Ilmuwan akan Hidupkan Harimau Tasmania yang Hampir Punah

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Share and Care
1661164251181_1661164545

Harimau Tasmania

SIAPBELAJAR.COM - Ilmuwan Amerika serikat dan Australia berencana menghidupkan kembali Harimau Tasmania. Diketahui bahwa harimau Tasmania terakhir mati pada tahun 1936 di kebun Binatang Hobart.

Populasi harimau Tasmania berkurang dengan pesat ketika spesies dingo muncul dan diburu sampai punah.

Tujuan

Tim peneliti mengatakan hewan ini bisa diciptakan kembali menggunakan sel induk dan teknologi penyuntingan gen. Mereka mengatakan harimau Tasmania pertama dapat dimunculkan kembali dalam waktu 10 tahun.

Thylacine disebut harimau Tasmania karena garis-garis yang ada di punggungnya. Namun hewan ini sebetulnya adalah marsupial, jenis hewan mamalia Australia yang membesarkan anaknya dalam sebuah kantong.

Para peneliti AS dan Australia berencana mengambil sel induk dari spesies marsupial yang masih hidup dengan DNA yang sama, lalu menggunakan teknologi penyuntingan gen untuk "menghidupkan kembali" spesies yang telah punah tersebut.

"Saya sekarang percaya bahwa dalam 10 tahun kami bisa memiliki bayi thylacine hidup pertama kami sejak mereka diburu sampai punah hampir satu abad yang lalu," jelas pemimpin penelitian, Profesor Andrew Pask dari Universitas Melbourne, Kamis (18/8).

Populasi harimau Tasmania berkurang ketika manusia tiba di Australia sekitar 10 ribu tahun yang lalu, dan kembali punah ketika spesies anjing liar yang disebut dingoe muncul.

Akhirnya, hewan tersebut hanya bisa bebas berkeliaran di pulau Tasmania, dan akhirnya diburu sampai punah. Spesies harimau Tasmania terakhir mati di Kebun Binatang Hobart pada 1936.

Jika para ilmuwan berhasil menghidupkan kembali hewan ini, ini akan menjadi hal pertama dalam sejarah.

Namun para peneliti lain skeptis dengan proyek ini dan menyatakan menghidupkan kembali hewan yang telah punah sama dengan kisah fiksi ilmiah.

"Menghidupkan kembali itu sebuah dongeng sains," kata Jeremy Austin dari Australian Centre for Ancient DNA kepada Sydney Morning Herald.

Austin menambahkan, proyek tersebut hanya untuk menarik perhatian media.

Proyek ini merupakan kerjasama ilmuwan Universitas Melbourne dan perusahaan Colossal yang berbasis di Texas, AS.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1685713056119_1685713132

Trending

Viral Joe Biden Jatuh di Atas Panggung Saat Acara Wisuda Akademi Angkatan Udara

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengalami insiden memalukan saat menghadiri acara wisuda Akademi Angkatan Udara AS di Colorado, Kamis (1/6/2023). Dia tersandung dan jatuh di atas panggung saat
1681480355724_1681480186

Saintek

University of Florida Melarang TikTok, WeChat & Aplikasi Lain di Kampus

SIAPBELAJAR.COM - University of Florida (UF) mengumumkan bahwa pihaknya telah melarang aplikasi tertentu, termasuk TikTok dari jaringan Wi-Fi kampusnya untuk mematuhi peraturan darurat yang disetuju
1679650718285_1679650570

Saintek

Inggris Menutup Pintu Bagi Mahasiswa dan Ilmuwan China

SIAPBELAJAR.COM - Inggris melarang lebih dari 1.000 mahasiswa pascasarjana dan ilmuwan China untuk belajar dan bekerja di institusi Inggris pada tahun lalu di tengah ketegangan kerja sama akademik
1679386104178_1679385960

Saintek

Mayoritas Siswa Internasional di Amerika Serikat Belajar Matematika dan Ilmu Komputer

SIAPBELAJAR.COM - Universitas dan Perguruan Tinggi Amerika Serikat menawarkan berbagai program studi, mulai dari teknik hingga seni. Menurut laporan Open Doors yang dirilis oleh Institute of Interna
1679046572413_1679046435

Saintek

Columbia University Mengikuti Ujian-Opsional untuk Mahasiswa Sarjana Secara Permanen

SIAPBELAJAR.COM - Columbia University telah mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan lagi mewajibkan mahasiswa sarjana untuk menyerahkan skor ACT dan SAT ketika mereka mendaftar ke Columbia College at