Diet Kalori? Yuk Coba Jus Alpukat Campur Pisang, Ini Manfaatnya

Liejeu

Kontributor : Liejeu
Editor : A. Fateeh

0

0

Share and Care
1690429143294_1690429161

Alpukat Pisang

Mediana.id - Jus alpukat campur pisang adalah minuman yang lezat dan sehat. Minuman ini tidak hanya dapat memberikan energi dan nutrisi bagi tubuh, tapi juga dapat membantu menurunkan berat badan. Bagaimana bisa? Jus alpukat campur pisang ternyata memiliki beberapa manfaat untuk diet kalori, yaitu:

Membuatk Kita Merasa Kenyang Lebih Lama

Jus alpukat campur pisang mengandung lemak sehat, protein, dan serat yang dapat membuat kita merasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, kita dapat mengontrol asupan kalori dan mencegah ngemil berlebihan. Jus alpukat campur pisang juga dapat meningkatkan metabolisme dan membantu pembakaran kalori.

Menyediakan Nutrisi yang Dibutuhkan Tubuh

Jus alpukat campur pisang mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan probiotik yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan dan imunitas. Dengan minum jus alpukat campur pisang, kita tidak perlu khawatir kekurangan nutrisi saat diet kalori. Jus alpukat campur pisang juga dapat membantu mengeluarkan racun dan sisa makanan dari usus.

Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Jus alpukat campur pisang mengandung vitamin E, vitamin C, dan biotin yang dapat melembabkan, menyehatkan, dan mencerahkan kulit dan rambut. Dengan minum jus alpukat campur pisang, kita dapat menjaga penampilan kita tetap cantik dan menarik saat diet kalori. Jus alpukat campur pisang juga dapat digunakan sebagai masker wajah atau rambut yang alami dan efektif.

Cara Membuat Jus untuk Diet

Untuk membuat jus alpukat campur pisang untuk diet kalori, kita hanya perlu sedikit mengubah bahan-bahannya, yaitu:

  • 1 buah alpukat matang, kupas dan potong-potong
  • 2 buah pisang matang, kupas dan potong-potong
  • 500 ml air putih
  • 2 sdm madu
  • Es batu secukupnya

Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

  • Masukkan alpukat, pisang, air putih, dan madu ke dalam blender. Blender hingga halus dan tercampur rata.
  • Tuang jus ke dalam gelas dan tambahkan es batu sesuai selera.
  • Jus alpukat campur pisang untuk diet kalori siap dinikmati.

Dengan mengganti susu cair dengan air putih, kita dapat menghemat kalori sekitar 200 kalori per gelas. Madu juga dapat memberikan rasa manis yang alami tanpa menambah gula berlebih. Jus alpukat campur pisang untuk diet kalori ini memiliki kandungan kalori sekitar 300 kalori per gelas.

Itulah cara membuat jus alpukat campur pisang untuk diet kalori dan manfaatnya bagi kesehatan kita. Minuman ini tidak hanya enak tapi juga bergizi. Jadi, yuk cobain jus alpukat campur pisang untuk diet kalori di rumah dan rasakan sensasinya.

Mediana.id

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690429143294_1690429161

Share and Care

Diet Kalori? Yuk Coba Jus Alpukat Campur Pisang, Ini Manfaatnya

Mediana.id - Jus alpukat campur pisang adalah minuman yang lezat dan sehat. Minuman ini tidak hanya dapat memberikan energi dan nutrisi bagi tubuh, tapi juga dapat membantu menurunkan berat badan.
Manfaat Sarapan_1690368157

Share and Care

7 Manfaat Sarapan Pagi yang Mungkin Anda Belum Tahu

Mediana.id - Sarapan pagi adalah salah satu kebiasaan sehat yang sering diabaikan oleh banyak orang. Padahal, sarapan pagi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran Anda. Berikut adalah
1690344589046_1690344637

Share and Care

Olahraga Berlari bagi Pemula

Mediana.id - Olahraga berlari adalah salah satu aktivitas fisik yang baik untuk kesehatan tubuh dan pikiran. Berlari dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan stamina, mengurangi stres,
1682379833529_1682379955

Share and Care

5 Cara Turunkan Lemak Kolesterol di Hari Lebaran

SIAPBELAJAR.COM - Lebaran selalu diisi dengan deretan makanan lezat, seperti rendang, opor ayam, dan gulai kambing. Memang, setelah menahan godaan selama sebulan penuh, wajar saja jika ingin melahapny
1674428899083_1674428836

Share and Care

11 Makanan Bisa Tingkatkan Daya Ingat

Banyak alasan mengapa Anda bisa mudah lupa atau pikun. Ambil contoh karena kurang tidur, kelainan genetik, kelelahan akibat aktivitas fisik, gaya hidup, usia, dan faktor lingkungan. Kabar baiknya, mak