Topan Khanun Hantam Jepang dan Korea Selatan, Ribuan Orang Mengungsi

A. Fateeh

Penulis : A. Fateeh
Editor : A. Fateeh

0

0

Trending
1691650308754_1691650318

Ribuan orang Mengungsi Akibat Topan Khanun

Mediana.id - Topan Khanun, badai tropis yang telah menewaskan dua orang di Jepang selatan pekan lalu, kembali menghantam wilayah tersebut pada Rabu (9/8/2023) sebelum bergerak ke arah Korea Selatan. Badai ini menyebabkan hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi di kedua negara, serta memaksa ribuan orang untuk mengungsi dan mengganggu transportasi udara dan laut.

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), Topan Khanun berada di lepas pantai selatan Pulau Kyushu pada Rabu sore, dengan kecepatan angin maksimum 108 km per jam. Badai ini diperkirakan akan menerjang Kyushu pada Kamis pagi, kemudian melintasi Laut Jepang dan mendarat di Korea Selatan pada Kamis sore.

JMA mengeluarkan peringatan hujan lebat dan risiko banjir dan tanah longsor di sebagian besar wilayah Jepang selatan dan barat. Beberapa daerah di Kyushu sudah diguyur hujan dalam sepekan terakhir pada bulan yang biasanya curah hujannya tinggi. JMA juga memperingatkan adanya gelombang setinggi 10 meter di perairan sekitar Kyushu.

Akibat Topan Khanun, sekitar 25.000 penumpang terdampak oleh pembatalan 252 penerbangan oleh Japan Airlines dan 96 penerbangan oleh All Nippon Airways. Layanan kereta api Shinkansen juga dihentikan sementara di sebagian rute selatan Kyushu, sementara banyak kereta komuter dan ekspres lokal lainnya dibatalkan.

Selain itu, topan lain, Lan, terbentuk di Samudra Pasifik di sebelah selatan Jepang dan diperkirakan akan menguat saat bergerak ke utara dengan kemungkinan akan mencapai Tokyo awal pekan depan. Lan saat ini memiliki kecepatan angin maksimum 108 km per jam dan bergerak dengan kecepatan 15 km per jam.

Di Korea Selatan, pemerintah menaikkan tingkat siaga krisis ke level tertinggi, dengan Topan Khanun diperkirakan akan berdampak langsung pada seluruh negara, dari Rabu hingga Jumat. Badan Cuaca Korea Selatan mengatakan bahwa Topan Khanun akan membawa hujan deras dan angin bertiup dengan kecepatan 90 hingga 154 km per jam.

Hampir 80 penerbangan di 10 bandara dan puluhan layanan feri dihentikan di Korea Selatan. Ribuan peserta Jambore Pramuka Dunia juga telah dipindahkan dari lokasi perkemahan mereka ke tempat yang lebih aman. Presiden Moon Jae-in memerintahkan pemerintah untuk melakukan segala upaya untuk menanggapi topan dan mencegah korban jiwa.

Dengan segala ancamannya, Topan Khanun pantas mendapat perhatian dari publik dan pemerintah Jepang dan Korea Selatan. Topan ini merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan besar bagi infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Semoga Topan Khanun bisa segera mereda dan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi. Mediana.id

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776087034860_1776087060

Ekonomi

Tenaga Kerja di Jepang Terancam Digantikan Robot

Jakarta – Jepang tengah menghadapi krisis demografi serius yang tidak hanya berdampak pada penurunan angka kelahiran, tetapi juga menggerus jumlah tenaga kerja produktif. Fenomena yang kerap disebut
1691650308754_1691650318

Trending

Topan Khanun Hantam Jepang dan Korea Selatan, Ribuan Orang Mengungsi

Mediana.id - Topan Khanun, badai tropis yang telah menewaskan dua orang di Jepang selatan pekan lalu, kembali menghantam wilayah tersebut pada Rabu (9/8/2023) sebelum bergerak ke arah Korea Selatan. B
1687837436269_1687837443

Trending

Yuk Ketahui Virus Oz yang Menelan Korban Jiwa Pertama di Jepang

Mediana.id - Virus Oz telah menewaskan seorang wanita berusia 70 tahun di Prefektur Ibaraki, Jepang, pada Jumat (23/6/2023). Ini adalah kasus kematian pertama di dunia akibat virus Oz.Menurut kementri
1679554586526_1679554445

Saintek

Rencana Ambisius Jepang untuk Menyambut 400.000 Siswa Internasional pada Tahun 2033

SIAPBELAJAR.COM - Jepang berencana untuk menampung 400.000 siswa internasional pada tahun 2033 serta memikat mereka untuk tinggal dan bekerja di negara tersebut setelah lulus. Media lokal melaporka
1667277211558_1667277220

Saintek

2 Mahasiswa Amerika Serikat Meninggal di Perayaan Halloween Korea Selatan

SIAPBELAJAR.COM - Lebih dari 150 orang tewas setelah mereka mengalami kecelakaan dalam kerumunan selama perayaan Halloween di ibukota Korea Selatan, Seoul pada Sabtu malam, di antaranya adalah dua