Nadiem Makarim: PAUD akan Masuk Skema Wajib Belajar 13 Tahun

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1662345511338_1662346255

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan masuk dalam skema wajib belajar 13 Tahun, sebagai tahapan pra-sekolah. 

Hal itu dia katakan dalam sambutan virtual Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi).

Nadiem mengatakan, masuknya PAUD dalam skema wajib belajar 13 tahun tertera dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yang telah diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2022.

"Salah satu fokus RUU adalah peningkatan akses dan kualitas PAUD. Dalam RUU ini kami mengubah wajib belajar dari yang sebelumnya sembilan tahun menjadi 13 tahun, yang mencakup pra-sekolah," kata Nadiem seperti yang dilansir dari laman Direktorat PAUD Kemendikbudristek.

Menurutnya, selama ini PAUD cenderung terabaikan dalam kebijakan pendidikan. PAUD menurut regulasi sebelumnya, berada dalam kategori pendidikan nonformal.

Seperti diketahui saat ini Kemendikbudristek tengah menyusun RUU Sisdiknas. Nantinya, RUU tersebut bakal mengatur soal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai pendidikan formal. Nadiem menuturkan  undang-undang bakal mengatur PAUD masuk dalam skema wajib belajar mencakup pra-sekolah.

"Salah satu fokus RUU adalah peningkatan akses dan kualitas PAUD. Dalam RUU ini kami mengubah wajib belajar dari yang sebelumnya 9 tahun menjadi 13 tahun, yang mencakup pra sekolah," ungkap dia.

Diakui Sebagai Guru

Lebih lanjut, karena dijadikan sebagai pendidikan formal, guru dan tenaga kependidikan PAUD juga akan diakui. Sebelumnya, pendidik di PAUD tidak diakui sebagai guru dan tidak mendapatkan tunjangan.

"Sehingga 200 ribu pendidik PAUD tiga sampai lima tahun, 52 ribu pendidik dalam satuan pendidikan kesetaraan, dan 12 ribu pendidik non formal akan diakui sebagai guru," tutur dia.

Nadiem menyatakan kehadiran RUU Sisdiknas merupakan upaya mentransformasi pendidikan. Pihaknya terus berjuang menghadirkan pendidikan berkualitas dan menyejahterahkan seluruh warga satuan pendidikan.

"Kita harus bergerak dan berjuang bersama untuk menyukseskan rencana ini. Untuk itu di hari yang berbahagia ini saya mengajak Bapak Ibu pendidik serta penggerak PAUD di seluruh Indonesia mendukung, berjuang, bergerak serentak mengawal perjalanan RUU Sisdiknas sampai disahkan oleh DPR RI," pungkas dia. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1677106307630_1677106972

Saintek

Nadiem Tekan Dua Dimensi Kunci Pendidikan Vokasi

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menekankan dua dimensi kunci dari pendidikan vokasi yaitu dimensi kebekerjaan atau kewirausahaan lulusan sert
1676932624458_1676932791

Saintek

Nadiem Tetapkan Guru Besar UIN Jakarta Bidang Ilmu Matematika

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbudristek ) Nadiem Anwar Makarim kembali menetapkan guru besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Syahid)
1673736447117_1673736329

Saintek

Antisipasi Kepunahan Bahasa Lokal Mendikbudristek Luncurkan Merdeka Belajar Episode 17

SIAPBELAJAR.COM - Bahasa daerah terancam punah karena tidak lagi digunakan oleh para penuturnya serta tidak lagi diwariskan kepada generasi berikutnya (Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,
1673393405128_1673393482

Saintek

Mendikbudristek: Semangat Kampus Merdeka di Sulawesi Utara Luar Biasa

SIAPBELAJAR.COM - Setelah meninjau transformasi pendidikan di Kota Tomohon, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke Universitas Neger
1673131947896_1673131965

Saintek

Merdeka Belajar Antara Kebijakan dan Gerakan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, melakukan kunjungan kerja perdana di tahun 2023 dengan mengunjungi Kota Tomohon, Provins