Joe Biden: Pandemi Covid-19 di Amerika Serikat Berakhir

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1663753234959_1663753250

Ilustrasi Kerumunan Orang Memakai Masker

SIAPBELAJAR.COM - Presiden Joe Biden telah menyatakan bahwa pandemi di Amerika Serikat telah berakhir, meskipun jumlah orang Amerika yang meninggal karena Covid terus meningkat.

“Kami masih melakukan banyak pekerjaan untuk itu. Tetapi pandemi sudah berakhir” kata Biden dalam sebuah wawancara.

Statistik menunjukkan bahwa rata-rata lebih dari 400 orang Amerika meninggal akibat virus setiap harinya.

Pada pecan lalu, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa akhir pandemi sudah di depan mata.

Dalam sebuah wawancara dengan program CBS 60 Minutes yang ditayangkan pada hari Minggu, Biden mengatakan bahwa situasinya membaik dengan cepat, meskipun banyak hal yang sedang dilakukan untuk mengendalikan virus.

Meski begitu, para pejabat pemerintah mengatakan kepada media Amerika Serikat pada hari Senin bahwa komentar itu tidak menandakan perubahan kebijakan dan tidak ada rencana untuk mencabut darurat kesehatan masyarakat Covid-19 yang sedang berlangsung.

Pada bulan Agustus, pejabat Amerika Serikat memperpanjang keadaan darurat kesehatan masyarakat yang telah berlaku sejak Januari 2020, hingga 13 Oktober. Hingga saat ini, lebih dari satu juta orang Amerika telah meninggal karena Covid.

Data Kematian Akibat Pandemi Covid-19 di Amerika Serikat

Data dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan bahwa rata-rata tujuh hari kematian saat ini mencapai lebih dari 400 orang, dengan lebih dari 3.000 kematian dalam seminggu terakhir saja.

Sebagai perbandingan, pada Januari 2021 terdapat lebih dari 23.000 orang dilaporkan meninggal karena virus selama rentang satu minggu. Sekitar 65% dari total populasi Amerika Serikat dianggap telah divaksinasi lengkap.

Mandat vaksin federal tertentu tetap berlaku di Amerika Serikat, termasuk pada petugas kesehatan, personel militer dan beberapa warga non-Amerika Serikat yang memasuki negara dengan pesawat.

Menuai Kritik

Partai Republik terkemuka mengkritik pernyataan presiden, dengan mantan Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo menyatakan bahwa saat ini Biden mengatakan pandemi sudah berakhir, ketika dia menendang puluhan ribu tentara yang sehat keluar dari militer dengan mandat vaksin Covid-nya.

Pejabat kesehatan masyarakat telah menyatakan optimisme hati-hati dalam beberapa pekan terakhir bahwa dunia sedang menuju pemulihan pandemi, namun mereka terus mendesak orang-orang untuk tetap berhati-hati.

Tingkat Kematian Harian Tetap Sangat Tinggi

Pada hari Senin, Dr Anthony Fauci selaku Head of the National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengakui bahwa saat ini situasinya telah membaik.

Namun dalam komentar yang dibuat di sebuah think tank Washington DC, dia mengatakan bahwa tingkat kematian harian tetap sangat tinggi.

“Kita tidak berada di tempat yang kita butuhkan jika kita ingin hidup dengan virus” kata Dr Fauci.

Dia juga mengingatkan bahwa varian baru Covid-19 masih bisa muncul, terutama di bulan-bulan musim dingin mendatang.

Vaksin Baru untuk Varian Omicron

Baru-baru ini, Amerika Serikat mengesahkan vaksin baru yang cocok dengan varian Omicron yang saat ini dominan di negara itu. Pejabat kesehatan federal pun meminta orang Amerika untuk selalu memperbarui vaksin mereka.

Kata WHO

Pada pekan lalu, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa dunia tidak pernah berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengakhiri pandemi.

“Kami belum sampai di sana, tapi akhir pandemi sudah di depan mata” kata dia.

Dampak Pandemi Terhadap Ekonomi Amerika Serikat dan Jiwa Orang Amerika

Covid-19 juga terus berdampak signifikan terhadap ekonomi Amerika Serikat. Biro Riset Ekonomi Nasional pun melaporkan pada pekan lalu bahwa penyakit terkait Covid telah memangkas tenaga kerja Amerika Serikat sekitar 500.000 orang.

Biden pun mengatakan bahwa dia percaya pandemi ini memiliki dampak yang mendalam pada jiwa orang Amerika.

“Pandemi telah mengubah segalanya, sikap orang mengenai diri mereka sendiri, keluarga mereka, mengenai negara bangsa, mengenai keadaan komunitas mereka. Ini adalah masa yang sangat sulit. Sangat sulit” kata dia.

Lebih dari 6,5 juta orang telah meninggal di seluruh dunia sejak awal pandemi. Amerika Serikat memiliki angka kematian tertinggi, diikuti oleh India dan Brasil.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1685713056119_1685713132

Trending

Viral Joe Biden Jatuh di Atas Panggung Saat Acara Wisuda Akademi Angkatan Udara

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengalami insiden memalukan saat menghadiri acara wisuda Akademi Angkatan Udara AS di Colorado, Kamis (1/6/2023). Dia tersandung dan jatuh di atas panggung saat
1681480355724_1681480186

Saintek

University of Florida Melarang TikTok, WeChat & Aplikasi Lain di Kampus

SIAPBELAJAR.COM - University of Florida (UF) mengumumkan bahwa pihaknya telah melarang aplikasi tertentu, termasuk TikTok dari jaringan Wi-Fi kampusnya untuk mematuhi peraturan darurat yang disetuju
1680960704026_1680960725

Trending

WHO Desak China Beberkan Informasi Asal Usul Covid

SIAPBELAJAR.COM - WHO mendesak China bagikan informasi asal usul Covid-19. WHO menegaskan sampai itu dilakukan China maka semua kemungkinan atau hipotesis mengenai asal usul Covid-19 masih terbuka."Ta
1680235162091_1680235182

Trending

Dinkes DKI Jakarta Imbau Warga Hindari Bukber

SIAPBELAJAR.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat dapat menghindari buka puasa bersama demi cegah kenaikan kasus Covid-19. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kenaikan
1679386104178_1679385960

Saintek

Mayoritas Siswa Internasional di Amerika Serikat Belajar Matematika dan Ilmu Komputer

SIAPBELAJAR.COM - Universitas dan Perguruan Tinggi Amerika Serikat menawarkan berbagai program studi, mulai dari teknik hingga seni. Menurut laporan Open Doors yang dirilis oleh Institute of Interna