Topan Nanmadol Melanda Jepang

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1663646730869_1663646736

Ilustrasi Topan Nanmadol di Jepang

SIAPBELAJAR.COM - Petugas penyelamat di Jepang telah memperingatkan tanah longsor dan banjir sebagai salah satu badai terbesar dalam beberapa dekade terakhir yang melanda Jepang.

Topan Nanmadol telah menewaskan sedikitnya 2 orang dan melukai 90 lainnya sejak mendarat di pulau paling selatan Kyushu pada Minggu pagi.

Sembilan juta orang telah diperintahkan untuk mengungsi, dan lebih dari 350.000 rumah tanpa listrik. Prakiraan memprediksi adanya hujan hingga 400mm (16 inci) selama 24 jam ke depan.

NHK melaporkan bahwa satu orang tewas ketika mobilnya terendam banjir, satu lagi meninggal setelah terkubur dalam tanah longsor dan satu orang lagi masih hilang serta laporan juga mencatat bahwa sebanyak 87 lainnya terluka.

Topan super membawa hembusan hingga 234km/jam (145mph), menghancurkan rumah serta mengganggu transportasi dan bisnis. Topan ini setara dengan badai kategori empat atau lima.

Ibu kota Tokyo mengalami hujan lebat dengan jalur bawah tanah Tozai ditangguhkan karena banjir. Layanan kereta peluru, feri dan ratusan penerbangan telah dibatalkan, toko dan bisnis tutup.

Perdana Menteri Fumio Kishida menunda kunjungannya ke New York, di mana ia akan memberikan pidato di Majelis Umum PBB hingga Selasa, untuk memantau dampak dari badai.

Dipengaruhi oleh Fenomena Alam dan Perubahan Iklim

Badai diperkirakan akan berbelok ke timur dan melewati pulau utama Jepang, Honshu sebelum pindah ke laut pada hari Rabu.

Para ilmuwan telah memperkirakan musim badai aktif tahun ini, dipengaruhi oleh fenomena alam yang dikenal sebagai La Niña.

Suhu permukaan laut yang lebih hangat di Atlantik dan Karibia sebagai akibat dari perubahan iklim juga dapat memengaruhi frekuensi dan intensitas badai.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776087034860_1776087060

Ekonomi

Tenaga Kerja di Jepang Terancam Digantikan Robot

Jakarta – Jepang tengah menghadapi krisis demografi serius yang tidak hanya berdampak pada penurunan angka kelahiran, tetapi juga menggerus jumlah tenaga kerja produktif. Fenomena yang kerap disebut
1691650308754_1691650318

Trending

Topan Khanun Hantam Jepang dan Korea Selatan, Ribuan Orang Mengungsi

Mediana.id - Topan Khanun, badai tropis yang telah menewaskan dua orang di Jepang selatan pekan lalu, kembali menghantam wilayah tersebut pada Rabu (9/8/2023) sebelum bergerak ke arah Korea Selatan. B
1687837436269_1687837443

Trending

Yuk Ketahui Virus Oz yang Menelan Korban Jiwa Pertama di Jepang

Mediana.id - Virus Oz telah menewaskan seorang wanita berusia 70 tahun di Prefektur Ibaraki, Jepang, pada Jumat (23/6/2023). Ini adalah kasus kematian pertama di dunia akibat virus Oz.Menurut kementri
1679554586526_1679554445

Saintek

Rencana Ambisius Jepang untuk Menyambut 400.000 Siswa Internasional pada Tahun 2033

SIAPBELAJAR.COM - Jepang berencana untuk menampung 400.000 siswa internasional pada tahun 2033 serta memikat mereka untuk tinggal dan bekerja di negara tersebut setelah lulus. Media lokal melaporka
1667268441104_1667268494

Ekonomi

Indonesia Gandeng Jepang Bangun Informasi Bidang Ketenagakerjaan

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana mengadakan kerja sama dengan Jepang untuk membangun sistem informasi pasar kerja, pengawas ketenagakerjaan, dan program terkait peker