JMA mengeluarkan peringatan hujan lebat dan risiko banjir dan tanah longsor di sebagian besar wilayah Jepang selatan dan barat. Beberapa daerah di Kyushu sudah diguyur hujan dalam sepekan terakhir pada bulan yang biasanya curah hujannya tinggi. JMA juga memperingatkan adanya gelombang setinggi 10 meter di perairan sekitar Kyushu.
Akibat Topan Khanun, sekitar 25.000 penumpang terdampak oleh pembatalan 252 penerbangan oleh Japan Airlines dan 96 penerbangan oleh All Nippon Airways. Layanan kereta api Shinkansen juga dihentikan sementara di sebagian rute selatan Kyushu, sementara banyak kereta komuter dan ekspres lokal lainnya dibatalkan.
Selain itu, topan lain, Lan, terbentuk di Samudra Pasifik di sebelah selatan Jepang dan diperkirakan akan menguat saat bergerak ke utara dengan kemungkinan akan mencapai Tokyo awal pekan depan. Lan saat ini memiliki kecepatan angin maksimum 108 km per jam dan bergerak dengan kecepatan 15 km per jam.
Di Korea Selatan, pemerintah menaikkan tingkat siaga krisis ke level tertinggi, dengan Topan Khanun diperkirakan akan berdampak langsung pada seluruh negara, dari Rabu hingga Jumat. Badan Cuaca Korea Selatan mengatakan bahwa Topan Khanun akan membawa hujan deras dan angin bertiup dengan kecepatan 90 hingga 154 km per jam.
Hampir 80 penerbangan di 10 bandara dan puluhan layanan feri dihentikan di Korea Selatan. Ribuan peserta Jambore Pramuka Dunia juga telah dipindahkan dari lokasi perkemahan mereka ke tempat yang lebih aman. Presiden Moon Jae-in memerintahkan pemerintah untuk melakukan segala upaya untuk menanggapi topan dan mencegah korban jiwa.
Dengan segala ancamannya, Topan Khanun pantas mendapat perhatian dari publik dan pemerintah Jepang dan Korea Selatan. Topan ini merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan besar bagi infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Semoga Topan Khanun bisa segera mereda dan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi. Mediana.id