SIAPBELAJAR.COM - Menteri
Pendidikan Internasional untuk Australia Barat, David Templeman mengumumkan bahwa Pemerintah Australia Barat menginvestasikan dana sebesar $16,8
juta atau sekitar Rp 169,3 miliar untuk mendorong lebih banyak siswa
internasional untuk belajar di negara bagian tersebut serta untuk terus
mendukung inisiatif siswa internasional.
Pengumuman tersebut
mencatat bahwa $10 juta atau sekitar Rp 100,7 miliar akan dialokasikan untuk
Skema Insentif Agen atau Agent Incentive
Scheme dalam Anggaran Negara 2022-2023 yang bertujuan untuk mempromosikan
Australia Barat sebagai tujuan studi bagi calon siswa internasional.
Skema ini akan
memberikan dana sebesar $500 atau sekitar Rp 5 juta kepada agen jika seorang
siswa mendaftar di sekolah, ELICOS atau penyedia VET dan $1,000 atau sekitar Rp
10 juta untuk pendaftaran yang dikonfirmasi di salah satu dari lima universitas
di negara bagian tersebut.
“Sementara penyedia
pendidikan Australia Barat memiliki perjanjian formal lama dengan agen
pendidikan di seluruh dunia, inisiatif ini akan memberikan insentif tambahan
kepada agen dari Pemerintah Negara Bagian sebagai pengakuan atas keberhasilan
pendaftaran di penyedia pendidikan Australia Barat” bunyi pengumuman tersebut (14/9).
Jumlah sisa dana sebesar $6,8 juta atau sekitar Rp 68,5 miliar akan dialokasikan untuk Subsidi Akomodasi Siswa Internasional atau International Student Accommodation Subsidy (ISAS) dan Beasiswa ELICOS Siswa Internasional atau International Student ELICOS Bursary (ISEB). Kedua insentif tersebut akan memberikan dana $1,500 atau sekitar Rp 15,1 juta kepada siswa yang memenuhi syarat di Australia Barat.
Inisiatif Pendidikan Internasional
Menteri mengatakan bahwa program-program yang mendukung upaya pemerintah menuju pendidikan internasional ini merupakan bagian dari tambahan A$41,2 juta atau sekitar Rp 415,2 miliar dalam inisiatif pendidikan internasional yang termasuk dalam APBN 2022-2023.
Templeman menggambarkan Australia Barat sebagai tempat terbaik untuk melanjutkan studi dan bekerja. “Sangat penting bahwa Pemerintah McGowan memberikan insentif kepada agen siswa internasional serta siswa untuk mendorong mereka mempertimbangkan dan membuat pilihan yang tepat untuk belajar di Negara kita,” kata dia.
Program Menarik Siswa Internasional
Templeman mengatakan
bahwa peluncuran program ini bertujuan untuk menarik ribuan siswa internasional
yang akan menyebut Australia Barat sebagai rumah dan mendapat manfaat dari
lembaga pendidikan negara yang terkenal di seluruh dunia.
Selama pandemi, Australia
memiliki beberapa aturan terberat di dunia sehingga memaksa banyak siswa
internasional untuk mempertimbangkan tujuan studi lain.
Australia Barat dibuka
kembali untuk siswa internasional yang terdaftar di lembaga pendidikan tinggi,
sekolah dasar dan menengah pada awal tahun ini di bawah jalur baru yang
memungkinkan hingga 6.000 siswa internasional untuk memasuki negara bagian
tersebut.
Jumlah Siswa Internasional di Australia
Menurut data dari Departemen
Pendidikan Australia, jumlah siswa internasional yang belajar di Australia sebanyak
478.230 siswa untuk periode Januari-Juni 2022, turun sebesar 10% dibandingkan
periode yang sama pada tahun 2021.
Dari jumlah tersebut, total
133.200 siswa berasal dari China, diikuti oleh 77.357 siswa dari India, 44.969 siswa
dari Nepal, 17.858 siswa dari Vietnam, 13.495 siswa dari Indonesia dan banyak
lagi.
Selama periode
Januari-Juni, mayoritas siswa internasional di Australia Barat adalah orang
India sebanyak 4.896 siswa.
Saintek
Saintek
Religi
Saintek
Saintek
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib