial atau kehidupan digital mereka.

"Ini sekaligus menjadi semacam keterampilan atau kebijakan digital tentang kapan untuk online dan kapan untuk tidak online,” papar Maudy.

Menurut penuturannya, baru-baru ini, para pengguna sosial media disediakan akses untuk menghapus sejumlah algoritma di platform yang mereka gunakan untuk menghindari konten-konten tertentu yang tidak ingin ditonton.

“Jadi, keterampilan seperti ini yang diperlukan bagi anak muda untuk melindungi diri dan mental mereka sendiri,” imbuhnya.

Di samping itu, pemerintah dan insitusi juga penting untuk menyuarakan kekhawatiran yang ada tentang manfaat dan ancaman dari transformasi digital supaya dapat ditirukan oleh para agen perubahan seperti guru dan orangtua di rumah agar menjadi semacam mekanisme protektif untuk melindungi anak muda yang beranjak dewasa.

”Dengan begitu, anak muda jadi bijaksana dalam memanfaatkan digitalisasi,” tutup Maudy.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1674815420550_1674815350

Saintek

Laporan Kesehatan Mental yang Buruk dari Mahasiswa Perguruan Tinggi

SIAPBELAJAR.COM - Menurut survei yang melibatkan 18.169 mahasiswa yang saat ini terdaftar di Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh Koalisi Advokasi Kesehatan Mental Mahasiswa dan Ipsos, pemimpin glo
1674463308546_1674463229

Saintek

Krisis Kesehatan Mental di Kampus Amerika Serikat

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa sebanyak 80% mahasiswa di perguruan tinggi Amerika Serikat mempercayai adanya krisis kesehatan mental di kampus dan sebanyak 71% mengatakan b
1669260304588_1669260284

Saintek

Peningkatan Jumlah Mahasiswa Inggris yang Mencari Dukungan Kesehatan Mental

SIAPBELAJAR.COM - Jumlah mahasiswa di Inggris Raya yang melaporkan masalah kesehatan mental meningkat tahun ini, dengan para ahli memperingatkan bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi dari pandem
1665412308631_1665412386

Trending

Peringati Hari Kesehatan Mental Dunia, Pasien ODGJ Madiun Wisata Religi

SIAPBELAJAR.COM- Bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober 2022, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Kediri, Asrama Caruban menggelar kegiatan bersama deng
1665373836904_1665373848

Trending

World Mental Health Day 2022

SIAPBELAJAR.COM - World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Mental Sedunia jatuh pada tanggal 10 Oktober dan seiring dengan tumbuhnya pemahaman kita mengenai kesehatan mental, kita pun tumbuh bers