Peringatan Peningkatan Penyakit Akibat Banjir di Pakistan

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1662362041818_1662362085

Banjir di Pakistan

SIAPBELAJAR.COM - Pekerja bantuan memperingatkan kurangnya air minum bersih menyebabkan peningkatan penyakit di Pakistan, karena korban tewas akibat banjir melebihi 1.200 orang.

Menurut Medical Charity, Medecins Sans Frontieres, akses ke air bersih merupakan masalah terbesar bagi mereka yang mencoba mencari makanan dan tempat tinggal.

Pemerintah setempat melakukan pertemuan pada Sabtu untuk menilai skala banjir yang telah menenggelamkan sepertiga wilayah negara itu. Setidaknya satu dari tiga korban banjir adalah anak-anak.

Menteri Pemerintah, Ahsan Iqbal mengatakan bahwa negaranya tidak memiliki sumber daya untuk menangani krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Banjir adalah bencana yang disebabkan iklim terburuk dalam sejarah dunia baru-baru ini,” katanya.

Sekitar 1,4 juta rumah telah hancur dalam rekor hujan monsun yang telah mempengaruhi lebih dari 33 juta orang.

Pejabat Tinggi Manajemen Bencana Pakistan mengatakan bahwa tahun 2022 telah membawa beberapa kenyataan pahit perubahan iklim bagi Pakistan.

“Tahun ini kami tidak menyaksikan musim semi, kami menghadapi empat gelombang panas yang menyebabkan kebakaran hutan skala besar di seluruh negeri” kata Akhtar Nawaz.

Risiko Anak Meninggal Akibat Kekurangan Air Bersih

Sementara itu, Unicef​​ mengatakan bahwa ada lebih banyak anak yang berisiko meninggal akibat penyakit di Pakistan karena kekurangan air bersih.

“Saat ini ada risiko tinggi penyakit yang ditularkan melalui air, penyakit mematikan yang menyebar dengan cepat seperti diare, kolera, demam berdarah, malaria. Oleh karena itu, ada risiko lebih banyak pada kematian anak” kata Abdullah Fadil dari Unicef.

Perkiraan Kerusakan di Pakistan

Perkiraan menunjukkan bahwa banjir telah menyebabkan setidaknya $10 miliar atau sekitar Rp 149,1 triliun kerusakan di Pakistan dan banyak orang menghadapi kekurangan makanan yang serius. Hampir setengah dari tanaman negara telah hancur. Pakistan juga sudah menderita akibat adanya krisis ekonomi.

Perubahan Iklim Menjadi Penyebab Utama Banjir

Menurut Reuters, satu provinsi Balochistan telah menerima 436% lebih banyak hujan daripada rata-rata 30 tahun monsun yang pernah terjadi.

Pakistan menghasilkan kurang dari 1% emisi gas rumah kaca global, namun geografinya membuat negara tersebut sangat rentan terhadap perubahan iklim.

Banyak faktor yang telah menyebabkan banjir, namun pemanasan atmosfer yang disebabkan oleh perubahan iklim membuat curah hujan ekstrem lebih mungkin terjadi.

Dunia telah menghangat sekitar 1,2ºC sejak era industri dimulai dan suhu akan terus meningkat kecuali pemerintah di seluruh dunia melakukan pemotongan tajam terhadap emisi.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1664798126907_1664798178

Religi

Menag Terbitkan Edaran Peringatan Hari Santri 2022, Ini Ketentuannya

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah menerbitkan surat edaran tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri tahun 2022. Edaran yang ditandatangi pada 27 September 2022 ini di
1664688811034_1664688834

Ekonomi

Kick Off Peringatan HORI ke-76, Menkeu Imbau Seluruh Jajaran Kementerian Keuangan untuk Sigap

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta agar seluruh jajaran di Kementerian Keuangan dapat dengan pandai dan selalu sigap mengidentifikasi berbagai tantangan ke depan
1663646967872_1663646989

Trending

Peringatan Terkait Kasus Cacar Monyet di China

SIAPBELAJAR.COM - Seorang pejabat tinggi kesehatan China telah memperingatkan penduduk setempat agar tidak menyentuh orang asing, sehari setelah China mencatat infeksi cacar monyet pertamanya.Dalam
1663646730869_1663646736

Trending

Topan Nanmadol Melanda Jepang

SIAPBELAJAR.COM - Petugas penyelamat di Jepang telah memperingatkan tanah longsor dan banjir sebagai salah satu badai terbesar dalam beberapa dekade terakhir yang melanda Jepang.Topan Nanmadol telah
1663049276098_1663049282

Saintek

Pelajar Pakistan Kembali Diizinkan Memasuki China

SIAPBELAJAR.COM - Di bawah kebijakan visa baru yang berlaku mulai 24 Agustus, China telah mulai menerima siswa dari Pakistan. Namun pihaknya mengharuskan mereka untuk mematuhi persyaratan karantina