Lockdown Kembali Dilakukan di Chengdu China

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1662114737322_1662114749

Ilustrasi Situasi Lockdown di Chengdu China

SIAPBELAJAR.COM - Chengdu telah menjadi kota China terbaru yang melakukan penguncian/lockdown karena Beijing terus mengejar kebijakan zero-covid yang kontroversial.

Sekitar 21 juta orang telah diperintahkan untuk tinggal di dalam rumah dengan hanya satu orang per rumah tangga yang diizinkan keluar untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Pada hari Kamis, kota itu mencatat 157 infeksi baru, termasuk 51 kasus tanpa gejala.

Kebijakan Covid-19 di China mengharuskan kota-kota untuk melakukan penguncian ketat, bahkan jika hanya beberapa kasus yang dilaporkan.

Namun, upaya Beijing untuk memastikan zero-covid ini telah dituduh menghambat pertumbuhan ekonomi serta telah memicu perbedaan pendapat publik yang jarang terjadi dari warga.

Penduduk Chengdu, diminta untuk tinggal di rumah mulai pukul 18:00 waktu setempat (10:00 GMT) pada hari Kamis. Semua penduduknya akan diuji selama beberapa hari mendatang, namun tidak ada kejelasan kapan pembatasan tersebut akan dicabut.

Sementara itu, orang-orang dilarang memasuki atau meninggalkan Chengdu, Ibu Kota Provinsi Sichuan Barat Daya serta hanya penduduk yang menunjukkan bukti tes negatif  Covid-19 yang diizinkan untuk membeli kebutuhan pokok.

Penundaan Sekolah dan Pemberhentian Penerbangan

Media pemerintah juga melaporkan bahwa awal musim gugur sekolah telah ditunda dan penerbangan telah dihentikan.

Otoritas kesehatan menyebut situasi ini sebagai sesuai yang sangat kompleks dan parah serta menyalahkan wabah itu pada pertemuan massal selama cuaca hangat di sepasang tempat berenang dan hiburan.

Pembatasan lain saat ini berlaku di tempat lain di China, termasuk di Shenzhen bagian selatan dan Dalian bagian timur laut.

Negara ini telah menerapkan berbagai tindakan pencegahan Covid-19 khusus kota setelah gelombang awal virus melanda Wuhan pada tahun 2019.

Berusaha Membasmi Wabah Covid-19

China adalah negara dengan ekonomi utama terakhir di dunia yang berusaha sepenuhnya untuk membasmi wabah Covid-19. Pihaknya mengklaim bahwa hal tersebut diperlukan untuk mencegah lonjakan virus yang lebih luas yang dapat membanjiri rumah sakit.

Menurut Universitas Johns Hopkins, China secara resmi mencatat kurang dari 15.000 kematian sejak pandemi dimulai.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690340639809_1690340693

Seniraga

Fajar Alfian/Rian Ardianto Lolos ke 16 Besar Japan Open 2023 Usai Taklukkan Wakil China

Mediana.id - Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil melaju ke babak 16 besar Japan Open 2023 setelah mengalahkan wakil China, He Ji Ting/Zhou Hao Dong, pada babak 32 besar, Rabu (26/7/2023).&nbs
1686907458886_1686907469

Seniraga

Moment Messi Dipeluk Fans Saat Argentina Menang 2-0 Atas Australia di Beijing

Mediana.id - Lionel Messi mendapat pelukan dari seorang fans yang masuk ke lapangan dengan mengenakan jersey nomor 10 Argentina pada Kamis saat timnya menang 2-0 atas Australia dalam laga persahabatan
1680960704026_1680960725

Trending

WHO Desak China Beberkan Informasi Asal Usul Covid

SIAPBELAJAR.COM - WHO mendesak China bagikan informasi asal usul Covid-19. WHO menegaskan sampai itu dilakukan China maka semua kemungkinan atau hipotesis mengenai asal usul Covid-19 masih terbuka."Ta
1680235162091_1680235182

Trending

Dinkes DKI Jakarta Imbau Warga Hindari Bukber

SIAPBELAJAR.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat dapat menghindari buka puasa bersama demi cegah kenaikan kasus Covid-19. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kenaikan
1679650718285_1679650570

Saintek

Inggris Menutup Pintu Bagi Mahasiswa dan Ilmuwan China

SIAPBELAJAR.COM - Inggris melarang lebih dari 1.000 mahasiswa pascasarjana dan ilmuwan China untuk belajar dan bekerja di institusi Inggris pada tahun lalu di tengah ketegangan kerja sama akademik